
Dion mulai bisa bernafas lega setelah dokter mengatakan masa kritis Papa Surya sudah terlewati, meski sampai saat ini belum sadarkan diri karna masih dalam pengaruh anestesi.
Ketakutan yang tadi sempat ada dipikirkan Dion, akhirnya tidak terjadi pada Papa Surya.
"Pulanglah,, Kamu dan Leo harus istirahat." Ujar Dion. Dia menatap Keyla yang tengah duduk sembari mendekap Leo di sampingnya. Putra mereka terlihat bosan berada di rumah sakit dan terlihat mengantuk.
Keyla melirik putranya, sejak tadi memang Leo sudah merengek minta pulang namun Keyla terus membujuknya agar tetap berada di rumah sakit untuk menemani Dion. Dia tidak tega harus meninggalkan Dion sendiri untuk menunggu Papa Surya. Takut kondisi Papa Surya kembali memburuk dan tidak ada orang di samping Dion untuk memberinya semangat.
"Tidak apa, kita akan tunggu sampai Papa siuman." Tolak Keyla halus. Berharap sebentar lagi mantan Papa mertuanya itu akan sadarkan diri.
"Leo mau pulang,," Rengek Leo pada Keyla.
"Kamu lihat, Leo sudah ingin pulang. Aku akan antar kalian sampai ke depan." Tutur Dion sembari beranjak dari duduknya dan menggendong Leo yang terlihat mengantuk.
Keyla jadi ikut beranjak, walaupun sebenarnya tidak ingin meninggal Dion menunggu di rumah sakit sendirian.
Mereka jalan beriringan sampai keluar rumah sakit. Dion mencarikan taksi untuk mereka dan baru kembali ke dalam rumah sakit setelah taksi yang ditumpangi mereka sudah hilang dari pandangan.
...*****...
Kabar masuknya Papa Surya ke rumah sakit sudah di dengar oleh keluarga Celina. Saat ini Papa Adiguna dan Mama Alisha sedang menjenguk ke rumah sakit.
Kondisi Papa Surya sudah membaik pasca melewati masa kritisnya 3 hari lalu.
Sebelum kedua orang tua Celina masuk ke kamar rawat inap, Dion sudah lebih dulu memberi tau mereka agar tidak membahas hubungannya dengan Keyla. Dion juga meminta pada mereka untuk menutupi perceraian, karna sampai saat ini Papa Surya tidak tau kalau rumah tangganya dengan Keyla sudah berakhir sejak lama.
"Kalau begitu sebaiknya kalian menikah lagi saja." Ujar Mama Alisha memberi usul.
Mendengar hal itu, Dion dan Keyla saling pandang.
Mereka sama-sama bingung dan tidak tau harus menyetujui usul Mama Alisha atau menolaknya.
Saat ini perasaan keduanya juga tidak menentu, mungkin tidak akan baik jika menentukan keputusan terburu-buru. Mereka tentu saja tidak mau mengalami kegagalan lagi. Terutama Keyla yang sudah 2 kali menikah.
"Kami akan pikirkan nanti Mah," Sahut Dion.
"Setidaknya sampai kondisi Papa sehat seperti sebelumnya." Tuturnya. Mama Alisha hanya mengangguk setuju, lagipula dia hanya memberi usul, tidak untuk memaksa mereka.
"Kami masuk dulu." Pamit Papa Adiguna. Dia ingin melihat Surya yang dulu pernah menjadi pesaingnya di dunia bisnis.
Keduanya masuk ke kamar inap Papa Surya, meninggalkan Keyla dan Dion berdua di depan ruangan itu.
"Sudah waktunya makan malam." Ujar Dion sembari melirik arlojinya.
"Ayo makan,,," Dion mengajak Keyla untuk ikut dengannya, namun dia sudah jalan lebih dulu tanpa menunggu jawaban dari Keyla.
Sambil menghela nafas, Keyla bergegas membuntuti Dion. Mengikuti Dion di belakang kemanapun dia melangkah.
"Aww,,!" Pekik Keyla saat tak sengaja menabrak Dion yang tiba-tiba berhenti melangkah. Keningnya sampai membentur punggung lebar Dion hingga mundur beberapa langkah.
Dion berbalik badan, menatap Keyla dengan dahi yang berkerut.
