
21++ skip dulu aja kalo masih siang🙏🏻
"Keyla kau itu benar-benar.!!" Dion bangun dari lantai sembari memegangi pinggangnya yang terasa nyeri akibat terbentur lantai.
Dia menatap tajam pada Keyla yang sembunyi di balik selimutnya, kedua tangannya terlihat sibuk di balik selimut untuk membenarkan baju dan celananya yang tadi terlepas.
"Maaf Di, aku tidak sengaja." Ujarnya. Keyla reflek menendang Dion karna kaget.
"Tidak sengaja tapi bisa memakai tenaga dalam.?" Geram Dion kesal. Dia lalu naik lagi ke atas ranjang.
"Kau lupa ini malam pengantin kita.? Bisa-bisanya kamu tidur pulas seperti itu." Tuturnya tak habis pikir.
"Bagaimana kalau besok malam saja.? Aku lelah Di,," Tawar Keyla. Dia jadi bingung sendiri untuk menjalankan kewajibannya malam ini atau nanti.
Tubuhnya sedikit lelah dan mengantuk, pasti tak akan bisa sama-sama memuaskan, yang ada dia justru di puaskan oleh Dion.
"Aku janji besok malam akan,,,
"Euumm,,,," Bibir Keyla seketika di bungkam oleh ciuman panas. Dion dengan rakus melahap bibir sensual nan menggoda itu.
"Jangan harap bisa menundanya.!" Tegas Dion setelah melepaskan ciumannya. Nafas Keyla terlihat memburu karna Dion tak memberikan jeda untuk sekedar mengambil nafas.
"Baiklah, tapi aku harus cuci muka dulu,," Ujar Keyla pasrah. Akhirnya menuruti permintaan Dion walaupun masih mengantuk.
"Aku tunggu 10 menit.!" Dion membiarkan Keyla pergi ke kamar mandi. Dia bisa melihat kalau Keyla masih sangat mengantuk, apalagi tadi di bangunkan secara paksa olehnya dengan cara yang ekstrim.
Dion beranjak, dia mematikan lampu utama dan hanya menyisakan lampu tidur di kedua sisi ranjang. Suasana di dalam kamar seketika redup, tapi justru menambah kesan mendebarkan untuk menunggu kedatangan Keyla.
Duduk di sisi ranjang, malam ini Dion akan meminta haknya pertama kali sebagai suami.
Bayangan tubuh polos Keyla bahkan mulai menari-nari di kepalanya. Mungkin Dion akan langsung menerkam Keyla jika dia datang mendekat padanya. Bisa di pastikan permainan itu akan melewati malam yang panjang.
Dion menyipitkan mata, menatap siluet Keyla yang terlihat sangat seksi dalam cahaya temaram. Baju yang di kenakan Keyla tak lagi sama saat terakhir kali pamit ke kamar mandi. Kaki jenjangnya tak lagi di balut dengan celana piyama panjang, melainkan hanya di tutup rok mini di atas lutut. Begitu juga dengan tubuh bagian atas Keyla yang terlihat polos.
Kaki jenjang itu terus melangkah maju, semakin jelas di pandangan Dion jika saat ini Keyla hanya memakai lingerie tipis transparan.
Dion berdiri menyambut kedatangan Keyla di hadapannya. Tumbuh seksi Keyla semakin menantang dengan balutan lingerie warna maroon.
Sangat cocok untuk kulitnya yang seputih susu.
"Aku pernah datang padamu dalam keadaan seperti ini 5 tahun lalu." Ucap Keyla lirih. Dia menundukkan wajahnya yang merona. Sedangkan Dion menatapnya lekat, seperti bisa merasakan akan ada angin segar yang akan dia dengar.
"Semua yang ada dalam diriku adalah milikmu." Ujar Keyla lagi.
"I know,,," Bisik Dion.
Tak mau menyia-nyiakan kesempatan indah ini, Dion langsung merengkuh pinggang Keyla, satu tangannya dia selipkan di antara pipi dan leher Keyla. Hanya dalam hitungan detik, bibir keduanya sudah bertautan. Saling menye -sap dan melum -mat, tak ada lagi keraguan dan canggung dalam diri Keyla. Dia melakukan tugasnya sebagai seorang istri dengan baik.
"Sudah siap.?" Tanya Dion setelah melepaskan ciumannya.
Keyla mengangguk cepat, dia sudah paham bagaimana cara mengimbangi permainan Dion yang kelewat panas di atas ranjang jika melakukannya tanpa ada rasa malu ataupun canggung.
Tangannya tak tinggal diam, sudah menyusup di balik lingerie dan memainkan buah kenyal itu bergantian.
Tak puas melihat tubuh Keyla hanya menegang, Dion kini melahap salah satu pucuknya dengan rakus. Menye -sapnya kuat, sesekali membuat tanda di sekitarnya.
Desa-han Keyla mulai keluar, terdengar seksi hingga menambah gairah dalam diri Dion. Membuat laki-laki itu semakin buas menerkam santapan lezatnya.
Satu tangannya perlahan turun, menyingkap g-string dibawah sana. Dion memainkan jarinya di bagian inti Keyla yang terasa semakin basah.
Tubuh Keyla bergerak liar di bawah kungkungan Dion akibat rasa nikmat yang menjalar ke seluruh tubuhnya.
Desa- han dari bibirnya bahkan semakin menggema di telinga Dion.
Dion menyingkir, kini dia melepaskan kain yang melekat di tubuhnya dan membuangnya asal.
Setelah itu memposisikan diri di antara kedua paha Keyla, dia menyapunya dengan lidah.
Keyla meremas kuat rambut Dion, sesuatu dalam dirinya terasa akan meledak. Lenguhan panjang terus keluar dari mulutnya.
"Sekarang Di, please,,," Pintanya memohon. Keyla tak terlihat malu saat memohon pada Dion untuk segera membenamkan miliknya.
Rasa nikmat itu membuatnya tak bisa berfikir jernih dan menghilangkan rasa malu.
"Dengan senang hati,," Sahut Dion. Dia membuka lebar kedua kaki Keyla dan menghunjamkan miliknya dengan sekali hentakan.
Keyla menggigit bibir bawahnya untuk menahan teriakannya.
"Sakit Di,," Protes Keyla. Dion mengulas senyum smirk.
"Bukahkan kamu suka seperti itu." Katanya dengan senyum bangga.
"Bersiaplah,," Ujarnya semakin memacu dirinya dengan gerakan cepat dan menghentakan dalam.
Permainan itu membuat keduanya menggila. Saling meracau dan bersautan desa -han.
Dion memeluk erat tubuh Keyla dan mengubah posisi Keyla menjadi di atas hanya dengan sekali menggulingkan tubuhnya dalam dekapan.
"Saatnya kamu bekerja," Pinta Dion. Keyla mengangguk patuh, dia bergerak liar di atas tubuh Dion, mencari kepuasan sesaat yang tak bisa di ungkapan dengan kata-kata.
"Aarrhhg,, lebih cepat honey,,!" Pinta Dion. Dia sampai memegangi kedua pinggul Keyla dan membantunya untuk bergerak naik turun.
Permainan panas itu di akhiri dengan lenguhan panjang keduanya. Mereka mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya dengan rasa nikmat yang tak bisa di gambarkan.
Tubuh Keyla masih berada di atas Dion, keduanya saling mendekap dengan nafas yang memburu.
...*****...
maaf lama dan cuma bisa up dikit🙏🏻
Dari kemaren nggak ke kejar bikin bab ini karna lgi fokusin novel satunya.