
Makan malam pun tiba kini Nathan dan Nala sedang belajar bersama diruang keluarga ditemani oleh orang tuanya itu.
"Kamu kenapa tiba tiba nangis kayak gini kak kok kamu cengeng banget jadi laki" ucap Putra "Papahhh jangan gangguin dong ini masalah hati pah hati" jawab Nala sambil menunjuk dada nya.
Mereka bertiga tertawa kecil karena sikap Nala yang menggemaskan.
"Ooh jadi hati, kayaknya ada yang patah nih" ejek Maya pada anaknya itu "Iya mah, tadi tuh ya rencana kak Nathan mau nem- " Nathan yang membengkap mulut adiknya itu karena dia sangat malu bila diceritakan kepada orang tua mereka.
"Hei nak kenapa? Kamu malu? Sudahlah lagian papah ini juga pernah muda nak, papah juga dulu sering dikejar kejar cewek" ucap Putra.
Maya memandang Putra dengan tatapan sinis, Nala menyadari kalau Maya sedang cemburu.
Nala mengedipkan kedua matanya pada Nathan sambil melihat lihat kearah Maya yang cemburu. Nathan yang menyadari itu semua langsung melepaskan bekapan nya dan mengajak Nala untuk kekamar.
"Pah mah kita kekamar dulu ya, belajar nya dikamar saja disini takut" ucap Nala yang membereskan bukunya dan langsung berlari kearah tangga tapi tidak dengan Nathan.
"Pah lihat mamah yang sedang cemburu, hayo loh Pah gak dikasih jatah malam ini" bisik Nathan pada Putra karena Putra tak menyadari istri nya sedang cemburu.
Nathan langsung melarikan diri untuk sembunyi bersama Nala karena mereka ingin melihat bagaimana papah nya membujuk mamah nya yang sedang cemburu.
"sssttttt" ucap Nala pada Nathan. Mereka kini telah bersembunyi dibalik tangga.
Diruang keluarga Putra berusaha membujuk istrinya agar tak marah lagi padanya.
"Sayang sudahlah jangan marah" ucap Putra sambil mengecup pipi istrinya.
Maya hanya bersikap cuek pada Putra. Putra yang kesal karena didiamkan oleh istrinya mulai mencium bibir istrinya dan melumatnya lembut. Maya terbelalak karena sikap Putra yang membujuk nya dengan cara itu.
Nala dan Nathan melihat itu semua langsung membuka mulut mereka karena tak percaya sikap papah ini padahal dipojok sana ada CCTV.
"Dek kalo kamu dah nikah sama Zhayn bakalan gitu ya?" ledek Nathan Yang sudah tidak mengangan lagi dan tak sadar Nala mengangguk setelah itu ia tersadar akan ucapan Nathan.
Mereka melanjutkan melihat papah nya yang kini telah memanas.
"Ishhh apaan sih kamu mas" ucap Maya yang tersipu malu tapi tetap saja ia marah.
"Jangan marahlah sayang mas hanya cinta kamu saja percayalah" sambil mengecup ngecup pipi Maya.
"Iya iya kamu ini sudah tua juga" ucap Maya seraya memukul paha Putra dan Putra pun langsung menggendong Maya menuju kamar mereka dan melanjutkan yang tadi.
"Anjirr Gilaa" ucap Nala "Kalo mau noh sama Zhayn dua hari lagi lo nikah" ucap Nathan.
"Gangguin yu" ucap mereka berdua sambil tersenyum usil.
Mereka pun langsung menuju kamar orang tuanya dan terdengar desahan desahan mamah nya "Iiihhhh ngeri banget dah Papah" Nathan bergidik.
"Sudahlah ayo kak mumpung sudah mulai panas kita Gangguin saja daripada kita punya aku punya adik mending jangan" Nala tercengir.
Mereka berdua menggedor gedor Pintu kamar orang tuanya dan berbicara "Tolongggg pahhh mahhhhh bukaaa" ucap mereka berdua sambil menahan tawa nya.
Didalam kamar Putra yang sudah melucuti pakaian istrinya "Mas ada yang ngetok" ucap Maya kepada Putra.
"Sudahlah ma kita lanjutkan saja palingan boongan" jawab Putra karena sudah tahu Nala dan Nathan sedang mengganggu mereka.
"Ya sudahlah" ucap Maya pasrah dan Putra pun langsung menciumi tubuh istrinya.
Diluar kamar Nala dan Nathan tak berhasil mengganggu mereka "Kak ganggu lagi yu ga seruah papah nya malah melanjutkan" bisik Nala pada Nathan.
Tiba Tiba...