MY SEXY BRIDE

MY SEXY BRIDE
#24



Keesokan harinya, Bella dan Michael datang untuk menjemput Ava.


"Sayang..Jessica sudah melahirkan dan putrinya sangat cantik sekali sepertimu," kata Bella.


"Benarkah? Aku ikut senang. Tapi aku belum bisa melihatnya. Maaf," kata Ava sedih.


"Tidak apa apa sayang. Nanti Jessica akan ke mansion kita..ayo kita pulang sekarang," kata Bella.


Ava menggeleng.


"Aku akan mengajaknya bersamaku," kata Andrei.


"Sayang.. Apa kau yakin?" tanya Bella pelan.


Ava hanya mengangguk.


Bella melihat Michael dan Michael mengangguk tanda bahwa dia setuju.


"Baiklah.. Mommy akan membawakan pakaianmu kemari" kata Bella meskipun sebenarnya dia berat melepas Ava.


Tetapi dia berharap Ava akan menemukan kebahagiaannya lagi jika bisa melihat dunia luar. Dan dia percaya bahwa Andrei akan sangat bisa menjaganya.


Bella dan Michael memeluk Ava. Ava tak banyak bicara seperti biasanya.


"Maaf.. Aku selalu merepotkan kalian," kata Ava lirih.


"Oh no. Tidak sayang. Kau putri kami. Kami akan selalu menjagamu. Dan kami sangat menyayangimu. Jangan pernah lupakan hal itu. Temukan kebahagiaanmu sayang. We love you," Bella memeluk Ava lagi dengan erat.


"Terima kasih," jawab Ava.


Lalu Bella dan Michael pun keluar dari kamar Andrei dan pulang menuju rumah sakit untuk melihat Jessica dan cucunya.


Ava memandang sedih keluar jendela melihat kedua orang tuanya pergi.



"Ayo kita berjalan jalan diluar," kata Andrei.


Ava menggeleng.


Andrei tetap menarik tangan Ava dan mengajaknya keluar ke hutan.


Mereka melewati jalan setapak dan bergandengan tangan.


"Kita akan berangkat besok ke Turkey," kata Andrei.


"Hmm..," jawab Ava singkat.


Andrei melihat ke arah Ava. Rambutnya yang coklat pirang melambai indah terkena angin. Wajahnya polos tanpa riasan dan membuatnya semakin terlihat cantik.


Sore harinya, pakaian dan beberapa kebutuhan Ava dikirim oleh supir. Bella tak bisa mengantar dengan alasan lelah.


Ava menata bajunya dan membawa sebagian saja di koper. Lalu dia memasukkan sisa bajunya di lemari Andrei yang kosong.


Setelah itu Ava hanya melihat keadaan sekitar Resort dari jendela. Sudah banyak pendaki yang berdatangan dan bersiap siap akan mendaki dan menjelajah gunung.


Andrei mengecek resort sebelum meninggalkannya ke Turkey. Dia mempercayakan resort ini pada paman Gabriel dan 2 asistemnya.


Paman Gabriel sama sekali belum bertemu Ava karena paman Gabriel sibuk mengurus resort.


Andrei kembali ke kamarnya menjelang malam. Ava tampak sudah tertidur.


"Ava.. Ayo makan malam," kata Andrei pelan.


"Aku masih kenyang. Aku hanya ingin tidur," kata Ava.


"Seharian kau hanya dikamar. Ayo kita makan malam di rooftop seperti kemarin," ajak Andrei.


"Tidak," kata Ava.


"Besok kita akan melakukan perjalanan panjang. Menurutlah atau aku tidak akan mengajakmu," ancam Andrei.


"Ck... Aku tak bisa berkutik jika kau sudah mengancamku seperti itu," kata Ava dengan wajahnya yang cemberut.


Avapun beranjak dari ranjangnya dan mengikuti Andrei ke luar dengan menghentakkan kakinya dengan keras.


"Jangan kekanakan," kata Andrei santai dengan memasukkan kedua tangannya ke kantong celana.


Andrei lebih suka membuat Ava kesal seperti itu daripada melihat Ava yang pendiam.


Ava dan Andrei pun makan di rooftop dengan pemandangan indah didepannya.


Ava terlihat hanya mengacak acak makanannya dan memakannya sedikit saja.


"Apa aku perlu menyuapimu?" tanya Andrei datar.


"Hmm.. Boleh saja," Ava memberikan sendoknya pada Andrei.


Andrei mengambil sendok itu dan mengambil sesendok penuh fusili tuna lalu mengarahkannya pada mulut Ava.


Ava membelalakkan matanya melihat wajah Andrei yang menyebalkan dan mengambil kembali sendok itu.


Andrei hanya tersenyum jahil pada Ava.


Ava pun memakan makanannya sendiri meskipun sebenarnya dirinya tidak ingin makan.



JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE YA KAKAAAKK... HADIAH JUGA BOLEH BANGEET...❤❤❤