My Hubby

My Hubby
Sikap Nathan yang berubah



Tiba tiba pundak mereka ada yang menepuk dan mereka kira itu adalah hantu.


Mereka saling bertatapan.


"AAAAAAAAA HANTUUUU" Teriak mereka berdua.


"Non den jangan berisik bibi lagi nyapu disini tapi tiba tiba bibi lihat kalian berdua" ucap bi Marni.


"Huufftt" mereka menghela napas lega karena bukan hantu yang menepuk pundak mereka melainkan bi Marni asisten rumah tangga nya.


"Bibi ada ada saja, ini lho bi papah sama mamah la- " ucap Nathan tapi terpotong karena kakinya diinjak oleh adiknya dan memberi kode supaya tak membahas itu.


"Lagi apa den? Nyonya dan Tuan baik baik saja kan?" tanya Bi Marni panik dan mereka berdua mengangguk.


Bi Marni pun pamit karena ingin mencuci piring setelah memberitahukan pada mereka bahwa makan malam siap.


"Dek coba buka pintu nya yu?" ajak Nathan jail dan langsung Nala pun mengangguk.


Ceklek


Pintu tidak dikunci langsung saja mereka mendorong pintu itu pelan pelan dan terlihat mamah papah nya sedang tidur berpelukan.


Mereka pun menarik kembali pintu tersebut dan mengurungkan niat nya untuk mengajak makan malam.


Nathan dan Nala sudah berada di kamar mereka, mereka memang sekamar tapi punya kamar mandi masing masing dan dibatasi oleh tembok saja tapi orang tua mereka sudah mempersiapkan kamar untuk mereka jika sudah menikah.


***


Ditengah kesunyian malam ada seorang perempuan cantik memeluk lutut nya dan menangis mengingat dimana kejadian terindah dengan Nathan.


Dia berusaha melupakan Nathan tapi tidak bisa bahkan dia sempat memergoki Nathan memandang nya dengan tatapan penuh arti.


***


Nala dan Nathan kini sedang bersenda gurau Nathan yang tadinya sedih sekarang mendapatkan support dari adiknya Nala supaya tak bersedih lagi mengingat Caca.


Sesampainya mereka didepan kamar orang tua nya langsung saja mereka mengetuk pintu dan mengajak makan malam orang tua nya.


"Pah mah ayo makan malam aku dan Nathan sudah lapar" ucap Nala dibalik pintu kamar.


Didalam kamar Maya yang sedang tidur terbangun mendengar ketokan dari anak nya itu.


"Pah ayo makan malam kasian anak anak udah nungguin" Maya membangunkan Putra yang kini sedang berada disamping nya sambil memeluk Maya.


"Hmmmm" Putra menjawab dengan mata terpejam dan Maya terpaksa membangunkan nya dengan ancaman.


"Kalau tidak bangun dalam hitungan 5 detik sekarang gaboleh tidur disini tidur diluar" ancam Maya dan Putra langsung membuka matanya lebar lebar mendengar ancaman sang istri langsung saja dia berlari menuju kamar mandi.


"Yang benar saja dia sangat takut dengan ancaman itu" Batin Maya.


Maya memungut pakaian nya yang berserakan dilantai setelah itu ia bersiap juga untuk keluar menemui anak anak nya.


Maya membuka pintu dan terlihat Nala dan Nathan mengerucutkan bibirnya karena lama menunggu mereka sudah lapar.


Maya yang melihat itu langsung tersenyum dan mengajak Nala serta Nathan untuk turun kebawah.


"Ayo jangan marah kalian ini sudah besar masa kalo disekolah berlagak jadi dewasa tapi dirumah tetap saja kayak anak kecil yang berusia 5 tahun" ejek Maya.


Putra yang sudah mandi dan bersiap menemui anak nya itu "Sudahlah ayo turun" ajak Putra yang kini sudah siap untuk makan malam.


"Lama banget sih" keluh Nathan dan Nala.


Mereka berempat langsung turun menuju meja makan, setelah sampai seperti biasa yang dilakukan Maya menyendokan nasi serta lauk pauk kepada suami dan Anak anak nya itu.


Tiba tiba ada yang mengetuk pintu saat mereka makan.


*Tok Tok Tok