MY SEXY BRIDE

MY SEXY BRIDE
#82 (extra part Briel dan Jayden)



Michael mengambil ponselnya dan menelepon Jason. Tetapi telepon Jason sudah tak tersambung.


"Maaf Jayden..ponsel Jason mati dan uncle tak bisa menghubunginya", kata Michael.


"Tidak apa apa uncle..aku minta nomer uncle Michael dan uncle Jason..nanti aku akan menghubungi uncle", kata Jayden.


"Ya...nanti uncle akan mengabarimu tentang Briel , Jayden", lalu Michael memberikan nomer ponselnya dan Jason pada Jayden.


"Terima kasih uncle..maaf mengganggu..oh iya jangan katakan hal ini pada Ava", pesan Jayden.


"Baiklah..semoga kita segera mendapat kabar dari Briel", kata Michael.


Dan Jayden pun akhirnya kembali ke hotelnya.


Jayden masih penasaran dengan keberadaan Briel. Dia tak yakin Briel ada di Belanda. Tetapi Michael tak akan berkata bohong bukan?. Jayden memegangi kepalanya yang terasa pusing karena otaknya penuh dengan Briel.


"Dimana kau B?", lirih Jayden.


Sore harinya Jayden mulai berkeliling kota untuk mencari Briel meskipun itu hal yang sia sia. Dia hanya ingin meyakinkan dirinya bahwa Briel memang tidak ada di kota ini.


Keesokan harinya, Jayden akhirnya kembali ke Los Angeles. Dia tetap berhubungan dengan Michael untuk mencari keberadaan Briel dan keluarganya. Jayden akan menyusul Briel jika Michael sudah menemukan alamat keluarga Briel di Belanda.


🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤


Hari ini Briel sudah diperbolehkan pulang. Jason langsung membawa Briel menaiki helikopter ke kota yang sedikit jauh dari Auckland sesuai keinginan Briel.


Jason membeli sebuah Ranch yang cukup besar. Briel akan sedikit lebih tenang jika berada disana.


Merekapun sampai di sana. Jason menggendong Briel dan menaruhnya di kursi roda. Lalu Maria mulai mendorong Briel masuk ke dalam rumah baru mereka.


"Kau suka rumahnya sayang?", tanya Maria.


Briel hanya mengangguk. Tak ada lagi Briel yang ceria. Senyum lebarnya telah hilang. Wajah cantiknya terlihat murung dan bengkak karena sering menangis.


"Antarkan aku langsung ke kamarku mom", kata Briel pelan.


"Baiklah sayang", kata Maria.


Briel menatap kosong ke luar jendela. Pemandangan indah didepannya sama sekali tak berpengaruh apapun padanya.


🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤


Tak terasa Briel dan keluarganya tinggal di ranch selama 2 bulan. Mereka benar benar memutus akses mereka dari kerabat dan teman mereka.


Sikap Briel sedikit berubah. Briel lebih sering marah dan cepat terpancing emosinya hanya karena hal hal kecil.


Jason dan Maria benar benar tak bisa membujuknya untuk mengikuti pengobatan di Jerman. Briel benar benar hopeless akan hidupnya.


"Maria..menurutmu apakah yang kita lakukan ini benar?..aku ingin meminta pendapat pada Michael..aku tak bisa terus tinggal disini..perusahaan membutuhkan aku juga", kata Jason pada sang istri.


"Kalau begitu, besok pergilah ke Auckland sayang..kita tidak bisa membiarkan Briel terpuruk seperti ini terus", kata Maria.


"Ya..semoga kita mendapat solusi yang bisa membuat Briel mau menjalani pengobatan itu", kata Jason.


🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤


Keesokan paginya, Jason pergi sebelum Briel bangun.


"Dimana Daddy mom?", tanya Briel sembari memakan sarapan paginya.


"Daddy sedang ke kota membeli kebutuhan kita sayang", jawab Maria sembari membelai rambut Briel yang mulai panjang.


Briel hanya mengangguk dan menghabiskan makanannya segera lalu kembali lagi ke kamarnya untuk membaca buku.


Begitulah keseharian Briel setiap hari. Dan Maria tak pernah mengganggunya selama itu membuat Briel tenang.


Briel bahkan tak mau keluar dari rumah hanya untuk sekedar melihat pemandangan. Briel benar benar menjadi pribadi yang keras dan emosional.


Terkadang Briel sengaja melempar gelas ke dinding hanya karena ingin meluapkan kekesalan didalam hatinya. Jason dan Maria tak berani mengusiknya jika Briel sudah seperti itu.


Briel masih belum menerima apa yang terjadi pada dirinya. Terlalu berat baginya untuk bisa membuat hidupnya kembali normal seperti dulu. Semua tak akan sama karena Briel selalu berpikir bahwa dia sekarang telah menjadi orang cacat.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN FAVORIT VOTE HADIAH YAAA❤❤❤