my hero

my hero
pertemuan



tak terasa sudah sebulan lebih elllin tinggal di inggris tepat nya di daerah cambridge...


dimana tempat dia berkuliah yaitu di cambridge university jika dipikirkan lagi orang sepetinya tak akan mampun berkuliah disini meskipun dia bekerja siang dan malam sekalipun



saat ini ellin berada di salah satu perpustakaan yang ada di campus...pekerjaan nya setiap hari adalah pergi ke campus, menunggu jadwal kuliah dengan menghabiskan waktunya di perpustakaan dan bekerja di sebuah caffe yang cukup dekat dengan campus dan juga tempat tingganya



ellin melihat ke arah jam tangan nya kelasnya akan di mulai 15 menit lagi dia harus bergegas menuju kelasnya.


kelas telah berakhir semua mahasiswa bergegas keluar dari kelas tersebut


"ellin..." panggil seseorang saat ellin merapikan barang2 nya yang ada di meja


ellin menengok ke belakang dia tersenyum.


pov ellin


dia rabellie teman ku selama berkuliah disini aku biasanya memanggilnya rabel agar lidah ku tidak keseleo haha sebenarnya aku memiliki satu orang teman lagi jesi dia sangat cerewet, kedua teman ku tak ada satupun akan berhenti bicara kalau sudah kami kumpul.


hari pertama masuk kuliah sangat memberikan kesan yang baik untukku


karena menemukan teman2 sperti mereka yang menerima aku apa adanya...aku tidak mengetahui kehidupan rabel yang sebenarnya yang ku tau dia berasal dari keluarga kaya.


aku tidak ingin menanyakan hal pribadi tentang dirinya yang ku tau dari rabel dia memiliki satu orang kakak


karena aku pernah melihat nya mengangkat telepon dari laki2 aku tanya itu siapa dia hanya bilang dari kakaknya


hanya itu aku tidak ingin mengetahui lebih lanjut lagi.


dan jesi yang ku tau dia berasal dari amerika dia satu rumah dengan ku tetapi berbeda kamar. oleh karena itu kamipun jadi dekat satu sama lain. jesi sekarang sedang ada kelas...kami memiliki kelas berbeda dengan jesi, hanya aku dan rabel yang kadang2 masuk dalam satu kelas


#kembali kecerita


"ellin.." panggil rabel


"wahh kenapa kamu semangat sekali" ucap ellin dengan penuh gurauan


"ehh kamu tau aja hehe" ucap rabel


"ada apa pasti ada berita" tanya ellin


"wahh kamu cenayang yah " ucap rabel salah tingkah


"tidak salah lagi jika seperti ini kamu pasti datang membwa berita, aku tak perlu membeli koran atau membuka hp seklipun kamu pasti tiba2 datang memberitahuku hahah " ucap ellin sambil tertawa


"ellin jangan ketawa mau ku tarik pipi mu itu"


ucap rabel karena merasa gemas dengan ellin


"iya2 ada berita apanih" tanya ellin penasaran dan dengan tampang menggemaskan


"muka mu biasa aja dulu deh"


"lah kenapa dengan mukaku dasar dari sono nya kaya gini, haduh jadinya gini teruskan gak mulai2 cerita"


" iya2 gini loh habis ini ada pertemuan di aula campus, katanya ada orang yang datang loh, ihhh kaya penting banget tu orang pengen ku pp... eh ups" ucap rabel tiba2 menutup mulutnya dengan tangannya


" kenapa sih bel...pertemuan apa emang nya?"


" itu pimpinan yayasan yang mengelola beasiswa mahasiswa dari dalam maupun luar negeri katanya datang" ucap rabel santai


"ellin....rabellll" teriak jesi masuk ke dalam kelas tempat rabel dan ellin


"teman mu tuh lin" ucap rabel


"rabel apaan sih kok gitu sama jesi" ucap jesi


"haha iya soalnya datang2 langsung teriak sih" ucap rabel


"ada apa jes kok buru2 gitu" ucap ellin


"ituh semua orang sudah menuju aula...ayo kita kesana"


"haduh males banget deh" ucap rabel


"udah ayo2 " jesi merangkul rabel dan ellin


#aula


mereka semua pun sudah berada di aula...mereka duduk berdampingan dengan ellin yang berada di tengah soalnya jika jesi dan rabel di dekatkan habis cekcok mulut aja mereka gak bakal ada abis nya


ellin merasa lucu dengan tingkah mereka itu


mereka duduk dibarisan ketiga agar lebih nampak


"kalian tau gak sih katanya yang datang itu direktur perusahaan allison loh, katanya dia pimpinan yayasanya, katanya orangnya tampan masih muda lagi haduh jadi gak sabar pengen liat" ucap jesi antusias maklum mahasiswa baru ...


sebenarnya acara ini dilakukan setahun sekali...pihak yayasan ingin melakukan pemantauan


"udah jes itu acaranya mau di mulai kamu diam dulu " ucap ellin


"haha rasain" ucap rabel menertawakan jasi


"ishh" dengus jesi


acara pum di mulai terlihat pembawa acara membuka acara ini...semua aula sudah terisi penuh oleh mahasiswa dan para dosen


ellin melihat semua orang tampak antusias terlebih para perempuan


"baik inilah tamu penting kita, saya ucapkan selamat datang kepada bapak kenward asley allison, di persilahkan untuk menempati tempat yang telah di sediakan"


semua tampak hening tak ada gemuruh sangat berbeda dari suasana awal tadi


seorang laki2 masuk ke dalam aula diiringi satu orang laki2 di belakang nya semua orang berdiri menyambutnya


ternyata benar dia tampan sekali seperti seorang pangeran


laki2 itu naik ke atas panggung, dia menuju sebuah kursi yang telah di sediakan dan duduk disana


...


terdengar bisik2 para perempuan


"tampan sekali...calon suamiku tiba akhirnya"ucap salah seorang wanita


"mimpi sekali kau, dia seperti pangeran kamu pikir yang pantas siapa lagi selain aku"ucao perempuan itu dengan centil


laki laki itu menuju podium untuk memberikan sambutan


" selamat siang" ucap laki2 itu dengan suara seperti menggema


"siang" ucap semua orang yang ada disana suara yang di dominasi oleh suara perempuan


" senang sekali rasanya bisa kembali menginjakkan kaki di kampus ini, saya ikut bangga dengan prestasi yang di miliki kampus ini sehingga saya tak salah memberikan donasi kepada kampus dan mahasiswa yang ingin berkuliah disini" ucap ken sambil mengedarkan pandangannya.


matanya berhenti pada satu titik seseorang yang duduk dia tertegun seketika entah kenapa tiba2 jantung nya sangat cepat berdetak


perempuan yang merasa di perhatikan itu berusaha biasa saja dia mencoba untuk tersenyum


tapi lain hal berbeda dengan respon ken detak jantung nya malah semakin cepat


tapi ken mencoba melanjutkan sambutan nya dengan mengalihkan pandangan nya dari perempuan itu


.ya ellin lah dimna dia berhenti menatap kesegala arah..fokus nya hanya kepada ellin saja..


tapi untunglah dia mampu mengontrol dan mengendalikan semuanya sampai kata2 terakhir dari sambutannya


semua orang bertepuk tangan menandai berakhirnya pidato yang disampaikan oleh pria tampan yang ada di depan itu