
"Ada apa B?apa ada yang kau rasakan dengan kakimu?", tanya Jayden serius.
"Tidak bukan itu..kakiku sudah bisa mulai menerima rangsangan meskipun hanya sedikit", jawab Briel.
"Lalu tentang apa?", tanya Jayden lagi dan menatap serius wajah Briel.
Dia takut terjadi sesuatu yang buruk pada Briel.
"Tentang **** ..aku ingin melakukan hal itu dan kata dokter itu tidak masalah untukku", kata Briel santai tanpa beban.
Jayden membelalakkan matanya dan tertawa.
"Apakah ada yang lucu J?", tanya Briel dengan wajah cemberut.
"No...kita bahkan bisa melakukan hal ini sejak kita menikah ..tentu saja dokter memperbolehkan hal itu sayang", jawab Jayden sembari mengecup gemas bibir Briel.
"Benarkah?aku kira aku tak bisa melakukannya", kata Briel polos.
Jayden tertawa lagi dan memeluk Briel.
"J..stop laughing", kata Briel.
"Kau sangat polos baby..ya Tuhan", Jayden masih tertawa.
Briel memukul punggung Jayden kesal.
"Jadi kau ingin melakukannya sekarang?", tanya Jayden membelai pipi Briel lembut.
Briel mengangguk. Dia hanya ingin menjalankan tugasnya sebagai seorang istri dan memberikan hak Jadyen.
"Oh my God..seharusnya aku melakukan ini dimalam pertama kita menikah", Jayden tertawa pelan.
"Apa menurutmu aku bisa membuatmu bergairah J?", tanya Briel polos.
Jayden tertawa lagi.
"J..please..seriuslah", kata Briel kesal.
"Baby..kau tahu betapa berusahanya aku selalu menahan hasrat ketika melihat tubuh polosmu setiap kita mandi bersama?", Jayden menangkup pipi Briel.
"Benarkah?", tanya Briel dengan wajah polosnya.
"Oh my B...gadis ini memang benar benar menggemaskan", Jayden kemudian menggendong Briel dan membawanya ke kamar.
"Kita akan melakukannya sekarang?", tanya Briel lagi.
"Absolutely yes baby", Jayden mencium hidung mancung Briel.
Briel tertawa pelan sembari merangkul leher Jayden dan mengecup bibirnya.
Jayden menidurkan Briel di ranjang dan mulai membuka bajunya. Jayden juga membuka bajunya sendiri.
Ciuman Jayden mulai mengarah ke leher jenjang Briel dan kemudian menuju dada Briel yang selama ini sangat ingin disentuh oleh Jayden.
"Oh baby", desah Jayden.
Jayden mulai mengeksplorasi dada Briel yang lumayan besar dan seksi itu.
Briel mendesah ketika Jayden mulai mencium puncak dada Briel.
"Aahh Jayden..kita melewatkan waktu terlalu banyak sepertinya", kata Briel pelan.
Jayden tersenyum dan tangannya mulai menyentuh seluruh tubuh Briel.
Lalu Jayden membuka kaki Briel dan akan memulai inti dari kegiatan ini.
"Are you ready baby?", lirih Jayden.
"Hmm..cepatlah", Briel mengangguk.
Jayden tertawa dan mencium kembali bibir Briel dengan lebih bergairah. Lalu Jayden mulai memasukkan inti tubuhnya pada Briel.
Meskipun lumayan susah, tetapi akhirnya Jayden bisa menembus inti tubuh Briel yang masih sangat rapat.
"Aaahhhh..J...", desah Briel.
Jay mulai mengangkat kaki Briel dengan tangannya dan mulai menggerakkan pinggulnya dengan pelan agar Briel tak merasa kesakitan.
"Aku tak akan melakukannya terlalu lama B..aku takut kau kelelahan", kata Jayden.
"I love you J", bisik Briel dengan memegang erat bahu lebar Jayden.
Jayden dan Briel menikmati kegiatan panas pertama mereka dengan perasaan cinta yang mendalam.
Jayden menghentakkan pinggulnya dengan sedikit cepat dan membuat Briel semakin mendesah keras.
"I love you B", kata Jayden ngos ngosan.
Diakhir permainan, Jayden menghentakkannya dengan cepat tapi tetap lembut. Jayden memeluk tubuh Briel dan mencium lehernya.
Tangan Briel tampak mencengkeram punggung kekar Jayden ketika menikmati permainan Jayden yang membuatnya mencapai puncak kenikmatan.
Jayden akhirnya bisa melepaskan hasrat yang di tahannya pada sang istri. Dan dia merasa bahagia akan hal itu. Kelumpuhan Briel bukan suatu masalah bagi Jayden.
Begitu juga dengan Briel. Briel sudah menerima apa yang terjadi di hidupnya. Yang terpenting adalah Jayden selalu disampingnya dan menerima Briel apa adanya.
(Dah yaa...adegan pemersatunya yang slow dulu..ntar kalo dah pertengahan baru disajikan yang lumayan hot..wkwkwkkwk..😆😆😆)
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA. ❤❤❤