
Jayden melampiaskan emosinya sejak siang tadi pada Briel. Briel masih terkejut dan tak tahu apa yang harus dilakukannya.Tapi yang jelas Briel tahu bahwa ini hanya pelampiasan emosi sesaat Jayden karena rasa kecewanya Anna.
Jayden tak peduli meskipun mereka berada di keramaian sekarang. Jayden memegang tengkuk leher Briel dan semakin menciumnya dengan dalam.
Briel masih bingung dan dia tak membalas ciuman Jayden.
Jayden melepaskan ciumannya pada Briel dan mengumpat lalu menarik tangan Briel keluar dari club.
"J..kita meninggalkan Karen", teriak Briel.
Jayden tak menggubris ucapan Briel dan tetap membawa Briel keluar menuju mobilnya.
Jayden mengeluarkan ponselnya dam menelepon temannya.
"Antar Karen pulang", kata Jayden singkat dan langsung menutup ponselnya.
"Masuklah", kata Jayden.
"Kau mau membawaku kemana?", tanya Briel heran.
"Aku bilang masuk", kata Jayden dingin.
"Aku bukan Anna..tidak seharusnya kau memperlakukan aku seperti ini..jika kau ingin marah seharusnya kau lampiaskan pada Anna..bukan padaku!!", kesal Briel yang semakin heran dengan kelakuan Jayden.
Jayden tak seperti yang dikenalnya sebelumnya. Kekecewaanya pada Anna membuat Briel kena imbasnya.
"Baiklah..pulanglah sendiri", Jayden meninggalkan Briel sendirian. Jayden kesal karena apa yang dikatakan Breil memang benar adanya.
"J...hei..are you kidding me?", teriak Briel dan mencoba membuka pintu mobil Jayden twtapi Jayden sudah menguncinya.
Jayden akhirnya mengendarai mobilnya dan meninggalkan Briel.
Briel akhirnya kembali kedalam dan mencari Karen. Syukurlah Karen belum pergi dari club.
Lalu dia mengajak Karen dan teman temannya turun ke lantai dansa. Mereka semakin bebas karena tak ada Jayden yang mengawasinya.
Briel berusaha melupakan ciumannya dengan Jayden tadi. Dia memaklumi apa yang sedang dirasakan Jayden saat ini. Siapa yang tidak kecewa jika kekasihnya berselingkuh bahkan dengan sahabatnya sendiri.
Briel dan Karen akhirnya pulang sekitar pukul 3 pagi. Briel sama sekali tak mabuk begitu juga dengan Karen.
Karen dan Briel bangun siang karena memang masih mengantuk. Ponsel Briel berbunyi dan mengangkatnya.
"Kau belum bangun gadis nakal?", tanya Ava.
"Hmm..aku baru pulang jam 3 Ava", jawab Briel.
"Hari ini aku akan ke pantai..kau mau ikut?jika iya aku akan menjemputmu 2 jam lagi..dan ajak Karen jika dia mau", kata Ava.
"Hmm..baiklah..aku akan mengajak Karen juga..byeee", Briel menutup ponselnya lalu kembali tidur sebelum Ava menjemput 2 jam lagi.
Briel telah siap begitu juga dengan Karen. Briel memakai pakaian kebangsaannya kembali yaitu celana jeans sobek dan kaos bigsizenya.
Karen keluar dari kamar mandi dan berganti baju.
"Ayo..kita tunggu dibawah", kata Karen.
"Hmm", kata Briel masih mengantuk.
Briel turun dengan langkah lunglai.
"Haii aunty..selamat pagi", kata Briel santai.
"Ini sudah siang sayang..dan para gadis bangun sangat siang..ckckckck..", Fay menggelengkan kepalanya.
"Ayo makan dulu sebelum kalian pergi", kata Fay.
Briel makan dengan lahap untuk mengisi tenaganya tapi rasa kantuknya benar benar tidak hilang. Dia bahkan sempat tidur di meja makan dengan menopang dagunya dengan tangan kirinya.
"Briel..", panggil Karen.
Briel terbangun dan meminum jus jeruknya. Fay hanya tertawa melihat itu.
Tak berapa lama, Ava dan Andrei menjemput mereka dan merekapun pergi ke pantai.
Mereka menikmati waktu seharian dipantai sampai menjelang malam. Andrei dan Ava memutuskan untuk menginap di resort Andrei. Sedangkan Briel dan Karen langsung menuju pusat perbelanjaan besar. Mereka tak ingin melihat kemesraan Andrei dan Ava yang selalu membuat mereka mupeng alias muka pengen. 😁
Mereka diantar oleh pegawai resort Andrei menuju sebuah mall.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN FAVORIT VOTE HADIAH YA❤❤❤❤❤❤