MY SEXY BRIDE

MY SEXY BRIDE
#66 (extra part Briel dan Jayden)



Sesampainya di mansion, Briel dan Karen langsung masuk ke kamar Karen. Briel membuka bajunya dan langsung masuk ke kamar mandi. Dia melempar bajunya ke sembarang tempat. Emosinya masih belum reda.


Karen hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Briel.


"Karen..mana bajumu?", teriak Briel dari balik pintu kamar mandi.


Lalu Karen memberikan baju tidurnya pada Briel.


"Baju apa ini?apa kau model majalah dewasa Karen?ini terlalu seksi", teriak Briel dari dalam kamar mandi.


"Ya..kau benar sekali", jawab Karen sembari tertawa.


Briel keluar dari dalam kamar mandi dengan tubuh seksinya yang menerawang dibalik gaun tidur tipis milik Karen.


"Jika aku laki laki pasti aku akan menghajarmu di ranjang saat ini Briel", kata Karen tersenyum nakal lalu masuk ke kamar mandi.


"Ya..dan kau akan merasakan bogem mentahku mendarat di wajahmu dan seluruh tubuhmu", jawab Briel.


Briel tampak melihat lihat kamar Karen yang bernuansa hijau tosca dan bertema minimalis modern.


Briel membuka laci di meja nakas sebelah ranjang. Dan dia menemukan sebungkus rokok dan pemantik disana.


Tak lama, Karen keluar dari kamar mandi dan melihat Briel memegang rokoknya.


"Kau mau merokok?", tanya Karen.


"Ayo kita merokok di rooftop..bukankah kau bilang ada rooftop dimansionmu", kata Briel.


"Kau saja..aku mengantuk ..lagipula aku tak berani merokok disini.. kak J tidak akan memberikan jatah belanja lagi untukku", kata Karen yang langsung merebahkan dirinya di ranjang.


Briel beranjak dari ranjangnya dan menuju lemari Karen untuk mencari jaket.


Setelah memakai jaket Karen,Briel menghampiri Karen lagi.


"Dimana letak rooftopnya?", tanya Briel.


"Dilantai 3 diujung lorong ada pintu menuju rooftop", kata Karen yang sudah menutup matanya.


Lalu Briel keluar dari kamar Karen dan berjalan pelan melalui lorong menuju lantai 3. Setelah sampai di lantai 3 dia langsung menuju pintu rooftop yang dibilang oleh Karen tadi.


Di rooftop ternyata terdapat pemandangan yang sangat indah. Ada taman yang cukup luas disana dengan lampu kelap kelip dan ayunan lumayan besar yang terbuat dari rotan.


"Wuaaahhh..indah sekali disini", kata Briel takjub.


Briel duduk di ayunan besar yang berbentuk seperti ranjang dan langsung menyalakan rokoknya. Dia merebahkan tubuhnya dengan kaki yang menggantung di ayunan.


Matanya melihat ke arah langit dengan taburan bintang yang indah.


Lalu tiba tiba ada yang mengambil rokoknya dan menginjak rokok itu dilantai sampai mati.


Briel melihat ke arah Jayden yang ada di atasnya.


"Ck..kau mengganggu kesenanganku J", kata Briel santai dan mencoba bangun dari posisi tidurnya tetapi Jayden menahannya.


"Kau ingin mencoba sesuatu denganku", Jayden saat ini sudah ada di atas dada Briel.


"Kau ingin membuatku sebagai pelarianmu?jangan harap", Briel mendorong dada Jayden tapi tak membuat tubuh Jayden bergerak dari atas tubuhnya.


Jayden tersenyum menawan yang membuat dada Briel sedikit bergemuruh.


"Kita pernah memulainya waktu itu..setidaknya biarkan aku menuntaskannya", kata Jayden.


"Kau sedang mempermainkanku J?jangan lakukan itu..meskipun aku brutal, aku tak ingin terluka karenamu..kau masih terjebak dalam masa lalumu", kata Briel jujur.


Jayden memandang tajam mata hijau Briel dan sekali lagi Briel mengatakan sesuatu yang telak padanya. Jayden memang sedang hilang arah karena Anna. Dan dia hanya ingin bermain main dengan Briel pada awalnya.


Jayden akhirnya beranjak dari atas tubuh Briel. Briel juga beranjak dari ayunan itu dan membenarkan jaketnya lalu berbalik karena akan kembali ke kamar Karen.


Tetapi tiba tiba Jayden menarik tangan Briel lalu mencium bibirnya. Ciumannya pelan dan lembut tak seperti ciuman sebelumnya yang pernah dia lakukan di club.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