My Hubby

My Hubby
Chapter 50



“Aku tidak akan pernah melupakan persahabatan kita meski kamu sudah sangat membenciku Rey” ucap Alex tulus.


Rey hanya menatap lurus pondok di depan mereka, mencoba mengabaikan, tapi Alex tidak ingin menyiakan kesempatan yang ada.


“Aku juga ingin meluruskan kesalahpahaman diantara kita”


“Cukup Lex, penjelasanmu tak berarti apa-apa”


“Ya aku tahu itu, aku membuat kesalahan, tapi aku tidak melakukan itu dengan sengaja Rey, persahabatan kita tetap lebih berharga dari apapun” Rey tertawa mendengar itu, tapi amarah kembali menguasai Rey kita mereka membicarakan masa lalu.


“Kamu cukup tau siapa Dinda bagiku saat itu, tapi.. kalian menusukku dari belakang!”


“Kita semua sudah tertipu oleh wanita itu” Rey tak bereaksi apapun saat Alex mengatakan itu.


“Iya kita semua, aku, kamu dan Ardan, bukan aku yang menyabotase mobilmu waktu itu, aku tidak sekejam itu padamu Rey” lanjut Alex, Rey terdiam, dia ingin mendengar apa yang mantan sahabatnya ingin sampaikan.


“Lalu siapa?” dengan santai Alex menunjuk pondok itu.


Wajah Rey menggeram marah, Dinda kah yang tega melakukan semua ini?


“Alasan kenapa Ardan melakukan tindakan asusila itu pada Adikmu, alasan kenapa mobilmu tiba-tiba blong, alasan kenapa kita bermusuhan semuanya karena wanita ular itu”


“Mas Ardan....” dua laki-laki itu berlari ke pondok saat teriakan Dinda menggema.


Saat keduanya sudah berada di sana. Dinda menatap nyalang Alex.


“Wah sudah bangun rupanya, apa kamu sedang bermimpi buruk sayang?”


“Aku tidak akan melupakan hari ini Lex, kamu sudah..” Dinda menangis mengingat detik-detik mencekam itu saat Ardan jatuh ke dalam sungai seusai tertembak.


“Itu sepadan, coba kamu ingat kembali apa yang sudah kamu perbuat, dosamu lebih banyak dari apa yang aku lakukan malam ini”


Dinda menangis, Rey termenung, dia masih mengingat jelas hubungannya dengan Dinda jauh sebelum Rey mengenal Mira.


Dinda adalah gadis manis yang mampu menggetarkan hati Rey saat itu, hingga saat Rey sadar jika semuanya palsu, kasih sayang dan cinta yang Dinda gembar-gemborkan untuknya palsu.


“Aku tidak pernah berniat menjahati siapapun, aku hanya mencintai Ardan dan ingin pria itu mencintaiku” hati Rey terasa tercubit.


Hubungan mereka sejak masa putih biru semuanya lebur oleh kenyataan bahwa Rey hanya pelampiasan saja.


“Dan kamu sudah membunuhnya Lex, kamu membunuhnya!!!” Dinda bergerak gelisah sembari mencengkeram kerah baju Alex yang tak takut sedikitpun oleh amukan wanita di hadapannya.


“Satu kesialan Ardan adalah dicintai olehmu, kamu tau itukan?” cengkeraman itu melemah, Dinda jatuh terduduk di hadapan Alex, sedikit banyak ia mulai sadar akan cinta yang membutakan mata dan hatinya.


Alex membiarkan wanita itu meraung, tapi ekor matanya menilik Rey yang masih belum bersuara.


Beberapa tahun yang lalu..


“Aku hamil”


“A-apa?”


“Iya kamu tidak salah dengar aku hamil”


“Siapa ayah dari bayi itu, kamu selingkuh?”


“Iya, aku selingkuh, aku telah tidur dengan sahabat baikmu”


“Sekarang ungkap semua dosamu di depan Rey, bukan hanya Ardan kamu juga merusak persahabatan kami!!” pekikan itu menggema membawa Rey kembali ke masa sekarang dimana wanita yang pernah ia cintai mendongak menatapnya.


Ini pertemuan pertama mereka semenjak hari itu..


Dinda menyadari semuanya, semua yang telah ia lakukan hanya demi dekat dengan Ardan, mulai dari memanas-manasi Ardan dengan berkata ia sudah memiliki kekasih, hingga memfitnah Mira yang telah merebut kekasihnya, juga pengkhianatan yang ia lakukan dengan Alex hanya agar Rey membencinya.


