My Secretary

My Secretary
Bab 17



Leo dan Naura duduk di jok belakang. Keduanya langsung sibuk membongkar mainan yang baru saja mereka beli. Asik berbicara sendiri dan saling menunjukkan mainannya masing-masing.


Kalau saja tidak ada Naura dan Leo di dalam mobil itu, sudah di pastikan tidak akan ada suara apapun di dalam mobil, karna sampai saat ini Dion dan Keyla saling diam membisu.


Keyla sibuk dengan pikirannya tentang kehamilan wanita itu. Dia tidak menyangka hubungan Dion dan wanitanya sudah sampai sejauh itu.


Mungkin Keyla salah jika memikirkan hubungan mereka dan terkesan ingin tau. Tapi sama sekali tidak ada maksud apapun di baliknya. Hanya saja Keyla merasa penasaran kenapa Dion bisa sampai berbuat sejauh itu.


Sampai mobil mereka berhenti di halaman rumah Celina, tidak ada obrolan apapun yang terjadi di antara Dion dan Keyla.


"Terimakasih Di,," Ucap Keyla begitu dia selesai menurunkan anak - anak dan mainan milik mereka.


Dion tidak menjawab, dia hanya melirik sekilas kemudian pamit untuk pulang pada putranya.


"Hati-hati di jalan Papa,," Seru Leo. Dia balas mencium pipi Dion, kemudian bergegas masuk ke dalam rumah menyusul Naura yang sudah lebih dulu berlari ke dalam sembari membawa mainannya.


Keyla tersenyum tipis pada Dion, kemudian beranjak untuk menyusul mereka ke dalam.


"Bukan aku yang menghamilinya." Seru Dion tegas. Dia ingin memberi tau Keyla kalau anak yang ada di dalam kandungan Viona bukan darah dagingnya.


Keyla menghentikan langkah, setelah itu berbalik badan untuk menatap Dion.


Jujur, Keyla tidak mau tau tentang kehidupan pribadi Dion. Bahkan tidak membutuhkan pengakuan seperti itu dari Dion. Dihamili Dion atau bukan, itu sama sekali tidak ada urusannya dengan dirinya.


Sejauh ini Keyla sadar kalau hubungan dia dan Dion' hanya sebatas partner untuk merawat dan membesarkan Leo, jadi klarifikasi seperti itu sama sekali tidak di butuhkan oleh Keyla.


Apalagi Dia sudah tidak menginginkan Dion untuk kembali, karna saat ini hanya kata maaf yang ingin Keyla dapatkan dari Dion.


Sejauh ini hidupnya tidak bisa tenang kalau Dion belum memaafkannya.


"Itu urusan pribadi kamu Di, aku tidak berhak tau dan tidak mau tau." Tutur Keyla lembut.


"Aku sudah terlalu banyak memberikan luka dan mengecewakan kamu, saat ini aku hanya bisa berdoa yang terbaik untuk hidup kamu."


"Siapapun wanita yang kamu pilih untuk menjadi ibu sambung Leo dan anakmu kelak, aku yakin dia adalah wanita yang terbaik untuk kamu."


Ucap Keyla tulus. Dia benar-benar ikhlas melihat Dion bahagia dengan wanita pilihannya kelak.


Dion berhak bahagia, dia berhak untuk di bahagiakan.


"Aku masuk dulu." Pamit Keyla. Dia kembali melempar senyum pada Dion dan masuk ke dalam rumah.


"Sial.!" Umpat Dion. Entah mau di taruh dimana wajahnya saat ini. Dia benar-benar malu pada Keyla. Dia menyesal karna sudah mengatakan hal yang tidak penting itu, sedangkan Keyla sama sekali tidak bertanya tentang kehamilan Viona.


Kalau bisa memutar waktu, Dion ingin menarik ucapannya tadi. Itu benar-benar memalukan. Dia jadi seperti memberikan penjelasan pada kekasihnya, berusaha untuk tidak membuat kekasihnya marah dan salah paham setelah melihat wanita hamil bersamanya.


"Dasar bodoh.! Siapa juga yang bertanya." Gumamnya sembari masuk kedalam mobil. Dion merutuki kebodohannya sendiri.


Dion mengambil ponsel, dia menghubungi ayah dari anak yang ada di dalam kandungan Viona.


"Jangan main-main denganku breng sek.!" Geram Dion begitu sambungan terhubung.


"Aku sudah memberikan uang yang kamu minta, kenapa membiarkan Viona berkeliaran dan muncul di hadapanku.!" Dion terus memaki-maki pria itu tanpa memberinya kesempatan untuk bicara.


"Kalau sampai aku melihatnya lagi, aku akan membuang kalian berdua ke hutan.!" Ancam Dion tegas. Dia lantas mematikan sambungan telfonnya. Sedikitpun enggan mendengarkan penjelasan dari pria itu.


