
Jayden tak membuang buang waktunya. Dia segera membawa Briel hari itu juga ke Auckland dan dengan bantuan Michael merekapun menikah keesokan harinya.
Suasana haru tampak di acara pernikahan sederhana itu. Meskipun sederhana, tetapi Briel terlihat sangat cantik dengan gaun putihnya yang simple dan rambut yang digelung.
Hanya keluarga inti Michael dan Jason saja yang datang. Mereka sepakat tak memberitahu Ava atas apa yang terjadi pada Briel karena Ava sedang hamil dan itu akan membuanya sedih dan shock.
Bella dan Jessica yang turut hadir disana tak bisa menahan tangis harunya.
Jayden memasangkan cincinnya pada jari manis Briel begitu pula sebaliknya. Lalu Jayden mencium lembut bibir Briel.
Hal itu membuat Maria menangis bahagia. Dia bersyukur bahwa Briel memiliki Jayden yang sangat mencintai putri kesayangannya.
Jayden sudah memberi kabar pada kedua orang tuanya dan mereka menerima hal itu meskipun mereka akhirnya tak bisa melihat pernikahan Jayden dan Briel.
Pesta sederhana itu berlangsung lancar dan Jayden akan langsung membawa Briel pulang ke Moscow malam ini. Kedua orang tua Briel tak keberatan dengan hal itu karena semua demi Briel.
Lagipula Jayden akan menyiapkan jet pribadinya jika Maria dan Jason ingin menemui Briel ke Moscow.
"Kau capek?", tanya Jayden sembari membukakan gaun pengantin Briel.
"Hmm..aku mengantuk", kata Briel.
Lalu setelah berhasil membuka gaun pengantin Briel , Jayden merebahkan tubuh Briel di ranjang.
"Thanks", kata Briel.
"Tidurlah", Jayden mengecup bibir Briel dan memakaikan selimut ke tubuh Briel yang hanya memakai pakaian dalamnya saja.
Jayden kemudian ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Keluar dari kamar mandi, Jayden melihat Briel sudah terlelap tidur.
Jayden tersenyum dan bergabung dengan Briel di ranjang. Dia memeluk tubuh Briel dan membelai punggung Briel yang terbuka.
Briel merasa nyaman dengan hal itu dan semakin menempelkan tubuhnya pada Jayden.
"I love you", bisik Jayden dan mencium puncak kepala lalu Jayden pun ikut tertidur meskipun hari masih sore.
Sampai malam menjelang, Jayden telah bersiap siap untuk pergi ke Moscow. Dia membantu Briel melakukan apapun meskipun Briel masih sedikit canggung.
"Kau bahagia?", tanya Jayden.
"Hmm..tapi aku masih takut", lirih Briel dan kembali mnegeluarkan air matanya.
"Oh baby..please jangan menangis...hatiku sakit setiap melihatmu menangis", Jayden mengecup bibir Briel dan mengusap air matanya.
"Aku benci diriku yang sekarang J", kata Briel sembari menangis pelan.
"When you get tired from this world..come, fall in my arms B..i love you", lirih Jayden.
Jayden memeluk Briel erat dan mencium bahunya yang terbuka.
Setelah Briel tenang, Jayden mulai membersihkan tubuh Briel dan memakaikan bajunya.
"Maaf..aku belum bisa melayanimu", kata Briel sendu.
"I love you B..aku tidak memikirkan hal itu untuk saat ini..kau yang terpenting bagiku", Jayden mencium bibir Briel dengan mesra.
Malam harinya Jayden dan Briel akan berangkat ke Moscow. Maria dan Jason melepasnya dengan ssdih. Tetapi semua ini demi kebahagiaan Briel. Mereka berharap Briel segera sembuh dan kembali menjadi Briel yang dulu.
"I love you mom dad..maafkan aku yang selalu merepotkanmu", kata Briel.
"Tidak sayang...kau adalah jiwa kami..sekarang berbahagialah...we love you honey", kata Jason memeluk Briel.
Maria juga memeluknya lama dan menangis begitu juga Bella, Jessica dan Michael. Mereka melepas kepergian Briel dengan sedih sekaligus bahagia. Lalu akhirnya Briel dan Jayden pun pergi ke Moscow.
Briel duduk sembari memandang ke arah jendela pesawat. Jayden menggenggam tangannya dan menciumnya.
"Aku belum siap bertemu siapapun J..apakah kau keberatan dengan hal itu?", tanya Briel lirih.
"Hmm..aku tak akan memaksamu B", jawab Jayden sembari membelai pipi halus Briel.
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