
Kami berdua asik dengan makanan dimeja dan tanpa bersuara selesai kami makan, aku mengeluarkan handphone untuk memotret momen yang ada di restoran ini betapa kangennya dengan suasana restoran yang dulu berbeda sekali dengan sekarang.
" Anna kau sangat senang sekali disini ?" tanya dr Kevin yang melihatku asik memotret. Aku menganggukkan kepala tanda setuju dengan pertanyaan dr Kevin. Suasana sangat hening, aku beranikan menoleh kearah dr. Kevin yang tadinya terus menerus bertanya dan tiba-tiba hening tak ada suara.
"Kenapa melihatku?" tanyaku yang saat menoleh ternyata dr. Kevin melihatku.
"Tidak ada apa-apa, hanya saja dudukku berhadapan dengan kamu jadi pandanganku kearah kamu " jelasnya.
" Oke ... oke, aku mengalah saja !!!" ucapku.
" Ayo, kita pergi !!" ajak aku pada dr. Kevin sambil mengulurkan tanganku.
"Baiklah" ucapnya dan menerima uluran tanganku. Sampai parkir dr. Kevin tak melepaskan tangannya.
" Masuklah !!!" ucapnya saat pintu mobil sudah dibuka.
"Terimakasih dr. Kevin" ucapku sedikit malu atas perhatiannya.
"Apakah aku ke rumah sakit sekarang?" tanyaku pada dr Kevin.
" Tidak sekarang, ini sudah mau gelap dan kau istirahat saja dulu !!" jelasnya padaku.
"Baiklah" ucapku menyetujui kata-katanya.
"Besok, aku jemput kamu sepulang dari mengajar " katanya padaku.
"Sangat merepotkan dr Kevin dan kalau aku datang waktu sepulang mengajar yang ada jam menjenguknya habis jadi besok aku datang pagi-pagi, bagaimana? " ucapku pada dr Kevin.
"Baiklah, aku akan menjemputmu jam 8 pagi !!" jawabnya dr Kevin.
" Merepotkan dr Kevin saja, aku bisa pergi sendiri !!" ucapku.
"Tak apa-apa, rumahmu itu sering aku lewati jadi tidak merepotkan saat aku berangkat sekolah" jelasnya padaku.
Sampai di rumah Anna.
"Sudah sampai" ucap dr. Kevin
"Oh ya, terimakasih untuk hari ini " ucapku sambil sedikit membungkuk setelah keluar dari mobil. Hanya anggukkan dan senyuman jawaban dari dr. Kevin, mobilnya juga sudah berlalu pergi dan aku masuk ke rumah dengan berjalan sambil tersenyum entahlah kenapa bisa sebahagia seperti ini.
"Kau darimana saja Anna?" ucap Nisa yang sedang duduk di sofa sambil memegang remote TV.
"Tadi aku habis dari restoran" ucapku sedikit kaget juga karena baru masuk sudah ditanya tiba-tiba.
"Dengan siapa?" tanyanya lagi.
"Kau ini kepo sekali !!! aku mau ke kamar untuk membersihkan diri, ini bajuku sudah tak nyaman" ucapku agar Nisa tak bertanya hal yang aneh-aneh.
" Kau ini Anna, sedang menyembunyikan apa dari aku?" tanyanya sambil teriak dan masih terdengar suaranya. Aku hanya tertawa melihat rasa penasaran sahabatku yang satu ini. Setelah membersihkan diri, aku mengambil handphone untuk meminta ijin kepala sekolah.
Skip
From : Anna
To : Ibu kepala
Selamat malam ibu, mohon maaf mengganggu waktu ibu !! saya mau minta ijin hari besok tidak bisa masuk, karena ada keperluan yang mendadak. Sekali lagi saya mohon maaf dan terima kasih sebelumnya 🙏
Pesan terkirim
5 menit kemudian.
Ting ... Ting bunyi handphone Anna dan Anna langsung membuka pesan tersebut.
"Syukur ibu kepala memberikan aku ijin " ucap Anna dengan senang.
"Aku akan telepon dr Kevin bahwa aku akan berangkat di pagi saja agar lebih nyaman melihat Rizal" ucap Anna .
"Hallo dr Kevin ? ini dengan Anna " ucap Anna saat dr Kevin sudah mengangkat telepon.
"Ya ada apa Anna?" jawab dr Kevin.
Aku terdiam karena dr Kevin sangat to the points sekali tak ada basa-basi kata Anna dalam hati.
"Anna" panggil dr Kevin saat tak ada suara dari aku. Aku sungguh kaget dr Kevin memanggil nama aku saat aku terdiam memikirkan sikap dr Kevin yang berbeda di telepon dan tadi bertemu.
" Ah, maaf dr Kevin !!, soal besok aku menjenguk Rizal di pagi hari saja !!" jelas aku pada dr Kevin.
"Baiklah" jawaban yang sungguh singkat.
Tak lama saat aku ingin membalas ucapannya terdengar suara wanita yang tadi aku dengar saat akan janjian dengan dr Kevin.
" Hallo dr Kevin sedang sibuk ya?" ucap Anna tapi tak ada jawaban dan aku langsung melihat handphone ternyata masih tersambung tapi tak ada suara dr Kevin.
Saat ingin mematikan handphone yang aku anggap dr Kevin sibuk tapi terdengar suara wanita lembut.
"Sayang jangan disini, malu sekali" ucap wanita itu dengan lembut.
Dengan cepat aku mematikan handphone dan tak ingin mendengar kelanjutan pembicaraan mereka.
"Kenapa sih dr Kevin !! kalau ingin pacaran bisa matikan dulu handphone, aku juga gak akan marah dan malah seperti ini aku semakin kesal " ucapku dengan kesal membanting handphone ke kasur.
"Mending tidur saja, males kalau mengingat yang tadi !!" ucapku yang masih kesal dengan dr Kevin.
Tok ... tok
"Anna, sudah tidur?" tanya Nisa dengan lembut. Aku hanya membuka pintu dengan ekspresi wajah cemberut.
"Kau kenapa seperti ini wajahnya?" tanyanya padaku.
"Tidak ada apa-apa!!" ucapku.
"Aku tau kamu pasti ada masalah !!" katanya yang tak aneh langsung tau kalau aku sedang tak baik.
"Besok aku bertemu dengan Rizal, aku hanya kepikiran saja apa yang akan aku lakukan?" tanyaku pada Nisa.
"Kau bawa mainan saja ajak Rizal bermain agar hatinya senang !!" jelasnya padaku.
Sambil tersenyum aku katakan seperti biasa " Ide yang sangat bagus".
"Kau tidak bete lagi ?" tanyanya. Aku menggeleng kepala dan tersenyum.
Bersambung
Jangan lupa like comment and vote 🙏