
Sudah seminggu ini, Briel kembali sibuk dengan pekerjaannya. Ava dan Andrei sedang keluar kota untuk liburan baby moon. Jadi Briel bebas tugas menemani Ava untuk sementara.
Dan Briel juga sama sekali tak bertemu Jayden lagi. Mereka tenggelam dalam kesibukan masing masing.
Hari ini Briel ada acara untuk mewakili Ava dan Andrei ke sebuah pesta pertunangan salah seorang teman bisnis Andrei.
Briel sebenarnya malas karena dia tak memiliki teman untuk pergi kesana. Tetapi karena acara dilakukan di resort pantai milik Andrei, jadi Briel pun akhirnya datang sekaligus refreshing melepas penatnya setelah seminggu full sibuk bekerja.
Karena acaranya santai dan diadakan di tepi pantai, jadi Briel hanya memakai atasan kamisol hitam dan celana pendek jeans.
Cuaca yang cerah membuat suasana disana tampak ceria. Briel mengucapkan selamat pada kedua sejoli yang sudah resmi bertunangan itu.
Briel menikmati minuman dinginnya dan memandang ke arah tamu undangan yang tampak menari bersama di atas pasir mengikuti iringan lagu yang dinyanyikan oleh seorang penyanyi country.
"Kau tidak menari?bukankah itu hobbymu?", tanya Seseorang dari belakang Briel. Dan Briel sangat mengenal suara itu.
Briel menoleh dan melihat Jayden yang tampak tampan dan segar dengan baju hitamnya.
"Tidak..aku sedang tidak mood", jawab Briel datar.
"Ayo menari bersamaku", Jayden menarik tangan Briel tanpa menunggu jawaban dari Briel.
Mereka pun menari bersama dengan santai.
"Sepertinya moodmu sedang baik", kata Briel dengan tangan menahan dada Jayden agar tak menyentuh dadanya.
"Hmm..i'm in the good mood", jawab Jayden tersenyum.
"Entah mengapa aku merasa harus waspada dengan kata katamu itu", kata Briel memicingkan matanya.
Jayden tertawa dan itu membuat Briel melihat sosok Jayden yang dikenalnya dulu.
"Kapan kau datang?", tanya Jayden.
"Tadi pagi..kau?", tanya Briel balik.
"Aku sudah beberapa hari berada disini", jawab Jayden.
"Menurutmu?", tanya Jayden memegang tangan Briel dan membuatnya menari tanpa menahan dada Jayden lagi.
"Mana aku tahu?", Briel mengedikkan bahunya.
Jayden menarik pinggang Briel agar lebih dekat dengannya. Dan membuat dada dan perut mereka akhirnya bersentuhan.
"J..", Briel memperingatkan.
"What??", tanya Jayden dengan wajah sok polosnya.
"Jika kau ingin bermain main denganku, aku tak ada waktu", kata Briel serius.
"Bagaimana jika aku tidak bermain main denganmu?", tanya Jayden dengan wajah yang tak kalah serius.
"Perjelas hal itu..aku tidak terlalu mengerti", kata Briel.
"Jadilah kekasihku", kata Jayden.
Briel dan Jayden berhenti menari.
"Pikirkan hal ini baik baik J...aku bukan tipemu..dan aku sangat sangat menyebalkan..aku sangat berbeda jauh dari Anna", kata Briel.
Jayden tertawa pelan dan mengecup bibir Briel di depan umum.
"Inilah yang kusuka darimu..kau sangat jujur dan apa adanya..tak ada yang kau sembunyikan dariku", kata Jayden lalu mengecup bibir Briel lagi.
Briel masih terpaku di tempatnya. Dia masih memikirkan apa yang diucapkan Jayden.
"Aku benar benar akan membuatmu babak belur jika sampai mempermainkanku J", kata Briel menatap mata Jayden.
Jayden tertawa lagi kemudian mengacak rambut merah Briel dan memeluk Briel.
Briel masih belum tahu bagaimana menyikapi hal ini. Dia masih belum yakin Jayden benar benar sudah melupakan Anna.
Selama satu minggu terakhir, Jayden sebenarnya memikirkan tentang hubungannya dengan Briel. Dia dihadapkan oleh 2 pilihan saja. Mencoba membuka hatinya untuk Briel atau melupakan Briel yang artinya dia harus terima jika Briel berhubungan dengan pria lain.
Dan Jayden memilih opsi pertama. Jayden sadar bahwa dirinya memiliki perasaan tak biasa pada Briel. Dan dia tak bisa mengabaikan hal itu. Jayden tak bisa melihat Briel berhubungan dengan pria lain selain dirinya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN FAVORIT VOTE DAN HADIAH YAAA❤❤❤