
"Nala bangun!" ucap Maya dari balik pintu kamar Nala *ibu Nala. Nala yang mendengar itu langsung membuka pintu nya dan sudah terlihat rapih sejak jam 05.00 pagi.
"Ayo makan, sarapan dulu sebelum berangkat sekolah baru, bareng sama kembaran mu itu!" Perintah Maya dengan lembut, karena Nala tidak suka dibentak orang "Iya mah, Oh ya papa mana mah?" tanya Nala.
"Papah mu itu lagi diluar kota meng handle kerjaan kakek" Jawab Maya yang diangguki Nala, "Nak kamu sekarang panggil kakak mu Nathan suruh bangun dan siap siap untuk sekolah karena kalian pindahan dari luar negeri" Nala yang mendengar itu pun malas karena Nathan susah bangun mau tidak mau harus membangunkan nya.
Nala pun naik tangga dengan malas dan terlihat pintu kamar Nathanterbuka sedikit.
Nala pun membuka nya terlihat Nathan sudah rapih dengan seragam SMA nya, Nala yang tidak percaya langsung menampar pelan kakak nya itu.
PLAKKK
"Sakit ****!" Ucap Nathan , Nala pun tersenyum tanpa dosa. "Ya kali biasanya lo susah dibangunin, kenapa sekarang udah rapih aja tuh" Nathan terheran dengan ucapan Nala karena sekarang mereka bukan lah sekolah ditempat lama melainkan tempat yang baru.
"Ya iyalah gimana pun juga kalo gue suka susah bangun lama ya sekarang mah engga, beda dong kalo sekarang udah pindah sekolah!" Jwab Nathan
Di lain tempat
Terlihat seorang pemuda tampan sudah siap berangkat sekolah dan selesai sarapan. Pemuda itu adalah Zhayn seorang anak pengusaha terkaya 2 di Asia
Zhayn pun langsung menuju ke sekolah baru nya karena dia adalah murid baru pindahan dari Jepang dan memutuskan untuk pindah ke Indonesia melanjutkan pendidikan nya ditemani keluarga nya.
***
Nathan yang sudah sarapan dengan Nala berangkat berdua menuju sekolah baru nya yang didaftarkan sang Ayah nya. Mereka berangkat menggunakan mobil pemberian dari ayah nya.
Tidak lama kemudian datang lagi mobil Zhayn ke parkiran dan Zhayn pun turun dikagetkan dengan wanita centil memakai make up yang berlebihan membuat Zhayn merasa jijik dengan wanita seperti itu.
"Ganteng boleh minta nomor ponsel nya gak?" tanya wanita itu yang tak lain adalah Sinta dan geng nya Shafira, Sisi. Karena merasa jijik Zhayn langsung meninggalkan nya.
Dan langkah nya terhenti ketika melihat Nathan sedang duduk di bangku sekolah dengan kembaran nya itu sambil memainkan ponsel.
Zhayn pun langsung menghampiri mereka berdua dan menepuk bahu Nathan.
"Bro!" Ucap Zhayn, Nathan yang merasa di tepuk bahu nya mendongak dilihatnya sahabat kecil nya itu langsung memasuk kan ponsel ke dalam celana nya dan memeluk dengan erat Zhayn.
"Apa kabar men!" Tanya Nathan seraya melepaskan pelukan nya itu. "Baik dong, lo apa kabar?" tanya balik Zhayn kepada Nathan.
Nala yang melihat itu merasa diacuhkan dan kembali dengan ponselnya itu. Zhayn melirik Nala dan bertanya kepada Nathan "Itu kembaran lo kan?" tanya Zhayn "Ya itu kembaran gue!" jawab Nathan.
Bel pun berbunyi dan Nathan tidak satu kelas dengan Zhayn dan Nala karena berbeda jurusan dengan mereka.
Zhayn dan Nala berjalan dibelakang guru yang akan memperkenalkan mereka. "Nama lo siapa?" tanya Zhayn yang sedang bersebelahan dengan Nala "Gue? Nala kalo lo?" tanya balik kepada Zhayn "Nama gue Zhayn, nanti lo duduk sama gue ya!" Nala pun mengiyakan nya dan sepanjang jalan mereka ngobrol dan sampai dikelas.
Di dalam kelas Zhayn dan Nala memperkenalkan diri nya dan identitas palsu nya.
Kenapa harus palsu? Karena...