MY SEXY BRIDE

MY SEXY BRIDE
#92 (extra part Briel dan Jayden)



Perkembangan Briel dari hari ke hari semakin baik dan menunjukkan hasil yang positif.


Briel tetap berkomunikasi dengan Ava meskipun dirinya belum mengatakan tentang keadaannya.


Kandungan Ava sudah memasuki bulan ke 7 dan itu membuatnya tak bisa pergi kemanapun lagi karena perutnya sudah sangat membuncit.


Andrei sangat extra menjaganya. Bahkan Andrei bekerja dari mansionnya. Setiap ada meetingpun, Andrei memerintahkan asistennya untuk mengadakan di mansion.


Mata Andrei selalu fokus pada Ava. Ava diperkirakan hamil sepasang bayi laki dan perempuan. Dan mereka sangat bersyukur akan hal itu karena keluarga mereka langsung lengkap dengan sekali kelahiran saja.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Briel tampak melangkahkan kakinya dengan pelan sembari memegang meja. Briel sering melatih otot kakinya sendiri dirumah. Briel sudah tidak sabar untuk bisa berjalan lagi. Karena Briel ingin sembuh ketika Ava sudah melahirkan.


Briel dan Jayden sepakat menunda kehamilan karena Briel masih terapi dan mengonsumsi lumayan banyak obat.


Jayden masuk ke dalam kamar dan menghampiri Briel lalu memeluknya.


"Sudah kubilang, panggil aku jika kau ingin berdiri," kata Jayden di leher Briel.


"Hmm.. Aku sudah cukup kuat untuk berdiri sendiri J. Jangan memanjakanku," jawab Briel sembari mengalungkan tangannya di leher Jayden.


"Kau tidak ingin keluar hari ini?" tanya Jayden melihat wajah cantik Briel.


"Ayo kita makan diluar," ajak Briel.


Briel sudah mau diajak keluar dan berinteraksi dengan orang lain. Dia sudah mulai kembali menjadi Briel yang dulu.


"Oke baby," Jayden menggendong Briel dan membawanya keluar.


Jayden dan Briel makan di sebuah restoran milik keluarga Romanov yang terletak di pinggir pantai.



Briel memesan kopi kesukaannya dan pastry. Jayden menggenggam tangan Briel dan menciumnya.


"Aku suka pemandangan seperti ini," kata Briel.


"Bagaimana jika besok kita berlayar?" kata Jayden.


"Aku mau," Briel mengangguk semangat.


Jayden tertawa pelan dan membelai pipi Briel.


"Kurasa rambutmu sudah panjang J. Kau tidak mencukurnya?" kata Briel memegang rambut Jayden yang memang sedikit panjang dari biasanya.



Menjelang malam, Briel dan Jayden kembali ke mansion.


"Kalian darimana saja?" tanya Karen yang ada diruang tengah.


"Berkencan," kata Jayden dan mendudukkan Briel di sofa.


"Ck.. Aku kesepian sejak tadi," kata Karen.


"Bukankah kau pergi dengan dokter Al, Karen?" tanya Briel.


"Tidak jadi, dia sibuk. Selalu saja sibuk. Sepertinya aku menyerah saja. Aku akan mencari pria tampan lainnya," kata Karen santai.


Briel melempar bantal kursi ke arah Karen.


"Dia pria baik Karen..jangan mempermainkannya," kata Briel.


"Tapi dia hanya menganggapku teman, Briel. Menyebalkan. Mungkin dia tak ingin menikah lagi", kata Karen.


"Apa maksudmu? Apa dia pernah menikah sebelumnya?" tanya Jayden.


Karen mengangguk.


"Tinggalkan dia Karen. Dia pernah gagal. Bagaimana jika sampai dia gagal lagi denganmu. Cari yang lain. Temanku sangat banyak yang mempunyai spek bagus dan premium," kata Jayden.


"J..dokter Al pria yang baik dan sopan. Aku setuju jika Karen bersamanya. Kita tidak tahu masa lalunya bagaimana. Jangan menjudgenya buruk," kata Briel.


"Kau membelanya? Aku cemburu, B," kata Jayden.


"Ya Tuhan. Laki laki ini semakin menggemaskan saja," Briel tertawa pelan dan menciumi pipinya.


"Heiii.. Jangan lakukan hal ini didepanku," protes Karen.


"Masuklah ke kamar Karen," Jayden justru memeluk Briel dan mencium bibirnya.


"Haaaahhh. Kalian ini menyebalkan," Karen beranjak dari sofa dan berjalan keluar mansion menuju taman.


Briel dan Jayden hanya tertawa saja. Mereka memang suka mengerjai Karen dengan hal hal absurd seperti ini.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA.❤❤❤