
Beberapa hari ini, Briel dan Karen menghabiskan waktunya bersama. Dan Jayden merasa tersisihkan . Tetapi dia berusaha memaklumi karena Briel dan Karen jarang bertemu.
Mereka sekeluarga hanya 3 hari saja berada di resort Andrei. Dan minggu ini, Karen dan kedua orang tuanya akan kembali ke Moscow.
Briel masuk ke kamar Jayden di pagi harinya. Dia melihat Jayden sedang melakukan push up. Briel sadar bahwa dia sedikit melupakan Jayden karena terlalu asyik bersama Karen.
Briel naik ke punggung Jayden yang sedang melakukan push up.
"Kau masih mengingatku?", tanya Jayden yang masih push dengan tubuh Briel yang menelungkup diatas punggungnya.
"Kau marah?maafkan aku", Briel mencium tengkuk leher Jayden.
Jayden menghentikan push upnya dan berbalik arah menghadap Briel. Kini tubuh mereka saling berhadapan dan menempel.
Jayden menangkup pipi Briel dan mencium bibirnya. Ciuman mereka lumayan lama karena Jayden sangat merindukan berciuman mesra dengan Briel.
"I love you", lirih Jayden.
Briel tersenyum dan mencium bibir Jayden dengan lembut.
"Kurasa aku tak bisa menahannya lagi..aku harus segera menikahimu B", kata Jayden pelan.
Briel tertawa pelan dan mengecupi bibir Jayden.
"Datanglah ke New Zealand", kata Briel.
"Hmm..bagaimana jika sekarang saja?", kata Jayden serius.
Briel tertawa lagi dan memeluk tubuh Jayden.
"I love you Mr handsome", kata Briel di leher Jayden.
Tiba tiba pintu terbuka dan Karen melihat adegan mesra antara Briel dan Jayden.
"Aahh..mataku ternoda gara gara kalian", kata Karen.
Briel berusaha beranjak dari atas tubuh Jayden. Tetapi Jayden justru tak melepaskan Briel dan mencium Briel.
"Jangan mengganggu kami, anak kecil", kata Jayden.
"Kakaaaakk", teriak Karen dan menutup pintu kamar Jayden lagi.
"Hari ini kau ke kantor?", tanya Briel sembari berdiri.
"Hmm..aku dan daddy ada urusan penting di perusahaan", kata Jayden.
"Aku akan pergi bersama Karen...oh ya apakah kau tidak pergi ke pernikahan Gaby nanti malam?", tanya Briel.
"Tidak..aku akan ada meeting sampai malam bersama daddy kurasa..apa kau bisa datang kesana bersama Karen?", kata Jayden.
"Hmm...tidak masalah", jawab Briel.
"Baiklah..aku akan mandi dulu...cup", Jayden mengecup bibir Briel kemudian pergi ke kamar mandi.
Lalu Briel turun ke bawah untuk sarapan pagi.
"Dimana Jayden sayang?", tanya Fay.
"Dia masih mandi Aunty", jawab Briel dan duduk disebelah Karen.
James keluar dari kamarnya dan menuju meja makan. James mencium mesra Fay.
"Good morning honey", kata James tersenyum.
Briel senang melihat kemesraan Fay dan James meskipun usia mereka sudah tidak muda lagi.
"Good morning uncle", kata Briel.
James mengacak rambut merah Briel seperti yang dilakukan Jayden padanya.
"Apakah ada magnet dikepalaku sehingga orang orang suka sekali mengacak rambutku?", kata Briel dan membuat semua yang ada disana tertawa.
Setelah semua berkumpul di meja makan, merekapun memakan sarapan paginya bersama. Kehadiran Briel semakin membuat ceria suasana. Apalagi Karen merasa dirinya tak kesepian jika ada Briel di dekatnya.
"Kak..aku pinjam black cardmu..aku akan shopping dengan Briel nanti..bukankah kau menyuruh kami datang ke pernikahan teman kakak?jadi kami harus memakai baju yang indah bukan?", modus Karen.
Tanpa banyak bicara, Jayden memberikan black cardnya pada Karen.
"I love you so much kak..you're the best", Karen tersenyum lebar.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT HADIAH YAA ❤❤❤