My Secretary

My Secretary
Bab 51



adegan ++ jangan travelling 😜🙏🏻


Dion meninggalkan Keyla di kamar mandi setelah membuat istrinya itu menggelinjang kenikmatan tanpa harus melakukan penyatuan. Memang itu yang ada din pikiran Dion saat menyeret paksa Keyla ke dalam kamar mandi. Dia hanya ingin mengerjai Keyla agar bisa melihat raut wajahnya yang berkabut gairah dan mendengar suara seksinya saat mende- sah.


Walaupun awalnya Keyla terus memberontak, tapi lama-lama tak bisa menghindari sentuhan tangan Dion. Tubuhnya justru jadi merespon dan meminta lebih hingga Dion semakin leluasa memberikan rangsangan di semua bagian tubuh sensitifnya.


"Kamu yang akan memohon untuk melakukannya nanti,," Gumam Dion lirih begitu menutup kamar mandi.


Tentu dia sangat yakin kalau Keyla akan ketagihan. Terus teringat dengan sentuhannya dan setelah itu tak perlu lagi memaksa Keyla karna di pastikan Keyla sendiri yang akan meminta padanya.


Sementara itu di dalam kamar mandi, Keyla baru saja masuk ke dalam bathtub. Dia berendam dengan nafas yang masih memburu. Dion membuatnya malu sekaligus memberinya kenikmatan.


Masih jelas bagaimana senyum Dion saat melihatnya melenguh panjang sembari meremas kuat rambut Dion. Posisi kepala Dion yang ada di bawah Keyla, membuat Dion bisa leluasa melihat ekspresi wajah Keyla kala itu.


"Manusia es itu benar-benar menyebalkan.!" Geram Keyla kesal. Apa lagi saat ingat Dion mengerjainya, pura-pura akan melakukan penyatuan saat dirinya sudah siap, tapi Dion berjongkok dan menggunakan cara lain untuk membuatnya mencapai *******.


Selesai mandi dan mengenakan baju, Keyla langsung keluar kamar untuk menyiapkan makan malam di dapur.


Langkahnya terhenti di ruang keluarga. Rupanya Leo dan Papa Surya sudah kembali. Mereka sedang duduk di sofa bersama Dion.


"Papa dan Leo habis darimana.?" Keyla berjalan menghampiri Leo dan duduk disebelahnya. Dia tak berani melirik ke arah Dion yang juga tengah duduk di sebelah Leo.


"Papa hanya mengajak Leo jalan ke taman biar tidak bosan." Jawabnya. Yuna mengangguk paham, dia tak mempermasalahkan hal itu selagi Leo senang dan Papa Surya juga bisa menghabiskan waktu bersama cucunya.


"Leo habis makan es krim vanila Mah,," Tuturnya.


"Oh ya,,? Pasti enak,,," Ujarnya menanggapi.


"Tapi jangan terlalu banyak ya makan es krimnya,"


Leo mengangguk patuh.


"Mama mau masak dulu,," Pamitnya pada Leo, beranjak dari duduknya sembari mengusap pucuk kepala Leo.


"Leo mau spaghetti Mah,,," Pinta Leo.


"Oke sayang, Mama buatkan dulu spaghettinya."


Keyla pergi ke dapur. Sampai beranjak dari ruang keluarga, Keyla sama sekali tak melirik Dion. Dia masih malu sekaligus kesal padanya.


Baru 15 menit di dapur, Keyla sudah mendapatkan gangguan. Padahal dia baru saja selesai menyiapkan bahan makanan dan baru akan memasaknya, tapi Dion tiba-tiba datang ke dapur dan berdiri di belakangnya.


"Bagaimana tadi, enak bukan.?" Bisiknya dengan senyum smirk. Keyla menoleh dengan mata yang melotot tajam. Dion benar-benar minta di jejali sambal kalau sudah berbicara. Ucapnya langsung membuat orang naik darah.


"Jangan berulah Di, aku harus memasak." Sahut Keyla kesal. Dia memilih mengabaikan Dion, mengambil penggorengan dan meletakkan di atas kompor. Mulutnya terlihat mencebik sejak Dion datang.


Walaupun sudah diberi teguran, Dion masih saja bersemangat untuk menggoda Keyla. Dia terus berdiri di dekatnya dan memperhatikan setiap gerak gerik Keyla.


"Aku bisa mengulanginya disini kalau kamu mau," Ujarnya dengan nada serius. Walaupun dalam hati menahan tawa.


