My Secretary

My Secretary
1



Di sebuah restoran mewah empat orang sedang melakukan meeting, dan hanya satu orang yang serius mendengarkan presentasi si sekertaris sedangkan dua orang lagi saling mengumpat dalam hati.


lihat bagaimana tidak fokus sang CEO jika melihat lawan meetingnya begitu sempurna seorang direktur muda yang cantik, elegan, pintar dan memiliki tubuh sexy.


"wah wah wah lihat dia begitu hebat dan sempurna"


sedangkan sekertaris direktur muda itu merasa sangat jengkel dan geram melihat perilaku CEO tersebut, memandang wanitanya ah,, tidak bosnya dengan lapar apakah bosnya ini tidak merasa risih. ingin sekali mencongkel mata si CEO dan menyeret si bos keluar dari ruangan itu.


ya setiap kali melakukan meeting di luar dia harus selalu itu meskipun sang bos menolak tapi sekertaris itu selalu keukeuh, karena tidak ingin bila bosnya ini di ganggu oleh para serigala lapar.


"aku tidak perduli jika di katakan posesif ataupu karena memang aku sangat mencintainya walaupun dia takkan pernah tau"


dan tentu saja direktur itu merasa risih dan tidak nyaman hanya saja dia profesional dan cuek tidak perduli akan hal itu yang lebih penting adalah pekerjaannya beres dengan cepat.


"aku tidak perduli dengan yang mereka pikirkan selama mereka tidak melewati batas, tidak ada yang lebih penting dari pekerjaanku" itu lah yang selalu dia ucapkan pada dirinya sendiri.


banyak laki-laki datang padanya bahkan tidak sedikit dari mereka melakukan hal yang konyol untuk mendapatkan perhatian si wanita, namun mereka tak pernah di hiraukan.


tepat pukul 12:00 siang meeting selesai dengan kesepakatan dari kedua belah pihak untuk bekerja sama.


"bagaimana bila kita makan siang terlebih dahulu nona Aurelie?"


"maafkan saya tuan Adam saya masih harus melanjutkan pekerjaan yang lain, terimakasih untuk tawarannya."


"apa tidak bisa di tunda sebentar saja saya kira itu tidak masalah"


"kalo begitu saya pergi dan terimakasih"


sang CEO merasa kesal karena gagal mengajak Aurelie makan siang, dia pun pergi membuat sekertarisnya bingung sendiri.


didalam mobil Brian masih merasa kesal kepada Adam karena berani mengajak Aurelie makan siang, sedangkan Aurelie sedang memejamkan mata karena merasa lelah dengan pertemuan tadi.


mobil pun berhenti di restoran yang biasa di singgahi Aurelie untuk makan siang, ya dia menolak makan siang Adam karena tidak mau membuatnya kehilangan nafsu makan dengan kata-kata yang akan membuat kupingnya sakit.


makanan sudah tersaji Aurelie dan Brian mulai makan dengan lahap tanpa gangguan dari siapapun, mereka makan bersama tapi tak pernah ada satu katapun keluar dari mulut keduanya.


Brian selalu merasa bahagia setiap kali makan di luar walaupun tidak ada pembicaraan setidaknya dia satu meja dengan pujaan hatinya.


setelah selesai makan mereka berlalu menuju kantor untuk menyelesaikan pekerjaan yang menunggu, sesampainya di depan gedung Aurelie berjalan menuju ruangannya di ikuti sekertarisnya.


sebelum masuk Aurelie meminta Brian untuk tidak membiarkan siapapun masuk kedalam ruangannya, karena dia tidak ingin di ganggu.


Brian pun dengan senang hati mengiyakan.


segera setelah duduk di kursi kebesarannya wanita cantik itu melakukan pekerjaan agar cepat selesai dan bisa segera pulang untuk beristirahat karena dia merasa sangat lelah sekali.


mohon kritik dan sarannya.


terima kasih