
Keyla sedang menata baju-bahu milik Leo. Mengeluarkannya dari koper dan menyusunnya di lemari. Hampir semua furniture di dalam kamar ini di desain khusus untuk anak laki-laki. Dion memang menyiapkan kamar ini agar bisa senyaman mungkin untuk Leo. Bahkan ada sebagian dinding yang di pasangi wallpaper dengan gambar pilihan Leo sendiri, yaitu dinosaurus.
Dion memang sangat memanjakan putranya. Hampir semua yang di inginkan oleh Leo di penuhi oleh Dion dalam waktu singkat.
Namun sepertinya ada 1 permintaan Leo yang akan sulit untuk di penuhi oleh Dion. Mungkin akan butuh waktu yang sangat lama untuk mengabulkannya, bahkan bisa jadi sama sekali tidak akan bisa dia kabulkan selama hatinya masih mengeras.
Suara pintu yang terbuka membuat Keyla sedikit tersentak. Dia sedang melamun, memikirkan hidupnya ke depan akan seperti apa. Ingin berdiri di kaki sendiri namun sekarang malah harus tinggal dengan Dion dan akan tinggal di dekat apartemen Dion lagi seperti sebelumnya.
"Ada apa Di.?" Keyla menatap Dion yang tiba-tiba saja masuk ke kamar tanpa mengetuk pintu lebih dulu. Ya memang betul ini tempat tinggal miliknya, tapi seharusnya mengetuk pintu lebih dulu sebelum masuk ke dalam kamar orang lain.
Apa jadinya kalau tadi Keyla sedang mengganti baju, bisa-bisa akan ada pemaksaan untuk kedua kalinya.
"Ayo keluar, ada Jonathan di ruang tamu." Ucapnya datar. Dia lalu pergi begitu saja dan membiarkan pintu kamar terbuka.
Keyla tentu saja melongo, selalu saja heran dengan ulah dan sikap Dion meski sudah paham sikapnya memang seperti itu.
"Tunggu,! Joe kesini.?" Gumam Keyla pelan. Dia sedikit kaget mengetahui kedatangan Joe.
Jadi Joe benar-benar ingin memastikan ucapan Dion tadi siang sampai mau datang ke apartemen Dion saat ini.
Keyla bergegas keluar dari kamar, walaupun sebenarnya dia malas untuk duduk bersama dengan Joe dan Dion dalam satu ruangan. Entah perdebatan apa lagi yang akan terjadi setelah ini.
Sebelum sampai di ruang tamu, Keyla sudah mendengar keriuhan yang terjadi di sana.
"Kamu pasti bercanda kan.? Aku pernah datang ke kemari tapi tidak pernah melihat anak ini." Ujar Joe tak percaya.
"Untuk apa aku bohong, kau tanyakan saja pada putraku." Dion terlihat penuh percaya diri.
"Hai bocah kecil, memangnya benar dia papa kamu.?"
Sampainya di ruang tamu, Keyla melihat Joe yang tengah bertanya pada Leo sambil menunjuk Dion.
Keyla memilih diam di tempat, ingin tau bagaimana kelanjutannya setelah Leo memberikan jawaban.
"Iya Uncle, ini Papa Leo." Leo langsung meletakan mainannya dan menghambur ke pelukan Dion. Senyum kepuasan nampak mengembang di wajah Dion, apalagi melihat ekspresi wajah Joe yang seketika lemas mendengar jawaban polos Leo.
"Kau dengar sendiri kan. Anak kecil itu tidak akan bohong." Ujar Dion.
"Ya, kecuali jika ada yang menyuruhnya berbohong." Ketus Joe. Dia menatap Dion penuh selidik.
"Pasti sebelum aku datang kemari, kamu sudah mencuci otaknya dan menyuruhnya untuk mengakui dirimu sebagai ayahnya." Tuduh Joe yakin. Dia bisa berfikir sejauh itu lantaran tau kalau Dion juga punya perasaan pada Keyla meski tidak pernah mengatakannya. Tapi gerak gerik dan sikapnya pada Keyla sudah cukup jelas.
Joe yakin kalau Dion sedang melakukan cara untuk membuatnya mundur mendekati Keyla, jadi membuat sandiwara seolah mereka sudah memiliki anak.
"Key,,,!" Seru Joe. Dia sedikit kaget melihat Keyla berdiri tak jauh dari sana. Padahal sebelumnya sudah diberi tau oleh Dion kalau Keyla juga tinggal di apartemennya.
"Joe,," Keyla balas menyapa Joe dengan senyum kikuk. Entah gosip apa yang akan menyebar di kantor setelah ini.
Joe terlihat sangat syok melihatnya berada di apartemen Dion.
"Mama,, Leo mau susu,," Tiba-tiba Leo menghampiri Keyla dan merengek padanya.
"Sebentar ya, Mama ambilkan dulu." Jawab Keyla
"Kalian berdua mau minum apa.?" Keyla menawari Dion dan Joe, perhatiannya langsung tertuju pada Joe yang semakin syok. Joe melongo melihat Leo memanggil Keyla dengan sebutan Mama.
