
Samuel yang ingin berdiri tapi kepala nya tiba tiba pusing "Sa Risa gua pusing" ucap Samuel sambil memegang kening nya.
"Eeehhh Zhayn Nathan tolong bantu aku dia pingsan" ucap Risa melihat Samuel pingsan.
Lalu mereka pun membantu menggotong tubuh Samuel ke uks. Sinta dan geng nya merasa tak berhasil akan rencana yang dibuat untuk menghancurkan Nala.
Saat ini kesempatan bagus buat Nathan untuk memberi tahu kepada teman teman mereka akan rencana Jahat si Sinta.
Sinta dan geng nya masuk ke kelas masing masing karena rencana nya gagal, Nathan yang melihat Sinta itu tersenyum licik 'Ini belum seberapa kelicikan mu itu kelinci kecil '
Nathan melihat Zhayn dan Nala yang sedang menunggu di uks, karena teman teman yang lainnya memutuskan untuk pergi karena jam pelajaran dimulai mereka meminta tolong untuk menemani Samuel dan Zhayn serta Nala tak keberatan.
Nathan menghampiri mereka berdua "Hey gue mau ngomong sesuatu nih" ucap Nathan dengan nada serius "Apa" tanya mereka berdua.
Nathan menghela napas "Sinta akan membunuh Nala" ucap Nathan.
Nala dan Zhayn terkejut dengan perkataan Nathan, Nala merasa tak ada salah pada Sinta ataupun geng nya tapi kenapa dia ingin membunuh nya itu menjadi pikiran Nala.
"Oke gue jelasin, tadi saat gue mau masuk kelas gue gak sengaja liat Sinta sama geng nya yang lagi berbicara ditempat sepi, mereka merencanakan rencana Jahat untukmu Nala, pasti kalian berpikir kenapa mereka begitu? Padahal kalian tak ada salah pada mereka, Jadi gini Sinta suka sama lo Zhayn dan dia tidak suka bila ada Nala dan-- " penjelasan Nathan terpotong karena tiba tiba saja Samuel sadar dan seperti orang yang sudah berlari.
"Nala" ucap Samuel sambil mengatur napas nya.
"Gue liat lo ditabrak sama mobil Sinta, tapi bukan Sinta yang menabrak nya, dan gue saranin kalo lo gamau hal itu terjadi mending lo harus deket terus sama Zhayn dan Nathan karena gue dan lainnya juga gamau hal itu terjadi, itu yang ada dipenglihatan gue" ucap Samuel panjang lebar dan membuat Nala memeluk erat Zhayn "By kamu jangan jauh dariku" ucap Nala.
Zhayn dan Nathan mendengar penjelasan Samuel itu pun mengerti.
Kini mereka sudah kembali kedalam kelas masing masing karena mereka sudah tertinggal pelajaran, di dalam kelas Olive yang melihat Sinta dengan tatapan curiga dia mempunyai firasat buruk terhadap Nala.
***
*Disingkat saja ya
Bel pulang sekolah pun berbunyi kini mereka sudah sampai dirumah masing masing.
"Iya bntar kak" sahut Nala dalam kamar, Nala yang sudah rapih dengan pakaian santai nya pun keluar kamar menemui Nathan.
Sesampainya di meja makan mereka langsung saja Makan berdua karena orang tua mereka sedang mempersiapkan pernikahan putri nya.
***
Di lain tempat Sinta dan geng nya frustrasi karena rencana nya gagal "Semuanya GAGALLL!!!" Sinta mengebrak meja belajar yang ada dikamar nya.
Mona dan Shafira serta Sasa hanya diam tak mampu berkata kata lagi karena tentu mereka tidak salah tapi Sinta meluapkan kekesalan nya pada mereka bertiga.
"Gimana sih bisa gagal, gue itu gak suka sama si Nala, kalian juga gimana sih udah dikasih tahu juga!" benak Sinta pada ketiga gadis yang ada didepan nya.
Mona yang kehabisan kesabaran pun angkat bicara karena Sinta selalu menyalahkan mereka bertiga kalau rencananya selalu gagal.
" Gue udah bantu lo, tapi lo malah membentak gue, marahin gue, kalau rencana lo gagal selalu yang kena salah kita, bahkan lo sendiri yang ngatur rencananya, mungkin Tuhan lebih sayang sama Nala karena itu Tuhan tidak mengijinkan lo untuk Hancur in Nala. Gue udah muak sama lo gue jijik akan rencana busuk lo, sekarang gue mau minta maaf sama Nala dan membongkar semua rencana lo GUE MAU BERUBAH DAN GAK AKAN DI GENG LO LAGI!! "Ucap Mona penuh amarah lalu meninggalkan mereka yang tak bisa berkata kata apalagi Sinta.
Shafira dan Sasa pun punya niat sama dengan Mona, apalagi mereka sudah sering menjadi obrolan siswa siswi yang ada disekolah kini mereka juga mau berubah sikap dan tak mau berbuat jahat lagi.
"Apa yang diomongin Mona bener gue juga mau merubah sikap gue, gue udah cape jadi bahan omongan sekolah. Gue gak mau berteman sama lo lagi!" Ucap Shafira lantang lalu meninggalkan Sasa dan Sinta untuk mengejar Mona.
"Yang gue omongin udah diwakili sama Shafira dan Mona!" bentak Sasa.
Kini Sinta menangis sejadi jadi nya karena rencana untuk menghancurkan Nala malah menghancurkan diri sendiri dan persahabatan nya.
***
Happy Eid Mubarak Readers tercinta🙏
saya dan sekeluarga mengucapkan minal aidzin walfaidzin 🙏😇