"Kenapa Di.?" Keyla menatap bingung.
"Masuk kemana.?" Tanya Keyla lagi.
"Kamu tidak tau sedang ada dimana.?" Seru Dion sembari mengarahkan pandangan mata kesemua sudut ruangan, seolah memberikan kode pada Keyla agar ikut melihat sekelilingnya.
Betapa terkejutnya Keyla saat menyadari dirinya sudah masuk ke area toilet laki-laki. Matanya membulat sempurna, perlahan wajahnya merona karna malu. Tak hanya mau pada Dion, tapi malu pada semua laki-laki yang sejak tadi lalu lalang di sekitarnya dengan tatapan aneh.
"Aaarrrhhgg,,,," Keyla berteriak sembari berlari keluar. Dia menjauh dari sana dan terus menundukkan kepala. Untung saja keadaan di depan toilet cukup sepi.
Dion mengulas senyum geli melihat Keyla berlari keluar. Kalau saja tadi dia tidak menghentikan langkah, pasti saat ini Keyla sudah ikut masuk kedalam toilet bersamanya.
...*****...
Sejak Dion keluar dari toilet sampai saat ini berada di kantin, Keyla terus diam dan menundukkan kepalanya. Dia masih malu dengan kejadian tadi sampai tidak berani menatap Dion.
"Cepat makan, setelah ini aku antar kamu pulang." Ucap Dion. Keyla mengangguk, dia lalu mulai menyantap makanannya yang baru saja diantarkan ke meja mereka.
"Kalian harus pindah lagi ke apartemenku." Tutur Dion. Kali ini Keyla mengangkat wajahnya untuk menatap Dion.
"Pindah lagi.?" Tanyanya sedikit malas. Pasalnya sudah nyaman tinggal berdua dengan Leo.
"Setelah pulang dari rumah sakit, Papa akan tinggal denganku."
"Kamu pikir Papa tidak akan bingung kalau suami istri tinggal terpisah.?" Seru Dion.
Keyla diam sejak untuk mencerna ucapan Dion. Dia baru ingat kalau saat ini sedang berperan sebagai suami istri di depan Papa Surya. Memang benar yang di bilang oleh Dion. Papa Surya hanya tau kalau mereka masih berstatus suami istri, mencurigakan jika tidak tinggal dalam satu rumah.
"Aku mengerti." Ujar Keyla pasrah. Sebenarnya sedikit malas, tapi semua ini juga demi kebaikan Papa Surya agar kondisinya tetap stabil.
Jika mengatakan secara langsung tentang kondisi rumah tangga putranya, pasti Papa Surya akan sedih dan bisa saja mempengaruhi kesehatannya.
Selesai makan, Dion dan Keyla kembali menemui Papa Surya untuk memberitahunya kalau mereka akan kembali ke apartemen untuk mengantar Keyla pulang.
"Besok saja kamu datang lagi, kamu juga harus istirahat. Sudah 3 hari kamu menginap disini." Ujarnya pada Dion.
"Kondisi Papa sudah membaik sekarang, kalau nanti butuh sesuatu, Papa bisa memanggil suster."
Papa Surya merasa kasihan pada Dion yang harus 24 jam berada di rumah sakit. Pergi hanya untuk mengantar Keyla atau Leo saja jika mereka datang. Selama 3 hari Dion tidur di rumah sakit menemaninya.
"Tidak apa Pah, disini juga bisa istirahat. Sama saja." Sahut Dion.
"Tapi di rumah ada Leo, kasihan Leo terlalu lama di tinggal Papanya."
"Sudah pulang saja, besok kamu bisa menemani Papa lagi." Ujar Papa Surya. Dia sedikit memaksa Dion untuk tidak kembali ke rumah sakit.
Sepertinya Papa Surya berusaha untuk memahami perasaan cucu dan menantunya. Berfikir jika mereka akan merindukan Dion setelah 3 hari tidak berada di apartemen bersama Dion.
Melihat sang Papa yang bersikeras memaksanya untuk pulang, akhirnya Dion memutuskan untuk tidak kembali lagi ke rumah sakit setelah mengantar Keyla.
Dan begitu sampai di apartemen Keyla, Leo juga menahannya agar tidak pulang. Terus meminta untuk di gendong dan memintanya untuk tidur berdua.