My Secretary

My Secretary
2



melupakan tentu aku sudah melupakan segalanya, baik itu kenangan indah maupun buruk aku sudah menghapus jejaknya. namun bohong juga bila aku baik-baik saja karena Kenyataannya semua tidaklah mudah.


rasa sakit akan kebohongan dan juga pengkhianatan masih aku rasakan sampai saat ini, tidaklah mudah membuka hatiku lagi karena rasa takut dan tidak percaya akan cinta.


Aurelie sedang merenung di balkon apartemennya, dering telepon mengganggu ketenangannya mengharuskan dia mengangkat teleponnya setelah melihat siap yang memanggil.


"halo"


"......……........................"


"aku mengerti"


".............................."


"baiklah, aku tutup dulu ini sudah malam"


Tut


entah apa yang mereka bicarakan Aurelie hanya menghela nafas berat dan bergegas masuk ke dalam kamar untuk tidur. pagi pun menyapa dan bel terus berbunyi tanpa henti, terpaksa dengan keadaan tidak rapih dia bangun dan membuka pintu tanpa melihat siapa yang datang seolah dia sudah tahu, dan berjalan ke sofa untuk melanjutkan mimpinya yang tertunda.


dan seorang laki-laki tampan masuk dengan menjinjing belanjaan di tangannya, begitu melihat yang membuka pintu tertidur di sofa hanya menggeleng sambil tersenyum. dia pun berlalu ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk bosnya.


bunyi yang datang dari dapur membuat Putri tidur pun bangun dan bergegas ke kamar mandi menyiapkan diri selagi menunggu sarapannya jadi, melihat itu laki-laki yang tidak lain adalah Brian hanya tersenyum melihat tingkah lakunya yang menurutnya sangat menggoda pakaian tidur yang sangat tipis membuatnya bergairah hanya dengan.m melihatnya saja. tapi dia harus bisa menahan diri dan melanjutkan memasaknya.


Brian laki-laki tampan idaman para wanita selalu membuat siapa saja meliriknya tapi maaf di hatinya hanya ada Aurelie saja ya dia sekarang sedang duduk di hadapannya menikmati sarapan pagi. setelah tadi mandi dan berpakaian rapi dia bergegas ke meja makan.


dan setiap laki-laki melihat Brian mereka menatap dengan pandangan sangat iri karena bisa berada di sisi Aurelie yang mereka idamkan. itulah keuntungan Brian walaupun tidak bisa menyatakan perasaannya setidaknya dia beruntung bisa selalu bersama pujaannya.


Brian hanya tersenyum, setelah sarapan mereka bergegas pergi ke kantor, di jalan Aurelie terus memijat keningnya dia merasa pusing setelah melihat pesan masuk.


"nanti malam, ibu tunggu"


begitulah isi pesan yang Aurelie terima dari sang ibu, melihat tingkah bosnya Brian beranikan diri untu bertanya.


"apa anda baik-baik saja nona?"


"aku tidak ingin pulang"


seakan mengerti apa yang terjadi Brian hanya diam meski dalam hati dia merasa kesal, bagaimana tidak ibu dari bosnya ini selalu menjodohkan dengan anak-anak dari kenalan orang tuanya. meskipun bosnya selalu menolak tapi mereka juga tidak berhenti untuk tidak mencarikan calon suami bosnya, sudah tidak terhitung berapa kali mereka menjodohkannya dan tidak merasa kapok juga selalu di tolak.


setibanya di ruangan Aurelie segera melakukan pekerjaannya dia tidak perduli dengan pesan ibunya. jam sudah menunjukan waktunya untuk pulang Aurelie segera membereskan meja dan keluar di ikuti brian.


di dalam mobil Aurelie meminta supir untuk pulang kerumah dan Brian bisa pulang, namun Brian tidak menjawab dia akan ikut kerumah Aurelie. Aurelie hanya diam saja menandakan dia tidak masalah.


sesampainya di rumah Aurelie disambut dengan hangat oleh pelayan di rumah.


"selamat datang nona muda".


mohon saran dan kritik.


terima kasih.