
Hari ini Briel akan mendatangi acara ulang tahun perusahaan rekanan unclenya. Briel sebenarnya ingin mengajak Jayden. Tapi dia takut Jayden sedang sibuk dan menganggunya.
Briel memutuskan untuk pergi sendiri. Briel kali ini berdandan sedikit cantik karena acara ini banyak dihadiri orang orang penting dan Briel tak ingin mempermalukan nama perusahaannya.
Briel memandangi dirinya di cermin dan berputar putar. Dia memakai gaun hijau emerald sepanjang lutut dengan belahan panjang di bagian belakang.
Lalu Briel juga memakai coat bulu yang panjangnya hanya sampai bawah dadanya. Dia memakai coat untuk menutup bahunya yang terbuka dan dadanya yang terlihat sedikit seksi.
"Aku cantik juga ternyata", Briel bermonolog sembari tersenyum.
Briel kemudian pergi ke tempat acara menggunakan taxi.
Briel tiba disana 15 menit kemudian. Dia turun di sebuah lobby hotel dan menuju ballroom. Sepatu high heelsnya yang tinggi dan runcing membuatnya tubuhnya semakin menjulang tinggi.
Briel masuk ke tempat acara dan sudah banyak tamu berdatangan. Briel duduk di tempat yang sudah disediakan atas nama perusahaannya.
Acara pun dimulai. Briel tampak tak terlalu berbaur dengan tamu undangan karena memang dia tak kenal dengan mereka. Briel lebih memilih duduk saja ditempat duduknya.
Beberapa orang penting tampak memberikan pidatonya sampai akhirnya Briel melihat sosok Jayden disana. Briel memandangi Jayden dari jauh.
Jayden salah satu orang penting yang memberikan beberapa patah kata di podium pada tamu undangan.
'Aahh..pacarku memang tampan dan kaya raya', batin Briel tersenyum dengan tangan menopang dagunya.
Lalu acara makan malam pun dimulai. Briel tak terlalu melihat Jayden karena mejanya terlalu jauh darinya. Tapi yang jelas Briel melihat Jayden sedang berbicara dengan beberapa gadis cantik yang mengerubunginya.
Briel tak terlalu ambil pusing dengan masalah itu. Karena makanan lezat dan estetik di mejanya lebih menarik dimatanya.
Jayden sebenarnya sejak tadi melihat Briel. Rambutnya yang merah membuatnya terlihat jelas dimata Jayden meskipun dari jarak jauh.
Setelah jamuan makan malam selesai, Jayden langsung menghampiri meja Briel. Briel beranjak dari kursinya menuju pintu ballroom. Dia ingin pulang terlebih dahulu karena tak ada lagi yang dikerjakannya disini.
Jayden dengan cepat menyusul Briel yang sudah berjalan keluar dari ballroom. Jayden sedikit berlari agar bisa menyusul Briel.
Lalu tangan Briel berhasil di pegang oleh Jayden. Briel menoleh dan melihat pacar tampannya.
"J..", kata Briel tersenyum.
"Mengapa kau tidak mengatakan padaku bahwa kau juga kemari baby?", tanya Jayden kemudian mengecup bibir Briel.
"Aku tidak tahu jika kau kemari juga", jawab Briel.
"Kau sudah mau pulang?", tanya Jayden.
"Hmm..aku sudah tidak tahan memakai sepatu ini", kata Briel memperlihatkan sepatu high heelsnya yang tinggi.
Jayden tertawa pelan dan mengecup bibir Briel lagi.
"Aku akan mengantarmu..tapi ikut aku dulu sebentar kedalam..aku harus berpamitan dengan beberapa teman daddy", kata Jayden.
"Baiklah", jawab Briel.
Jayden menggandeng mesra tangan Briel dan mengajaknya masuk kembali ke dalam ballroom.
Jayden bahkan memperkenalkan Briel sebagai kekasihnya kepada beberapa relasi bisnisnya.
Sedangkan beberapa wanita memandang dengan pandangan tak suka pada Briel dan Briel cuek dengan hal itu.
Briel justru memperlihatkan kemesraannya dengan Jayden dan memanas manasi mereka yang memandang iri padanya.
JANGA LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