MY SEXY BRIDE

MY SEXY BRIDE
#69 (extra part Briel dan Jayden)



Seketika Jayden tersadar dan mengumpat.


"Sorry", lirih Jayden lalu mengecup bibir Briel dengan lembut.


"Aku minta maaf", katanya lagi.


Jayden beranjak dari atas tubuh Briel lalu membantu Briel berdiri.


"Aku akan mengantarmu pulang", kata Jayden berusaha tenang.


Lalu Briel pun pulang diantar Jayden. Mereka sama sekali tak mengobrol di dalam mobil.


Sesampainya di apartemen, Briel langsung keluar.


"Terima kasih", kata Briel singkat lalu langsung masuk ke bangunan apartemennya.


Jayden melihat Briel sampai dia masuk ke apartemennya.


"Ada apa dengan diriku?dia selalu membuatku kehilangan kendali", gumam Jayden pada dirinya sendiri.


Lalu Jayden pun langsung menuju perusahaan cabang dimana dia mengawasinya selama 2 bulan ke belakang.


Ponsel Briel berbunyi dan Briel segera mengangkatnya.


"Kau dimana?", tanya Ava dari seberang telepon.


"Aku di apartemen", jawab Briel.


"Baiklah..aku akan kesana", kata Ava.


"Hmm..aku akan menunggumu", jawab Briel lalu menutup sambungan teleponnya.


Satu jam kemudian, Ava tiba di apartemen Briel.


"Restoran mana lagi yang akan kau datangi hari ini Ava?", tanya Briel yang sudah tahu bahwa keseharian Ava pasti ke restoran dan cafe saja.


"Kita pikirkan nanti saja..oh ya kau berkelahi semalam?Andrei mengatakannya padaku", kata Ava sembari meminum jus strawberry yang dia beli tadi.


"Hmm..tenanglah..aku yang menang", jawab Briel.


"Ceritakan padaku..pasti seru", kata Ava semangat.


"Jangan ingatkan aku lagi..aku masih kesal dengan monyet sialaan itu", jawab Briel.


"Sayang sekali aku tak melihatnya", kata Ava tertawa.


"Aku lapar Ava..ini sudah siang..ayo kita keluar sekarang", kata Briel mengalihkan pembicaraan.


Briel hanya memakai celana jeansnya saja dan hoodienya yang berwarna hitam. Rambut pendeknya di ikat seadanya.


Mereka makan di sebuat restoran biasa. Makanan disana terkenal enak dan Ava ingin mencobanya. Mereka berdua menikmati makan siangnya dengan sangat lahap.


Tiba tiba pandangan Briel tertuju pada seorang wanita yang sepertinya menuju ke arah mejanya. Wanita itu membawa segelas penuh es coklat dingin.


Karena terlihat mencurigakan Briel bertindak cepat ketika Wanita itu mencoba menumpahkan es coklat itu pada kepala Ava.


Briel langsung berdiri dan mendorong wanita itu sampai wanita itu terjatuh duduk dan es itu mengenai wajah wanita itu sendiri.


Ava kaget dengan apa yang dilakukan Briel dan langsung berdiri menoleh ke belakang.


"Lea???kau lagi??", kata Ava geram.


"Siapa dia Ava?", tanya Briel.


"Seseorang yang tidak penting", kata Ava.


Lea menjadi pusat perhatian di restoran itu dan pelayan mulai membersihkan tumpahan es coklat itu dilantai.


Briel mendekati Lea yang kini sudah berdiri.


"Jangan berani macam macam lagi pada Ava..jika itu terjadi, aku akan melemparmu dari lantai 20", bisik Briel di telinga Lea.


Lea mengepalkan tangannya dan geram karena dia gagal lagi membalas Ava.


Ava mendekati Lea dan menatapnya tajam.


"Sekali lagi kau melakukan ini..aku tidak akan diam Lea..kau tahu kan aku punya kekuasaan..aku bisa membuatmu jadi gembel dijalanan", kata Ava tajam.


Lea menggertakkan giginya tanpa bisa menjawab perkataan Ava dan Briel. Lalu dia pergi dari hadapan Ava dan keluar dari restoran itu.


"Dia benar benar tidak jera setelah aku mematahkan tangannya", kata Ava yang kembali duduk di kursinya.


"Kau mematahkan tangannya?", tanya Briel.


"Hmm..kami berkelahi di rooftop resort Andrei waktu itu.. dan dia menyerangku dulu..jadi aku menginjak tangannya lumayan keras", jawab Ava.


"Seharusnya kau melemparnya dari rooftop, Ava..case closed", kata Briel santai sambil melanjutkan makannya.


"Ya Tuhan..aku tidak sejahat itu Briel..tapi idemu bagus juga", Ava tertawa.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤❤