My Secretary

My Secretary
Bab 28



Keyla, Dion berserta Leo sedang sarapan di meja makan. Pemandangan itu terlihat sangat manis, seperti keluarga kecil yang bahagia. Meski raut wajah Keyla tidak mendukung lantaran terlihat canggung, tapi tak membuat kesan keluarga bahagia itu luntur.


Bunyi bel memaksa Keyla harus beranjak karna tidak mau mengganggu Dion yang sedang fokus menyantap makanannya.


Keyla ke depan, membukakan pintu apartemen.


Dilihatnya wanita paruh baya dengan tampilan sederhana berdiri di depan pintu dan mengulas senyum lebar padanya.


"Selamat pagi Bu, nama saya Anah."


"Kemarin suami Ibu menyuruh saya datang untuk mengasuh anak Bapak dan Ibu." Tuturnya dengan bahasa dan suara yang lemah lembut.


Keyla sempat diam, berfikir sejenak tentang pengasuh di depannya. Dia merasa ada yang aneh lantaran Dion sudah menyewa pengasuh untuk menjaga Leo sejak kemarin. Padahal dia dan Leo baru datang semalam.


Apa bisa mendapatkan pengasuh hanya dalam semalam.?


Keyla mulai menaruh curiga, seakan semuanya sudah di atur oleh Dion dengan baik.


Tapi tentang tuduhan Celina sampai akhirnya membuat dirinya harus keluar dari rumah itu, rasanya tidak mungkin jika di buat-buat. Celina bahkan terlihat sangat cemburu padanya.


"Maaf, Bu,,," Bu Anah memanggil Keyla lantaran sejak tadi melamun.


"Ah iya, silahkan masuk Bu." Keyla mempersilahkan Bu Anah untuk masuk kedalam agar bisa bicara lebih lanjut dengan Dion lantaran dia tidak tau apapun masalah ini.


...*****...


"Mama berangkat dulu ya sayang, Leo jangan rewel sama Bibi,," Pamit Keyla pada putranya. Leo mengangguk patuh. Untung saja Leo bersedia di tinggal dan di asuh oleh Bi Anah. Pembawaannya yang lembut dan terlihat menyayangi anak-anak, membuat Leo langsung dekat dengannya.


Dion juga pamit pada Leo, mencium pucuk kepala dan mengusapnya.


"Papa kerja dulu sayang." Ucap Dion lalu keluar dari apartemen bersama Keyla.


"Hati-hati dijalan Mama, Papa,,," Seru Leo. Senyumnya merekah sempurna, bahkan sejak ia bangun tidur, raut kebahagiaan terus terpancar dari wajah Leo. Mungkin karna Leo tau kalau sekarang dia akan tinggal bersama kedua orang tuanya.


"Kamu kenapa nggak bilang kalau cari pengasuh, Di.?" Keyla baru menanyakan hal ini begitu keluar dari apartemen. Dia takut menyinggung Bi Anah jika membahas hal ini dan di dengar olehnya.


Dion hanya memberikan lirikan sekilas dengan tatapan datar. Pertanyaan yang di ajukan oleh Keyla seolah tidak menarik untuk di jawab. Dia terus melangkah tegap, menekan tombol lift dan masuk begitu saja. Hal itu membuat Keyla buru-buru menyusul sebelum pintu lift kembali tertutup.


"Apa Bibi tadi bisa di percaya.? Kita baru melihatnya hari ini, bagaimana kalau dia berbuat kasar pada Leo.?" Keyla masih terus mencecar Dion. Dia enggan berhenti sebelum mendapatkan jawaban yang menyakinkan. Karna saat ini perasaan Keyla tidak tenang, dia khawatir pada Leo.


Meski Bi Anah terlihat sangat baik, tapi tidak ada yang tau seperti apa sifat aslinya.


"Kenapa harus khawatir seperti itu, aku mencari pengasuh di yayasan ternama, dia tidak akan macam-macam pada Leo."


"Lagipula aku memasang cctv di apartemen, aku masih bisa memantaunya sesekali lewat ponsel." Jawab Dion.


"Karna yang sedang di titipkan itu nyawa Di, darah dagingku, bagaimana aku bisa tenang meninggalkan anakku dengan orang yang belum aku kenal." Ungkap Keyla cemas.


"Leo juga anakku, darah dagingku, jadi aku tidak mungkin ceroboh dalam memilih pengasuh untuknya." Sahut Dion.


"Apa lagi yang kamu khawatirkan.?" Dia menatap Keyla yang masih terlihat gelisah.


"Kalau kamu masih tetap khawatir, sebaiknya tidak perlu bekerja hari ini. Di rumah saja untuk mengawasi pengasuh Leo dan menilai langsung bagaimana karakternya." Dion memberi usul, itu pilihan yang baik dari pada harus di cecar pertanyaan terus oleh Keyla.


"Tidak perlu, aku percaya kamu akan memberikan yang terbaik untuk Leo." Ucap Keyla. Pada akhirnya dia percaya dengan ucapan Dion. Leo sangat berharga untuk Dion, jadi sudah pasti Dion tidak akan mengambil resiko.


...****...


