
Baru kali ini Keyla tidur dengan sangat nyenyak dan nyaman, dia bahkan enggan untuk membuka mata meski sinar mentari sudah masuk kedalam kamar dan terasa menyilaukan.
Bukannya membuka mata, Keyla justru berbalik badan dan balas memeluk tubuh Leo yang sejak tadi memeluknya dari belakang.
Tunggu.? Leo.?!!
Di tengah-tengah kesadarannya, Keyla bergumam dalam hati.
Dia lantas membuka matanya karna merasa janggal setelah sadar bahwa tubuh yang ia peluk bahkan lebih besar darinya.
"Aaaaaaakhhh,,," Teriak Keyla dengan kedua mata yang membulat sempurna. Dia sudah menduga hal ini, karna tidak mungkin tubuh Leo tiba-tiba menjadi sangat besar melebihi dirinya.
"Berisik sekali.!" Ketus Dion. Dia bangun lantaran kaget mendengar teriakan Keyla.
Laki-laki itu santai saja berada di atas ranjang yang sama dengan Keyla. Raut wajahnya terkesan cuek, seolah menganggap hal seperti ini biasa saja.
Berbeda dengan Keyla yang panik, bingung sekaligus canggung.
Entah bagaimana caranya dia bisa berada di kamar Dion, padahal semalam dia tidur di sofa ruang keluarga karna Dion tidak di kamar Leo.
Tapi begitu membuka mata, dia malah berada di kamar Dion beserta pemiliknya.
"Di,, ba,,bagaimana aku bisa ada disini.?" Tanya Keyla gugup. Dia menarik selimut, menutupi tubuhnya yang berbalut piyama. Walaupun dia memakai celana panjang, tapi masih tetap membalutnya dengan selimut karna malu.
"Mana aku tau." Jawab Dion cuek. Dia lantas turun dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi.
"Tapi Di, tadi malam aku tidur di sofa. Kenapa tiba-tiba ada kamar kamu.?" Keyla bertanya lebih keras lagi.
"Mungkin saja ada hantu yang memindahkanmu kesini." Jawab Dion asal.
"Termasuk kamu yang di pindahkan oleh hantu itu.? Karna semalam kamu juga tidur di kamar Leo."
"Atau kamu yang jadi hantunya.?" Tuduh Keyla yakin. Sudah pasti ini ulah Dion. Tidak mungkin di jaman yang sudah modern seperti ini ada hantu yang masih mau memindahkan orang ke kamar. Baik sekali jika memang ada yang seperti itu.
Dion hanya mengangkat kedua bahunya acuh, lalu masuk begitu saja ke dalam kamar mandi.
Keyla berdecak kesal, dia bergegas turun dari ranjang dan buru-buru keluar dari kamar Dion.
Entah sejak jam berapa Dion memindahkannya ke kamar, pantas saja sangat nyaman. Padahal saat berbaring di sofa, Keyla kesulitan untuk memejamkan mata.
Keyla masuk ke dalam kamar Leo untuk mengeceknya. Rupanya putra tampannya itu masih pulas tertidur. Keyla mendekat, mendaratkan ciuman di kening Leo.
Putranya itu memang terlihat lebih bahagia setiap kali mereka bertiga bersama.
...*****...
Keyla berkutat di dapur setelah membersihkan diri. Untung saja hari ini weekend, jadi tidak masalahnya meski ia bangun kesiangan.
Selesai membuat nasi goreng untuk sarapan, Keyla kembali ke kamar Leo untuk membangunkannya. Dia terkejut melihat Dion yang ternyata berada di dalam, Leo juga sudah bangun. Ayah dan anak itu sedang bercanda di atas ranjang. Dion membuat Leo tertawa geli lantaran menggelitiki pinggangnya.
"Sarapan dulu Di," Ujar Keyla. Dia berjalan menghampiri keduanya.
Kecerian itu berhenti sejenak karna pandangan mereka tertuju pada Keyla.
"Ayo sayang, kita makan dulu." Ajak Keyla pada Leo. Dia merentangkan kedua tangannya untuk menggendong Leo.
"Papa,, ayo kita gelitikin Mama." Dengan wajah jahilnya, Leo menarik kedua tangan Keyla hingga ia terduduk di ranjang.
"Ya ampun Leo, jangan sayang,," Tubuh Keyla sudah bergerak kesana kemari akibat digelitiki oleh Leo. Bocah itu justru tertawa senang karna bisa menjahili Mamanya.
"Papa cepat gelitikin Mama,," Sebelah tangan Leo menarik tangan Dion agar ikut menggelitiki Keyla.