"Kau tidak dengar Joe.?! Keyla bicara padamu." Seru Dion.
"Jadi benar kalian sudah menikah dan punya anak.?" Bukannya merespon, Joe malah mengajukan pertanyaan pada Dion dan Keyla. Dia ingin memastikan sekali lagi, berharap semua itu tidak benar. Karna jika sampai benar Dion dan Keyla sudan menikah, pupus sudah harapannya untuk bisa memiliki Keyla.
"Kamu pikir aku menghamili Keyla di luar nikah.?!" Sahut Dion jengkel.
"Sudah, sudah,," Keyla mengakhiri pembicaraan yang menurutnya tidak terlalu penting.
Pergi ke dapur untuk mengambilkan susu uht yang diminta Leo. Meski Leo jarang datang ke apartemen, tapi Dion selalu menyediakan susu kesukaan Leo di lemari es.
"Leo mau ke Papa lagi Mah,," Leo pergi setelah mendapatkan susu yang dia minta.
Keyla lalu menyiapkan minuman untuk Dion dan Joe.
"Minum Joe,," Ujar Keyla sembari meletakkan minuman di depan Joe dan Dion.
"Aku ke dalam dulu, masih ada yang harus di kerjakan." Keyla pamit pergi, namun Dion menahan tangannya dan menyuruhnya untuk duduk di sampingnya.
"Duduk, Joe tidak akan percaya kalau belum melihatnya langsung." Kata Dion. Keyla terlihat bingung maksud ucapan Dion, tapi memilih duduk untuk menghindari perdebatan.
Melihat Keyla duduk beriringan dengan Dion dan ada Leo yang duduk di pangkuan Dion, membuat mata Joe panas melihatnya.
Dia langsung menghabiskan minuman yang dibuatkan oleh Keyla dengan sekali tegukan.
"Aku pulang dulu, ada urusan." Ucap Joe pamit.
Dion tersenyum puas karna berhasil membuat Joe kesal. Dia hanya diam saja tanpa menjawab da mengantar Joe ke depan. Justru Keyla yang ikut beranjak dan mengantar sampai ke pintu.
"Hati-hati di jalan Uncle,," Seru Leo.
Joe menoleh dan mengulas senyum tipis pada Leo, kemudian melambaikan tangan berlalu dari sana.
Dia bahkan tidak mengatakan apapun pada Keyla.
Keyla menghela nafas berat dengan wajah lesu.
"Besok pasti akan ada gosip besar." Keluhnya.
"Apa yang akan orang-orang katakan padaku di kantor nanti." Dia tertunduk lesu. Keyla pusing memikirkannya. Entah jawaban apa yang harus dia berikan jika ada karyawan yang bertanya tentang statusnya dengan Dion.
Memang benar dia dan Dion telah memiliki anak, tapi statusnya bukan lagi suami istri. Sedangkan Joe sudah tau kalau dia dan Dion tinggal bersama.
Jika nanti menjawab jujur, pasti semua orang akan berfikir buruk padanya karna tinggal satu atap dengan mantan suami.
"Kenapa harus dipikirkan, tinggal di iyakan saja kalau gosip itu menyebar." Ucap Dion enteng. Dia lalu beranjak dan mengajak Leo ke dalam.
...*****...
Keyla bangun pukul 6 pagi, dia ke dapur dan menyiapkan makanan untuk sarapan.
Sejak semalam dia memikirkan Leo, tidak tau harus menitipkan Leo pada siapa jika dia dan Dion berangkat ke kantor.
Pengasuh yang biasa mengurus Leo juga ada di rumah Celina.
Saat sedang menata makanan di atas meja, Dion datang ke dapur. Melewatinya begitu saja dan mengambil air minum.
1 gelas besar terisi penuh dengan air mineral, Dion meneguknya sembari berdiri.
Rambutnya terlihat masih berantakan, baju dan celana tidurnya juga sama berantakannya. 2 kancing bagian atas terlepas.
Benar-benar khas orang yang baru bangun tidur, namun hal itu justru terlihat sengat seksi dan tampan di mata Keyla.
"Astaga." Desah Keyla pelan. Dia langsung mengalihkan pandangan saat sadar sejak tadi menatap Dion tanpa kedip.
"Apa Leo belum bangun.?" Suara Dion terdengar serak dan sangat dekat, namun Keyla tidak berani menoleh.
"Lihat saja di kamar, 30 menit yang lalu masih tidur." Jawab Keyla. Dia menyibukkan diri dengan menata meja makan, lalu beralih ke depan wastafel untuk mencuci peralatan yang baru saja dia pakai.
Hening, cukup lama tidak ada suara Dion lagi. Keyla memberanikan diri untuk menoleh, tapi rupanya Dion masih ada di sana. Dia terlihat santai duduk di depan meja makan, seperti sedang memperhatikan makanan yang dibuat oleh Keyla.