Kedatangan Dion dan Keyla di perusahaan, menjadi pusat perhatian semua karyawan. Semua mata tertuju pada atasan dan sekretarisnya yang datang bersama. Tatapan mata yang terlihat kaget dan tak tidak percaya dengan apa yang ada di hadapan mereka.


Beberapa bahkan terlihat saling berbisik, entah apa yang mereka bicarakan. Tapi yang jelas, Keyla mencurigai dalang di balik bisikan dan tatapan mata mereka.


Dugaannya tadi malam sepertinya benar. Gosip antara dia dan Dion pasti sudah menyebar luas. Jonathan pasti sudah mengatakan pada salah satu karyawan di perusahaan ini sampai akhirnya berita itu langsung menyebar.


"Ya ampun, ini pasti ulah Joe.!" Gumam Keyla sewot. Dia sudah tidak sabar untuk bertemu Joe dan menginterogasinya.


"Ada apa.?" Tanya Dion dengan santainya, dia cuek saja dengan situasi yang janggal di depan matanya. Padahal jelas-jelas semua orang menatap ke arahnya dan saling berbisik.


"Apa Bapak tidak lihat, mereka semua sedang membicarakan kita." Tutur Keyla berbisik. Dia hanya mengangkat kedua bahunya acuh.


Mendengar hal itu, Keyla memilih untuk berjalan mendahului Dion dan masuk ke lift karyawan.


"Dasar manusia kaku." Keyla menggerutu pelan.


Rupanya sudah berjauhan dengan Dion pun, dia masih mendapat tatapan aneh dari karyawan yang berada di dalam lift.


"Oh my god.!"


"Awas saja kamu Joe.!"


Geram Keyla dalam hati.


...****...


"Tunggu dulu Joe.!" Seru Keyla saat Joe akan keluar dari ruangan Dion.


Tadi saat Joe masuk dan menyerahkan laporan pada Dion, Keyla menahan diri untuk tidak langsung menegurnya. Dia membiarkan Joe menyelesaikan urusannya dulu dengan Dion. Dan inilah saatnya untuk menegur Joe yang telah membuat suasana di kantor terasa tidak nyaman untuk Keyla.


"Ada apa.?" Joe menoleh dengan wajah santainya. Dia jadi cuek dan tidak lagi menunjukkan perasaannya pada Keyla.


"Aku tau, pasti kamu yang menyebarkan gosip di kantor kan.?" Tuduh Keyla tanpa basa-basi. Sebenarnya tuduhannya juga beralasan, memangnya siapa lagi yang akan menyebarkan gosip ini selain Joe, karna hanya Joe saja yang mengetahuinya.


"Aku menyebarkan fakta, bukan gosip." Jawab Joe. Tak di sangka ternyata Joe langsung mengakuinya.


"Pernikahan bukan aib kan.? Jadi itu bukan gosip, tapi kabar bahagia." Ucapnya santai.


"Tapi aku heran saja, kenapa ada wanita yang mau menikah dengannya, apalagi wanita itu secantik dan selembut kamu,," Terangnya dengan nada sindiran.


Dion yang sejak tadi hanya menyimak obrolan Keyla dan Joe, kini mulai memberikan respon dengan tatapan tajam yang di arahkan pada Joe.


"Kamu hanya perlu bilang Joe kalau sudah bosan bekerja denganku.!" Ucap Dion penuh penekan.


Kalimat sindiran dari Dion mengandung ancaman yang membahayakan. Tidak mau berbuntut panjang, Joe segera keluar dari ruangan mereka.


"Sambil menyelam minum air, jangan terlalu mesum di kantor." Seru Joe sebelum menutup pintu.


"Sialan.!" Umpat Dion kesal.


Seketika suasana di dalam menjadi canggung. Keduanya saling melirik namun tidak ada yang bersuara.


...*****...


1 minggu tinggal bersama di apartemen Dion, keyla merasa semakin tidak nyaman. Doa sudah sering meminta ijin pada Dion untuk keluar dari apartemen dan mencari tempat tinggal lain, namun Dion selalu melarangnya.


Lagi-lagi Leo selalu di jadikan alasan.


Dion bilang, dia ingin tinggal berdekatan dengan Leo. Sedangkan di lantai ini tidak ada apartemen yang kosong.


Dion tidak memperbolehkan Keyla dan Leo pindah, kecuali jika pindah di satu lantai yang sama.


"Leo tidur Di, pindahkan saja ke kamar." Keyla menghampiri Dion di ruang keluarga. Dion sedang memangku Leo yang tertidur. Mereka berdua baru saja main bersama dan berakhir dengan menonton film anak-anak hingga Leo tertidur.


Dion beranjak, menggendong Leo dan membawanya ke kamar.


"Makasih Di,," Ucap Keyla setelah Dion meletakkan Leo di ranjang. Tapi Dion tidak menjawab, dia justru merebahkan diri di samping Leo dan memejamkan mata.


"Loh,, kenapa ikut tidur disini Di.?" Keyla menatap heran.


"Ini rumahku, aku bebas tidur mana saja." Jawabnya enteng. Dion memejamkan mata tanpa memperdulikan lagi suara Keyla yang terus protes padanya.


Dengan terpaksa, Keyla tidur di sofa ruang keluarga. Dia membiarkan Leo dan Dion tidur berdua.


...****...


Mampir ke novel Terjebak Perjodohan, Karya Author LisNH_