“Maaf” hanya itu yang terucap hingga membuat Alex hilang kesabaran dan menjambak rambut Dinda hingga wanita itu kesakitan.


“Ceritakan apa yang terjadi malam itu” Dinda menatap Alex ragu, tapi dengan segala intimidasinya Dinda kembali menatap Rey yang masih tetap diam.


“Aku menjebak Alex, aku ingin kamu membenciku Rey, cintamu, cinta itu membuatku tak nyaman” rahang Rey mengetat, ia marah saat semua fakta yang sudah ia ketahui langsung terucap dari mulut wanita itu.


Alex tersenyum mengejek, tidak lagi bisa berkata-kata dengan ucapan wanita itu, Alex tau seberapa effort-nya Rey hanya demi wanita ini tapi dengan mudahnya ia bilang cinta sahabatnya membuat ia tak nyaman.


Dengan kesal Alex membanting tubuh Dinda ke samping, tapi justru wanita itu jatuh bersimpuh tepat di depan Rey.


Rey berjongkok, seumur hidupnya ia belum pernah semarah ini, tangan yang dulu ia gunakan untuk mengusap kepala Dinda dulu kini beralih mencengkeram keras rahang wanita itu.


“Tidak nyaman dengan cintaku? Lalu kenapa kamu bersikap seolah-olah kita saling mencintai, hmm?” Dinda ketakutan, aura Rey saat marah berhasil memukul mundur semua keberaniannya selama ini.


“Jawab!!” tidak hanya Dinda, bahkan Alex terkesiap mendengar bentakan Rey.


“Aku.. Aku hanya ingin membuat Ardan merasa kehilangan saat aku sudah memiliki kekasih” Rey kembali tak habis pikir, namun setelahnya dia tertawa.


“Dan sayangnya Ardan tidak peduli dengan itu lalu kamu memainkan lakon baru dengan memfitnah Mira? Begitu?” Rey bangkit, dia berjalan memutari Dinda yang semakin ketakutan dengan kepribadian lain Rey yang baru ia ketahui.


“Maaf Rey”


“Diam!!!” sentak Rey sembari menunjuk Dinda, ia kembali berjongkok di depan wanita itu.


“Sampai kapanpun aku tidak akan pernah memaafkanmu Dinda” setelah itu Rey bangkit meninggalkan Dinda yang masih menangis.


Saat berpapasan dengan Alex, Rey menepuk pelan bahu pria itu, memasrahkan semuanya pada Alex karena kepala Rey sangat penuh saat ini.


Rey memilih terdiam di depan pondok, timnya sudah ia perintahkan untuk mencari Ardan di tambah dengan Tim-Sar yang juga akan ikut membantu.


“Kita pulang Pak?” Rey menatap Rasha sedih.


“Saya tidak tahu apa yang harus saya sampaikan pada adik saya Rash, bagaimana ia yang sedang dalam kondisi mengandung harus menerima kabar bahwa suaminya hilang” Rasha mengangguk paham, lalu ia hanya berdiri di samping Rey yang kini asik merenung.


Dor!


Rey kembali menoleh pada bilik itu, lalu berlari untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam sana.


Rey kembali mematung saat Dinda sudah jatuh dengan luka tembak di kepala, juga tangan yang memegang pistol.


“Dinda..” tatapan Rey beralih pada Alex yang duduk santai di hadapan Dinda.


“Aku mengajarinya cara menggunakan senjata, dan dia menggunakannya dengan sangat baik” Rey menganga, Alex sudah sangat berbeda dengan sosok sahabat yang ia kenal selama ini semenjak mengambil alih bisnis haram kedua orangtuanya.


Rey langsung menggendong Dinda, “Pergilah Lex, pergi sejauh mungkin” mengerti maksud Rey Alex berdiri, sebelum mereka benar-benar berpisah, Rey kembali bersuara.


“Jika kamu sudah melepaskan semua pekerjaan yang membuatku tak lagi mengenalimu datanglah lagi sebagai sahabatku Lex” Alex mengangguk, Rey segera berlalu dengan menggendong Dinda.


Sayup-sayup Dinda membuka matanya, “Rey, aku.. minta.. maaf” ucap Dinda di sela-sela nafasnya.


Rey tidak mau menjawabnya, hatinya tidak cukup baik untuk memaafkan segala yang telah wanita itu lakukan terhadapnya.


Rey kesal karena ia masih belum bisa sekejam Dinda memperlakukannya, dari semua yang Dinda lakukan untuk menyakitinya Rey masih tidak bisa abai saat wanita itu membutuhkan pertolongan seperti saat ini.


TBC