My Secretary

My Secretary
Bab 12



Keyla berpapasan dengan Joe saat akan masuk ke dalam lift. Seperti biasa, Joe selalu tebar pesona. Lebih dulu menyapa dan menghampiri Keyla. Mengajak bicara seolah-olah sudah lama mengenalnya.


Hingga di dalam lift sampai di lantai ruang kerja mereka, Joe masih saja mengajak Keyla bicara.


Dan tiba-tiba mengajak Keyla makan bersama nanti siang.


"Maaf Joe,, tapi aku,,,


"Kemarin kamu menolak makan siang bersamaku, kali ini tidak ada penolakan." Potong Jonathan cepat. Dia sedikit memaksa, enggan gagal lagi untuk makan berdua bersama wanita yang sedang menjadi incarannya saat ini.


Keyla diam sejenak sebelum akhirnya menerima tawaran Joe untuk makan siang bersama. Selain merasa tidak enak, Keyla juga merasa kasihan melihat raut wajah dan tatapan mata Joe yang terkesan memohon.


"Baiklah."


Mendengar jawaban Keyla, Joe terlihat kegirangan. Persis seperti abg yang baru saja di terima cintanya.


"Yes.!" Serunya dengan senyum lebar.


Keyla sampai menahan tawa melihat tingkah konyol Joe.


"Ya ampun Joe,,," Keyla geleng-geleng kepala.


Sadar tingkahnya di anggap aneh oleh Keyla, Joe langsung menggaruk tengkuknya dan tersenyum kikuk.


"Silahkan masuk Nona Keyla." Joe membukakan pintu ruang kerja Keyla, mempersilahkan Keyla untuk masuk ke dalam.


Tapi bukannya Keyla yang masuk, melainkan Dion yang tiba-tiba saja menyelonong masuk kedalam ruangan. Melewati Joe dan Keyla tepat di tengah-tengah mereka berdua.


Wajah datar dan tatapan matanya yang dingin, tertangkap oleh Joe dan Keyla. Keduanya saling pandang, merasa heran setelah melihat Dion yang melewati mereka begitu saja tanpa mengatakan apapun.


Joe menggerakkan kedua alisnya, bertanya tentang sikap Dion menggunakan isyarat.


Keyla langsung mengangkat kedua bahunya, dia juga tidak tau kenapa Dion seperti itu.


Meski sebenarnya Keyla menyakini sikap Dion yang seperti itu karna ada masalah pribadi dengannya, hanya saja Keyla tidak mungkin mengatakannya pada Joe.


"Aku masuk Joe, terimakasih." Keyla pamit masuk kedalam ruangan, dia menutup pintu dengan perlahan. Sudut matanya sedikit mengintip ke meja kerja Dion, merasa bingung harus bersikap seperti apa setelah apa yang terjadi kemarin malam.


"Selamat pagi Pak,,," Sapa Keyla lirih. Dia membungkuk sopan, namun tidak berani terang-terangan menatap ke arah Dion.


"Hemm.!" Sahutan ketus Dion membuat Keyla menarik nafas dalam. Sedikit menyesal telah menyapa es balok.


Bergegas duduk di meja kerjanya, Keyla memilih untuk sibuk dengan pekerjaannya ketimbang harus memperdulikan dan memusingkan sikap Dion yang sebenarnya mulai membuatnya jengah.


Padahal dia sudah tulus meminta maaf, mengakui kesalahannya, ingin berdamai dengan keadaan agar bisa lebih baik lagi dalam mengurus dan membesarkan putra mereka, tapi sikap Dion tak kunjung memperlihatkan perubahan yang baik.


Rasa kecewa dan benci seolah masih bersarang di hatinya hingga sulit untuk hidup berdampingan dengan masa lalu.


Lebih dari 3 jam di lewatkan tanpa suara. Baik Dion maupun Keyla, keduanya sama sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Hanya saja, sesekali Keyla melirik ke arah Dion. Ternyata sulit untuk berusaha tidak memikirkan permasalahan yang ada di antara Dion. Keyla benar-benar ingin hidup tenang, tidak masalah kalau memang harus selamanya menjadi sekretaris Dion asal memulai hubungan dari awal seperti orang yang baru pertama kali bertemu.


Rasanya akan sangat tenang jika bekerja bersama tanpa ada rasa canggung dan bayang-bayang masa lalu.


Suara ketukan pintu memecah keheningan setelah sekian lama. Pandangan Dion dan Keyla langsung tertuju ke arah pintu.


"Masuk.!!" Seru Dion.


Keyla masih menatap ke arah pintu, penasaran siapa yang datang. Beberapa menit lagi waktunya jam istirahat, Keyla jadi berfikir kalau Joe yang akan masuk ke ruangan mereka untuk mengajaknya makan siang.


"Hayy Di,,," Seorang wanita masuk, berjalan cepat ke arah Dion setelah menutup pintu.


Dia mengembangkan senyum lebar pada Dion.


"Kamu sudah pulang.?" Tanya Dion. Dia terus menatapnya namun dengan tatapan datar.


"Ya, pulang kemarin malam."


"Aku bawa sesuatu untukmu," Wanita itu menyodorkan paper bag kecil pada Dion. Paper bag dengan merk parfum ternama dari luar negeri.


