My Secretary

My Secretary
6



Di dapur Brian sedang sibuk berkutat dengan masakan karena sebelum pergi Aurelie meminta Brian untuk membuatkan makan malam, karena di restoran tadi Aurelie tidak sempat makan apapun karena tidak berselera tapi sekarang dia merasa lapar.


Setelah membersihkan diri Aurelie dengan pakaian seksinya keluar dari kamar, bagaimana tidak seksi dia memakan lingerie yang membuat siapa saja yang melihatnya akan tergoda seperti Brian yang saat ini menahan diri untuk tidak menerkam bosnya.


Brian mengumpat dalam hati kenapa Aurelie tidak merasa takut berpakaian seperti itu terlebih ada laki-laki di hadapannya, apa jangan-jangan Steven.


"Ada apa brian?"


"Ahh tidak ada nona"


Karena tidak ingin ketahuan Aurelie bahwa Brian menatap penuh dengan minat dia melanjutkan pekerjaannya. Aurelie bukan pertama kalinya memakai pakaian tidur yang seksi di hadapan Brian jadi dia merasa nyaman dan tidak canggung karena sudah terbiasa. Tapi tidak bagi Brian meski sudah biasa tapi dia masih tetap tegang.


Setelah masakan selesai dan di sajikan Aurelie makan dengan lahap di temani Brian. meskipun Brian tidak makan tapi dia sudah merasa kenyang melihat pujaannya makan dengan baik. dalam hati Brian menggerutu bagaimana bisa Steven membuat Aurelie kelaparan.


"Terima kasih atas makanannya"


"Tentu nona"


Setelah membereskan meja makan dan mencuci piring kini saatnya hidangan buah sebagai pencuci mulut, Brian menghidangkannya di meja karena sekarang Aurelie sedang bersantai sambil nonton TV. Dan Aurelie menerima suapan dari Brian karena dia terlalu fokus dan membuat Brian gemas sendiri.


"Brian"


"Ya nona"


"Aku sudah mengutarakan isi hatiku"


"Ah benarkah, itu bagus nona dengan begitu orang tua nona akan senang"


"Ya tapi"


"Maaf nona sepertinya saya harus pulang ini sudah larut, nona juga sebaiknya istirahat"


"Apa kamu akan pulang sekarang, padahal ini masih sore"


"Baiklah, hati-hati di jalan"


Brian mengemudikan mobil dengan hati yang hancur tanpa mendengar kelanjutannya, dia keburu terbakar api cemburu meski dia sudah tau resikonya tapi tetap saja dia tidak rela jika harus melihat Aurelie bersanding dengan yang lain.


Brian tidak langsung pulang dia singgah di tempat biasa dia mencurahkan kemarahan dalam hatinya, sesampainya di sana Brian di sambut oleh bawahannya. Brian sebenarnya bukanlah sekertaris biasa saja tapi dia juga seorang ketua geng dia sekarang ada di markas tempatnya latihan.


dan profesinya sebagai sekertaris adalah topengnya untuk menyembunyikan identitas diri sebagai ketua geng. orang kepercayaannya lah yang memegang kendali ketika dia tidak berada di markas,


tapi saat ini Brian sedang latihan tinju membuat lawan mainnya kewalahan mengikuti langkah Brian, dari pojokkan orang-orang melihat bahwa Brian tidak seperti biasa, dan meminta latihan di hentikan.


"ada apa? kenapa berhenti!"


"maaf bos Anda tidak lihat sudah sepuluh orang pingsan, apa ada masalah bos?"


"tidak bisakah kalian lebih serius saat sedang latihan, lihatlah baru beberapa gerakan sudah ko."


Brian benar-benar kesal sampai anak buahnya takut dengan keadaan Brian saat ini.


"Brian ada apa?"


"tidak Ar, aku hanya merasa butuh latihan itu saja"


"jangan berbohong Bri, kita sudah lama saling kenal aku sudah tau bahwa ada yang sedang tidak beres disini"


"aku hanya merasa semakin hari jarak diantara kami semakin jauh.


mohon kritik dan saran


terima kasih