
Di restoran mewah terlihat dua orang tengah duduk dengan tenang menikmati hidangan yang tersaji di depannya dan hanya satu orang yang terlihat benar-benar menikmatinya, sedangkan satu orang lagi tengah bingung memikirkan Jawaban yang akan di berikan kepada orang di hadapannya.
Karena melihat orang dihadapannya tidak makan akhirnya Steven menghenghentikan makannya dan mengganti dengan hidangan penutup.
"Apakah makanannya tidak sesuai dengan seleramu?"
"Tidak, aku hanya merasa masih kenyang"
"Kalo begitu kita minta hidangan penutup"
"Itu bagus"
Akhirnya dengan berani Aurelie memulai pembicaraan, dia mengatakan apa yang hatinya rasakan selama mereka jalan bersama. meski bisa di katakan hanya beberapa kali saja.
"Emmmmm, tuan steven"
"Tunggu, bisakah kamu memanggilku tanpa embel-embel tuan, rasanya begitu aneh''
"Baiklah steven, aku akan menjawab pernyataan yang kamu ajukan beberapa hari yang lalu. Aku rasa sekarang ini waktunya"
"Aku sudah siap dengan apapun jawaban yang akan kamu berikan"
"Jujur Steven jauh di lubuk hatiku tidak ada tempat untukmu, maaf sebelumnya mungkin ini menyakitkan tapi inilah yang aku rasakan. Kamu orang yang hebat, mapan, tampan, dan baik tapi itu tidak cukup bagiku untuk membuka hatiku untukmu"
Untuk sesaat Steven terpaku berpikir apa yang kurang darinys sehingga Aurelie menolak lamarannya, dia mengatakan seolah Steven adalah laki-laki sempurna tapi tidak cukup baginya untuk jatuh hati padaku. Sedangan di luar sana banyak yang mengantri ingin menjadi pasangannya sungguh wanita yang aneh.
"Lalu apa yang membuatku tidak cukup baik untukmu?"
"Tidak semua yang ada padamu baik tapi yang tidak baik adalah aku karena tidak bisa memulai hubungan yang baru"
"Kalau begitu ayo kita coba setidaknya tunangan terlebih dahulu"
"Kita bahkan belum memulainya bagaimana kamu bisa seyakin itu?"
Aurelie merasa kesal karena Steven sangat keras kepala dan mulai membuat Aurelie jengah, yang membuat Aurelie tidak yakin karena dia sudah tau seperti apa Steven orang. Setelah dia meminta orang menyelidiki latar belakang Steven, walau pun dari keluarga berpendidikan tapi dia orang yang sangat keras kepala dan pemaksa.
"Aku akan memberimu waktu lagi, jadi coba pikirkan kembali lamaranku, dan aku harap kamu tidak mengecewakanku"
"Baiklah sebelum aku mendapatkan jawabannya, tolong jangan temui aku dulu"
"Oke tidak masalah, aku beri waktu satu Minggu"
Menyebalkan itu yang dipikirkan Aurelie setelah melihat tingkah Steven yang memaksa. Akhirnya mereka pulang dengan kendaraan masing-masing karena Aurelie sebelumnya meminta supir untuk menjemputnya, dia tidak ingin mendengar ocehan Steven yang selalu menyanjung diri sendiri.
"Silahkan masuk nona"
"Kamu, dimana pak bud? Kenapa budak dia yang menjemput ku"
"Pak bud sedang sakit perut jadi aku yang akan mengantar nona pulang"
"Ya sudah, Steven terima kasih untuk makan malamnya dan sampai jumpa lagi"
"Tentu, semoga selamat sampai tujuan. BerHati-hatilah sekertaris Brian saat berkendara dan tolong jaga nona mudamu"
Brian hanya mengangguk dan masuk ke kursi kemudi, Aurelie duduk samping kemudi. Sedangkan Steven tersenyum dan berpikir bahwa Aurelie pasti akan menjadi miliknya.
Keheningan melanda tidak ada pembicaraan di antara ke duanya, sampai di parkiran apartemen mereka masih bisu dan akhirnya sebelum turun Aurelie meminta Brian untuk mampir dahulu.
mohon kritik dan saran.
terima kasih.