Keyla sangat hapal merk parfum itu, dulu Dion mengoleksi banyak jenis parfum dengan brand yang serupa.


"Terimakasih." Ucap Dion. Dia mengambil dan menyimpannya tanpa di lihat lebih dulu isi di dalamnya.


"Bagaimana perkembangan proyek di sana.?" Dion menatap serius. Wanita itu terlihat antusias mendapat pertanyaan dari Dion.


"Semuanya berjalan lancar, itu sebabnya kami pulang lebih awal dari waktu yang di tentukan." Jawabnya.


Dion mengangguk.


"Kalian sudah bekerja keras." Ucapnya.


"Tentu saja, bukankah itu harus.?" Serunya dengan tawa kecil. Dion mengulas senyum tipis.


"Sudah jam istirahat Di, ayo keluar. Sudah lama tidak makan siang denganmu." Ajaknya penuh semangat.


Tiba-tiba Dion mengarahkan pandangannya ke arah Keyla yang sejak tadi menatap ke arahnya.


Membuang pandangan, Keyla pura-pura fokus pada pekerjaannya. Menganggap seolah tidak melihat dan mendengar apapun.


"Ya ampun, ternyata ada orang lain disini.? Aku pikir kamu sendiri." Dia sedikit terkejut melihat Keyla.


Setelah tau mereka melihat ke arahnya, Keyla kembali menatap mereka dan melempar senyum pada wanita itu.


"Dia sekretaris baru kamu Di.? Tanyanya penasaran.


"Hemm." Jawab Dion singkat.


"Bisa aku tebak, pasti Jonathan yang memilihnya." Gumam wanita itu pelan. Suaranya tidak bisa di dengar oleh Keyla yang penasaran dengan obrolan mereka.


Dion menatap dengan dahi berkerut, seakan meminta penjelasan dari ucapan wanita itu.


"Bukankah Joe sangat suka dengan tipe wanita seperti itu. Terlihat polos." Jelasnya lirih.


Dion mengangkat acuh kedua bahunya. Entah karna tidak tau atau tidak mau.


Untuk kedua kalinya pintu ruangan di ketuk. Mereka menatap ke arah pintu bersamaan, kali ini Keyla yakin kalau Joe yang datang ke ruangannya.


"Masuk.!!" Ujar Dion.


Pintu terbuka, Joe langsung lebarkan senyum.


"Wah,, ada Putri Diana ternyata." Serunya sembari menatap jengah ke arah wanita yang duduk di depan Dion. Nada bicara Joe bahkan terkesan menyindir meski menyebutnya dengan putri.


"Jangan mulai Joe.! Aku sedang malas berdebat." Wanita itu menimpali dengan tatapan malas.


"Tidak ada yang mengajak Putri Diana berdebat." Sahut Joe.


"Aku kesini karna ingin mengajak Putri Keyla makan siang." Jonathan berjalan mendekat ke meja kerja Keyla.


"Sudah kuduga." Ucap Diana dengan senyum smirk. Dia tau seperti apa peringai Jonathan. Laki-laki yang selalu mengincar wanita cantik berwajah polos.


"Apa katamu.?" Joe menoleh ke arah Diana.


"Tidak ada."


"Kalian berdua mau makan dimana.? Bagaimana kalau makan berempat.?" Ujar Diana memberi usul.


"Kamu mau kan Di.?" Tanya pada Dion.


"Terserah kamu saja." Sahut Dion. Dia terlihat acuh.


"Makan berempat.? Aku tidak mau.!" Joe menolak keras usul dari Diana. Dia sudah menunggu saat-saat makan berdua dengan Keyla, tidak rela kalau harus ada orang lain yang ikut sekalipun mereka adalah teman dekatnya.


"Kalian makan berdua saja, karna aku juga ingin makan berdua." Jelas Jonathan cepat.


"Ckk...! Kau itu memang menyebalkan." Diana menatap kesal.


"Apalagi dirimu." Balas Joe.


"Tidak ada yang makan diluar.! Kita makan disini. Aku akan pesan makan siang untuk kalian.!" Seru Dion tegas. Nada bicaranya tidak terdengar untuk di bantah.


Joe langsung menatap kesal ke arah Diana, karna kegaduhan yang terjadi, Dion jadi membatalkan rencananya untuk makan berdua dengan Keyla.


Mereka semua terlihat pasrah, tidak ada satupun yang membantah ucapan Dion. Pada akhirnya mereka makan bersama di ruangan itu.


...****...


..."GIVE AWAY ke 7"...


Hadiah untuk 5 orang pemenang, masing - masing mendapatkan pulsa 20K.


Wajib ikuti syarat & ketentuan di bawah👇


Syarat & Ketentuan :



Yang mau ikut wajib follow akun noveltoon "Clarissa Icha dan akun Ratna Wullandarrie" (Tidak follow otomatis diskualifikasi kalau keluar nomor undiannya.)


Komen di bab ini (komen apa aja terserah)


Cukup komen 1 kali


Tiap komentar akan diberi nomor urut untuk di undi nanti.


pengumuman akhir bulan.


Yang sudah dapat di give away sebelumnya, tidak bisa ikut lagi. (Biar yang lain kebagian) ☺



Jangan di nilai dari hadiahnya, ☺ buat seru - seruan aja.