
Ponsel Jayden tiba tiba berbunyi dan Jayden langsung mengangkatnya ketika nama Michael tampil di layar ponselnya.
"Halo uncle..apakah ada kabar dari Briel?", tanya Jayden tak sabar.
"Apakah kau benar benar mencintai Briel Jay?", tanya Michael.
"Apa maksud uncle? tentu saja aku sangat mencintainya", jawab Jayden.
"Baiklah..kalau begitu datanglah ke Auckland..ada yang ingin uncle sampaikan", kata Michael.
"Baiklah uncle..terima kasih..aku akan secepatnya terbang kesana", jawab Jayden.
Lalu Michael menutup teleponnya. Jayden semakin penasaran apa yang sebenarnya terjadi pada Briel.
Moodnya yang buruk membuat Jayden sering marah di perusahaan sejak Briel menghilang dari hidupnya. Jayden sudah kembali ke Moscow sebulan yang lalu.
Jayden segera mempersiapkan jet pribadinya dan terbang menuju New Zealand di malam harinya. Jayden tak membuang buang waktunya untuk bertemu dengan Briel.
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
Keesokan harinya, Jayden tiba di Auckland siang hari dan langsung menuju perusahaan Michael.
Michael menyuruh Jayden duduk di sofa ruangan kantornya.
"Ada apa Uncle?apakah ini sesuatu yang serius?", tanya Jayden melihat Michael yang terlihat serius.
"Ya ..ini sangat serius Jay..sekali lagi uncle bertanya padamu..apakah kau benar benar mencintai Briel?jika cintamu hanya sekedarnya saja lebih baik kau mundur sekarang..karena ini kau sedikit berat kau terima", kata Michael.
"Aku sangat mencintai Briel, uncle..apapun yang terjadi aku akan selalu mencintainya..apa yang terjadi padanya uncle? apakah dia baik baik saja?", tanya Jayden tak sabar.
"Dia tidak baik baik saja J.", Jawab Michael.
"Apa yang terjadi pada Briel?", Jayden berusaha tenang meskipun jantungnya sudah berdetak kencang.
"Beberapa bulan yang lalu, Briel mengalami kecelakaan ketika perjalanan pulang dari bandara", kata Michael hati hati.
Jayden tampak terkejut.
"Apa??? lalu dimana Briel sekarang Uncle?", teriak Jayden tanpa sadar.
Mendengar hal ini membuat Jayden bagai disambar petir di siang bolong. Jayden menutup wajahnya dan tanpa sadar dirinya menangis.
"Oh my God..my B", lirih Jayden.
Michael mencoba menenangkannya dengan menepuk punggungnya pelan.
Sesaat mereka terdiam. Jayden mulai tenang kembali.
"Dimana Briel sekarang uncle?", tanya Jayden pelan.
"Briel mengasingkan dirinya di sebuah kota kecil..dia tak mau mengikuti pengobatan yang disarankan oleh dokter..dia hopeless J...bahkan kedua orang tuanya tak bisa membujuknya sama sekali", kata Michael.
"Aku akan kesana dan membawanya apapun yang terjadi", kata Jayden.
"Uncle sangat berharap padamu J..uncle sudah menyiapkan helikopter untukmu..kau bisa berangkat sekarang..Jason menunggumu di sana", kata Michael.
"Terima kasih Uncle", Michael memeluk Jayden dan memberinya semangat.
Lalu Jayden keluar dari ruangan Michael dan langsung menuju helipad di atas gedung perusahaan Michael.
Michael menelepon Jason mengabarkan kepergian Jayden kesana.
Jason bersyukur akan hal itu. Setidaknya Jayden menerima Briel apa adanya meskipun dia tak tahu bagaimana reaksi Briel ketika melihat Jayden nanti.
1 jam kemudian, Jayden tiba di tempat tujuan. Jason sudah terlihat menunggunya disana.
"Halo nak..maaf merepotkanmu", kata Jason memeluk Jayden.
Lalu keduanya menuju ranch. Sepanjang perjalanan, Jason menceritakan apa yang terjadi pada Briel termasuk keadaan mentalnya setelah kecelakaan.
"Aku akan menikahi Briel secepatnya uncle..lalu aku akan membawanya ke moscow..apakah uncle tidak keberatan dengan hal itu?aku akan mengobatinya disana", kata Jayden.
"Ya Jayden..uncle berharap Briel kembali bahagia seperti dulu", kata Jason tersenyum haru.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN FAVORIT VOTE DAN HADIAH YAAA❤❤❤❤