Melempar ponsel ke jok samping, Dion bergegas melajukan mobilnya dan pergi dari kediaman Papa Adiguna.


Kemunculan Viona di pusat perbelanjaan, membuat suasana hati Dion seketika memburuk.


Dia menyesal telah masuk ke club malam sampai akhirnya harus terjebak dengan wanita gila seperti Viona.


...****...


Keyla menghela nafas. Dia menggelengkan kepala melihat taksi online yang dia pesan telah di usir oleh Arkan.


Sebenarnya buka diusir, karna Arkan memberikan uang pada supir itu bahkan 2 kali lipat. Jadi supir itu tetap sampai ke kantor, sesuai dengan tujuan Keyla. Hanya saja tanpa penumpang karna penumpangnya di ambil paksa oleh Arkan.


"Benar-benar apa.?" Tanya Arkan dengan senyum smirk yang meledek. Dia justru senang melihat Keyla cemberut dengan bibir yang mencebik.


"Silahkan masuk nona cantik,,," Arkan membukakan pintu dan mempersilahkan Keyla untuk masuk ke mobilnya.


Kembali menghela nafas, Keyla terpaksa masuk. Dia tidak punya pilihan lain. Arkan sudah ada di dapan mata, tidak mungkin untuk menolak ajaknya.


"Besok dan seterusnya, tidak perlu lagi memesan taksi. Aku akan datang setiap pagi." Kata Arkan setelah masuk kedalam mobil.


Keyla langsung menggelengkan kepalanya.


"Terimakasih, tapi kamu tidak perlu melakukannya. Aku tidak mau merepotkan." Tolak Keyla halus.


"Sekalipun kamu menolak, aku akan tetap datang menjemput kamu." Sahut Arkan enteng. Dia tidak peduli dengan penolakan Keyla karna saat ini sedang berusaha agar semakin dekat dan bisa bertemu dengan Keyla setiap hari.


"Ya ampun, kamu itu benar-benar,,,,"


"Tampan.!" Potong Arkan cepat.


"Terimakasih, Aku tau aku memang tampan." Lanjutnya lagi dengan percaya diri, tapi kemudian terkekeh.


"Laki-laki memang tampan, kalau cantik namanya perempuan." Balas Keyla datar.


"Benar. Kamu perempuan, itu sebabnya kamu cantik. Sangat cantik." Arkan bicara sembari melirik Keyla dengan tatapan dalam.


Keyla mematung. Bukan karna pujian yang keluar dari mulut Arkan, melainkan karna tatapan mata Arkan yang di penuhi dengan kekaguman serta cinta di dalamnya.


"Terimakasih." Keyla terkekeh kecil, dia berusaha untuk bersikap santai dan biasa saja. Dia tidak mau terlalu menanggapi perlakuan Arkan yang sangat terlihat jelas ingin mendapatkan hatinya.


Bukan tanpa alasan untuk tidak menanggapi Arkan. Dia memang laki-laki yang baik dan sopan, namun saat ini Keyla hanya ingin fokus bekerja untuk masa depannya dan masa depan Leo. Keyla juga ingin fokus mendapatkan maaf dari Dion agar ke depan bisa hidup dengan tenang. Jika sudah mendapatkan maaf dari Dion dan Dion sudah bisa bersikap normal padanya, mungkin setelah itu baru akan mulai memikirkan untuk mencari pendamping, itupun akan meminta persetujuan lebih dulu dari Leo.


"Terimakasih, hati-hati di jalan." Ucap Keyla sembari melambaikan tangan pada Arkan dan mengulas senyum tipis.


Arkan balas melambaikan tangan dan menebarkan senyum mautnya yang melelehkan hati, tapi tidak berlaku untuk Keyla.


Dari kejauhan, seseorang menatap interaksi mereka dengan tatapan tajam. Terlihat jelas tidak suka melihatnya.


Masuk ke dalam ruang kerjanya, Keyla sedikit kaget melihat Dion yang sudah berada di dalam.


"Selamat pagi Pak,,," Sapa Keyla ramah, namun Dion hanya menoleh tanpa menjawabnya.


...******...


...Pengumuman Pemenang Give Away ke 7...


Selamat untuk 5 orang pemenang yang keluar no undian.


Masing - masing mendapat pulsa 20k, silahkan kirim DM ke Instagram r.wulland, DM No HP + screenshot akun noveltoon / mangatoon masing².


Nama Pemenang :



O Liv


May .Nst


Guest1053669156


Siti Aisyah


Chalysta Ariev



Buat yang belum menang, bulan depan bisa ikutan lagi di novel "Terjebak Pernikahan Kontrak".