"Jangan Di,,!" Pinta Keyla. Dia memberikan kode pada Dion dengan gelengan kepala agar tidak menuruti permintaan Leo.
Dion pasti tidak akan melakukannya karna dia tau jika Keyla paling tidak tahan kalau digelitiki seperti itu.
"Sini Papa bantu." Ucap Dion datar. Rupanya dia tidak mengindahkan larangan Keyla, justru telihat semangat untuk menggelitiki Keyla dengan menahan lengannya agar tidak kabur.
"Ya ampun Leo, Dion,,! Stop,,," Seru Keyla. Anak dan Ayah itu justru terlihat senang telah membuat Keyla bergerak kesana kemari dan mengeluarkan tawa geli bercampur kesal.
Keduanya baru mau berhenti saat Keyla meneteskan air mata. Wajahnya cemberut, dia segera beranjak dari ranjang.
"Ayo makan Leo,," Anaknya sembari berlalu keluar.
"Tapi Papa juga ikut gelitikin Mama," Leo tak mau disalahkan sendiri.
"Apa Mama marah.?" Tanya Leo dengan raut wajah sedih. Dion menggeleng tidak tau.
"Kita minta maaf saja sama Mama, Ayo Papa,,," Leo menarik tangan Dion dan mengajaknya meminta maaf pada Keyla.
Permintaan Leo membuat Dion melongo, tapi dia tidak bisa menolaknya.
"Mama,,,," Leo memeluk Keyla dari belakang. Keyla yang tengah menuangkan air minum, menoleh kebelakang dan tersenyum.
"Leo sama Papa mau minta maaf, iya kan Papa.?" Ujar Leo sambil menoleh pada Dion yang hanya diam mematung di belakang mereka.
"Leo minta maaf Mama,," Ucap Leo. Dia melepaskan pelukan dan berdiri di depan Keyla dengan kepala tertunduk.
"Tidak apa sayang. Ayo makan dulu, setelah ini mandi." Keyla mengangkat tubuh Leo dan mendudukkannya di kursi.
Nasi goreng untuk Leo sudah tersaji di piring, termasuk miliknya dan milik Dion.
"Makan Di,," Ucap Keyla menawari, kemudian duduk di samping Leo.
Dion bergegas mendekat, gabung bersama mereka dengan duduk di seberang mereka. Tepat berhadapan dengan Leo.
"Papa,, kenapa Papa tidak minta maaf sama Mama.?" Seru Leo. Ucapan Leo membuat Keyla fan Dion saling menatap.
"Tidak apa sayang, Papa tidak perlu minta maaf." Ucap Keyla.
"Tapi Papa juga nakal, Papa gelitikin Mama sampai menangis." Jelas Leo. Dia menatap Dion, seolah menuntutnya untuk meminta maaf pada Keyla.
"Ayo Papa, minta maaf,," Pinta Leo lagi.
Dion terlihat malas, tapi kemudian menuruti perintah Leo.
"Aku minta maaf." Ucap Dion tanpa menatap ke arah Keyla.
"Hemm,,"
Seketika suasana di meja makan menjadi canggung. Keyla dan Dion diam saja dan hanya bicara saat Leo bertanya.
...*****...
"Siap-siap, kita akan pergi ke pantai sekarang." Ujar Dion pada Keyla yang tengah mencuci piring bekas makan mereka.
"Ke pantai.? Kenapa mendadak.?" Tanya Keyla.
"Tidak mendadak, tadi malam Leo yang memintanya."
"Siapkan juga baju ganti Leo, kita akan menginap."
Dion bergegas pergi setelah memberitahu hal itu, meninggalkan Keyla yang diam mematung dan mulai sibuk dengan pikirannya yang berkelana.
Dia akan kembali menginap dengan Dion meski ada Leo, entah kejadian apa lagi yang akan terjadi di antara mereka. Keyla berharap kejadian di Bandung tidak akan terulang lagi.
"Yeaay ke pantai,,," Leo terlihat senang.
Ketiganya sudah berada di dalam mobil dan siap menuju pantai.
"Leo mau bermain pasir, Papa," Ucap Leo antusias.
"Iya, Leo boleh bermain apapun disana." Sahut Dion.
Dia juga terlihat senang karna melihat putranya bahagia.
Berbeda dengan Keyla yang sejak tadi diam, pusing memikirkan kedekatannya dengan Dion, takut akan terjadi sesuatu di luar batas akibat tinggal bersama dan berlibur bersama seperti ini.
...*****...
...Terjebak Perjodohan karya LisNH_...