"Kamu sudah gila Di.?" Tanya Keyla kesal. Bagaimana bisa Dion akan mengulangi hal itu lagi di dapur, sedangkan tak hanya mereka berdua yang tinggal di apartemen ini.


"Sudah sana pergi.! Jangan menggangguku.!" Keyla mendorong bahu Dion agar pergi dari dapur. Mood memasaknya jadi buruk gara-gara ulah suaminya itu.


Entah kenapa Dion semakin menjadi saja. Tindakan dan ucapannya semakin tak terkontrol.


...*****...


Malam itu Keyla bergegas masuk ke kamar lebih dulu. Awalnya dia sudah berfikir akan memberikan haknya pada Dion di malam pertama pernikahan mereka, tapi akibat ulah Dion tadi sore yang sudah membuatnya malu, Keyla jadi mengurungkan niatnya. Dia memutuskan untuk tidak memberikan haknya malam ini.


Terlebih saat melihat Dion dan Papa Surya sedang mengobrol serius di ruang keluarga, Keyla jadi punya kesempatan untuk menghindar. Dia akan tidur lebih dulu agar Dion tak berbuat sesuatu padanya.


Belum ada 10 menit merebahkan diri di atas ranjang, Keyla sudah terbang ke alam mimpi. Selain lelah karna habis memasak, kegiatan Dion tadi sore di kamar mandi juga cukup menguras tenaganya.


Hal itu yang akhirnya membuat Keyla cepat terlelap.


1 jam berlalu, Dion masuk kedalam kamar dan menguncinya. Sudut bibirnya terangkat melihat Keyla yang sudah berbalut selimut tebal di atas ranjang. Dion mengira jika Keyla sedang pura-pura tidur.


"Kamu pikir kamu bisa lolos malam ini,," Seru Dion.


"Aku pastikan kali ini kamu yang akan merengek untuk memintanya." Ujarnya lagi, dia sengaja mengeraskan suaranya agar di dengar oleh Keyla.


Namun karna Keyla sudah tertidur pulas, suara Dion sama sekali tak terdengar di telinganya.


"Jangan pura-pura tidur,," Kayanya sembari menarik selimut Keyla.


"Sial, dia benar-benar tidur,," Keluhnya saat melihat Keyla tak bergerak sedikitpun meski selimutnya di tarik. Tapi rupanya kejahilan Dion tak berhenti walaupun yang akan dijahili dalam keadaan tertidur.


Senyum di bibir Dion justru terlihat semakin licik.


Dia naik ke atas ranjang dengan hati-hati dan duduk di samping tubuh Keyla yang terlentang. Tangan jahilnya mulai beraksi, melepaskan satu persatu kancing baju tidur Keyla hingga terlepas seluruhnya.


Perut putih dan buah kenyal yang menantang itu membuat Dion menelan saliva. Dia terlihat tidak sabar untuk membenamkan wajahnya di sana dan memainkannya. Namun Dion menahan diri karna dia ingin membuat Keyla yang memintanya lebih dulu.


"Eumm,,," Keyla menggeliat, tangan Dion yang bergerak lembut di bawah sana, memberikan sensasi hingga masuk ke alam mimpi.


Dion tersenyum puas melihat reaksi Keyla dan semakin bersemangat untuk mengerjainya.


Semakin lama justru terdengar desa- han lirih dari bibir Keyla, wanita itu terlihat sangat menikmati. Tubuhnya bergerak, namun masih dalam keadaan tertidur.


"Kau itu sudah bangun dan pura-pura tidur, apa masih tidur.?" Kata Dion. Dia sampai geli sendiri memperhatikan reaksi Keyla. Ada rasa tidak tega tapi gemas melihatnya.


Tubuh Keyla menegang, saat itu juga Dion menyingkirkan tangannya dari sana. Tak berselang lama Keyla terbangun, dia heran melihat Dion yang duduk di sebelahnya dan tersenyum mencurigakan.


"Di, kamu sedang apa.?!" Seru Keyla.


"Memuaskanmu, memangnya apa lagi." Jawab Dion enteng.


"Kamu bahkan sampai mende -sah." Katanya sembari menahan tawa.


Keyla langsung bangun, tapi saat itu juga di buat syok lantaran tubuh bagian bawahnya hanya berbalut celana dlm dan kancing bajunya sudah terbuka seluruhnya.


"Aaaaah,,, Dion.!!" Teriak Keyla, dia langsung menendang perut Dion sampai laki-laki itu terjungkal ke belakang dan jatuh dari atas tempat tidur.