
hari terus berganti Steven semakin berani datang menemui Aurelie ke kantor tempatnya bekerja, tidak jarang juga mereka makan siang atau makan malam bersama. dan semakin dingin pula sikap Brian pada Aurelie.
seperti siang ini Steven datang ke kantor Aurelie untuk mengajaknya makan siang bersama, padahal sebelumnya Aurelie meminta Brian untuk makan di tempat biasa.
Steven dengan wibawanya datang meminta Brian untuk memberitahu Aurelie bahwa dia datang menjemput Aurelie untuk makan siang.
"sekertaris Brian tolong sampaikan pada bos mu bahwa aku datang"
dengan perasaan jengkel karena Steven datang hampir setiap hari untuk menemui Aurelie, mau tidak mau dia harus menyampaikan pesan pada Aurelie karena dia tahu itu adalah lingkungan profesional. belum sampai dia memegang telepon Aurelie sudah lebih dulu keluar dari ruangannya.
"tuan Steven, ada apa anda kemari? apa ada hal penting?"
"tidak, aku datang hanya ingin mengajakmu makan siang bersama"
"maaf tapi aku sudah ada janji"
"ah begitu rupanya aku datang di waktu yang tidak tepat, kalo begitu bagaimana dengan malam nanti? aku harap kau tidak menolak"
"aku akan menghubungimu lagi nanti"
"baiklah kalo begitu mari kita turun bersama"
"hmmmm"
karena Aurelie menolak ajakan makan siang dengan Steven. ya, setidaknya untuk saat ini Brian bisa bernafas lega. sesampainya di tempat yang di tuju Aurelie makan dengan lahap tidak seperti biasanya bahkan terkesan buru-buru seakan tidak pernah makan, padahal biasanya selalu tenang dan santai.
Brian merasa heran dengan tingkah bosnya ini, tapi tidak berani bertanya terlebih dia sedang badmood dengan keadaan bahwa Aurelie dan Steven semakin dekat. dia hanya diam meski hatinya sakit. setelah makan Aurelie membuka pembicaraannya.
"Brian bagaimana Steven menurutmu?''
Brian hanya menatap wajah bosnya tanpa menjawab pertanyaan yang di lontarkan, seolah sedang berpikir untuk mencari jawaban yang tepat.
"Brian aku sedang bertanya"
"ada apa denganmu Brian, kau tidak seperti biasanya?"
"saya tidak kenapa-napa"
"apa kamu sedang ada masalah?"
"tidak nona, sepertinya kita harus segera kembali ke kantor. banyak pekerjaan yang menunggu"
Aurelie pun berdiri di ikuti Brian, di dalam mobil Aurelie mengatakan sesuatu yang membuat suasana hati Brian semakin buruk.
"brian, nanti malam aku akan di jemput Steven karena ada hal yang harus kami bicarakan."
"baik Nona"
"apa aku belum memberitahumu, bahwa beberapa hari yang lalu Steven melamar ku"
Brian merasa marah akan apa yang di ucapkan Aurelie dan bagaimana dengan dirinya, apakah dia harus merelakan Aurelie bahagia dengan orang lain.
"dan malam ini dia meminta jawabanku, apa aku harus menerimanya seperti yang di katakan kedua orang tuanya, bahwa dia bisa membuat ku bahagia"
"jika Nona merasa bahwa tuan Steven orang yang baik dan tepat kenapa tidak"
"ntahlah aku tidak tahu, hatiku masih belum terbuka. selama kami bersama dia memang baik tapi aku merasa tidak nyaman"
"lalu apa anda akan menerima lamarannya?"
Aurelie hanya diam tidak menanggapi ucapan Brian, hatinya benar-benar tidak bisa menerima Steven. apa yang akan dilakukan Aurelie Brian tidak dapat menebaknya. Brian merasa takut jika Aurelie menerima lamaran Steven dan itu akan mempengaruhi Brian kedepannya.
mohon kritik dan saran.
terima kasih.