My Hubby

My Hubby
Nathan Sakit



Setelah pelayan itu pergi Nathan memutuskan untuk berbicara setelah Caca dan setelah makan. Selesai makan mereka akhirnya berbicara yang tadi.


"Nathan aku.. Eemm aku.. aku dijodohkan oleh ibuku" ucap Caca yang membuat hati Nathan teriris begitu juga dengan Caca yang kini meneteskan buliran bening.


"Kenapa Ca? Harusnya aku sekarang ingin menembak mu, menyatakan cinta ini Ca tapi kenapa kamu gitu" Batin Nathan.


Mereka menyelesaikan masalah nya dan Nathan memutuskan untuk berjaga jarak.


Nathan mengantar Caca kerumah nya dan dirumah terlihat pemuda yang seumuran dengan Nathan dan Caca, pemuda itu menghampiri mobil Nathan.


"Ngapain lo bawa calon istri gue" tanya Tino yang merupakan calon suami Caca.


Nathan dan Caca pun keluar "Ca gue pergi dulu" ucap Nathan pamit karena tak ingin ada kesalahan pahaman diantara mereka. Caca mengangguk setelah itu Nathan masuk ke mobil dan membayangkan hari hari nya bersama Caca.


Membayangkan ketika di jalan jalan Nathan pasti selalu gombalin Caca dan Caca pun hanya tercengir setiap mendengar gombalan Nathan.


Ada hari dimana Nathan sedang berada di mall bersama Caca bersenda gurau, berbagi cerita, Kalau ada masalah Nathan pasti menyenderkan kepalanya kepada bahu Caca karena Hanyalah Caca yang mengerti.


Tak disangka Nathan meneteskan air mata nya sambil mengingat dimana kejadian kejadian lucu yang dialami mereka bahkan ponsel Nathan wallpaper nya adalah foto Caca sedang bersamanya sambil tersenyum.


Ia menengok kearah samping dan terlihat bayangan Caca sedang tersenyum kearahnya hati Nathan serasa tertusuk pisau bertubi tubi ia pun kembali fokus dan ingin sekali dia berubah menjadi dingin, cuek, tapi tidak dengan teman teman nya kecuali Caca.


Karena Caca telah membuat Nathan Sakit hati dibuatnya.


Sesampainya dirumah Nathan langsung pergi ke kamarnya tak menghiraukan Nala dan orang tuanya. Nala sudah pulang beberapa menit lalu diantar oleh Zhayn.


"Dek kamu tengokin kakak mu kayaknya abis nangis deh coba lihat dulu takut terjadi apa apa sama dia dek" ucap Putra dan diangguki oleh Nala.


Nala pun menaiki tangga dan berbicara dalam hati "kenapa ya kak Nathan kok lesu banget**" ucap Nala yang kini berhadapan dengan pintu kamar Nathan dan terdengar suara isakan tangis Nathan. Nala mengintip pintu kamar Nathan yang sedikit terbuka, Nathan sedang memandang foto Caca yang ada di galeri HP nya.


"Lo kenapa Ca harus dijodohin segala, padahal gue sayang banget sama lo tapi kenapa lo harus kayak gini sih Ca sakit hati gue sakit harusnya gue hari ini nembak lo tapi kenapa lo hancurin hati gue Ca dan bilang lo dijodohin" ucap Nathan sambil terisak.


Nala yang melihat nya tak tega langsung masuk saja dan memeluk Nathan dengan erat karena masalah nya bukan masalah yang biasa masalah yang berurusan dengan hati karena Nala tahu bagaimana sikap Nathan kalau sudah berhubungan dengan hati.


"Kak lo jangan kayak gini dong gue gasuka kalo lo kayak gini, gue tahu perasaan lo yang hancur karena gue juga tahu sikap lo kalo tentang perasaan kak, udah kak jangan nangis air mata kakak ini berharga kak. Heii kak banyak perempuan disana yang lebih baik dari Caca gue tahu kok gimana rasanya jadi lo, udah kak jangan terlalu berharap lebih sama Caca" ucap Nala panjang lebar yang membuat Nathan kembali tersenyum dan membalas pelukan adik nya itu.