my hero

my hero
BAB 17



Aku sekuat tenaga untuk meraih obat di laci meja meskipun badan dan dadaku terasa sedikit sesak. Sampai aku depan meja berusaha meraih gagang laci untuk membuka dan mengambil obat yang sudah lama tak aku konsumsi karena yakin gejala aku alami tidak kambuh lagi tapi hari ini aku harus kembali mengkonsumsi obat itu lagi dan yang aku rasakan jauh lebih sakit dari sebelumnya. Setelah aku dapatkan obatnya dan aku langsung meminumnya tapi kenapa dadaku sedikit sakit.


" Dadaku sakit sekali?" ucapku sambil menekan dada yang terasa sakit dan tangan kananku masih memegang gelas. Tak lama rasa sakit di dadaku membuatku terasa gelap dan lemas.


Nissa POV


Prakk ... Prakk


Bunyi gelas terjatuh


"El, buka pintunya apa yang terjadi?" teriakku didepan pintu kamar Eliana. Aku sungguh khawatir dengan kondisi Eliana dikamar ditambah terdengar seperti sesuatu yang jatuh dan aku bergegas menuju meja makan.


"dr Kevin bisakah kau bantu aku melihat Eliana?" ucapku pada dr Kevin yang aku sudah mengetahui dia menyukai sahabatku. Dia mengangguk kepalanya dan dengan cepat pergi menuju kamar Eliana dan tak hanya dr Kevin, dr Daniel, Dika dan Rey juga ikut melihatnya.


"Kau punya kunci cadangan?" ucap dr Kevin padaku dan aku balas dengan gelengan kepala.


" Bisakah dobrak pintunya saja !!!" ucapku.


"Kau gila ini akan merusakkan pintu kamar Eliana!!" ucap dr Daniel.


"Aku khawatir dengan Eliana dan dari tadi dia tak menjawab, tambah lagi suara benda terjatuh!!" ucapku sambil teriak pada dr Daniel.


Tiba-tiba dr Kevin langsung mendobrak pintu kamar Eliana dan setelah masuk melihat Eliana pingsan di pinggir ranjang tak hanya itu terlihat obat berserakan dan ditambah ada pecahan kaca. Aku berteriak dan mau mendekat malah ditahan oleh dr Daniel.


" Biarkan dr Kevin yang memeriksanya!!" ucapnya yang membuat aku juga menyerah dan jika aku di sana mungkin tak baik.


"Daniel, kau telepon rumah sakit untuk menyiapkan bawa pasien akan berada di UGD !!" ucap dr Kevin sambil menggendong Eliana.


"Apa yang terjadi dengan Eliana ??" ucap Nisa pada dr Kevin.


" Aku tidak tau tapi detak jantungnya sangat lemah " ucap dr Kevin.


" Maksudnya kenapa dengan jantung Eliana?" ucap Nisa yang sedikit kaget dengan ucapan dr Kevin.


Menggendong Eliana " Alangkah baiknya kita bawa dulu ke rumah sakit " ucap dr Kevin dan berlalu melewati Nisa.


"Aku jamin Eliana akan baik-baik saja di tangan dr Kevin" ucap dr Daniel yang sambil menepuk pundakku.


"Ayo, kita pergi ke rumah sakit juga" ajaknya lagi dan merangkul aku untuk ikut dengannya.


Aku, Dika dan Rey menunggu di depan ruangan IGD. Aku sama sekali tak tenang dengan keadaan Eliana seperti itu tak pernah terjadi selama aku dan Eliana bersama dan ini pertama kalinya Eliana sakit, 5 tahun bersama tak ada yang salah dengan Eliana tapi kenapa ini dan apa yang terjadi dengan Eliana sampai seperti ini.


"Nisa, berhenti bolak-balik seperti itu!!" ucap Dika yang kesal melihat temannya itu.


"Kamu tau aku sama sekali gak tenang dengan kondisi Eliana di sana, bagaimana sesuatu terjadi pada Eliana?" ucapnya dengan panjang lebar.


Saat Dika ingin menjawab ucapku ditahan oleh Rey, "Sudah, Dika tak usah dimasalahkan ini rumah sakit!!" ucapnya dengan tenang.


"Kita tunggu saja dan berdoa, semoga Eliana baik-baik saja !!" ucap Rey.


30 Menit kami menunggu dan akhirnya dr Kevin dan dr Daniel keluar , aku buru-buru menghampiri mereka.


" dr Kevin bagaimana keadaan Eliana? tanyaku dengan cemas dan takut.


" Keadaan Eliana baik-baik saja akan tetapi dia masih harus di observasi dan menunggu hasil laboratorium mengenai obat yang di konsumsi harus juga harus tunggu hasil, kamu tau Eliana suka mengkonsumsi obat?" ucap dr Kevin dengan panjang lebar.


"Ini baru pertama kali aku melihat obat itu, Eliana juga tak pernah cerita kalau dia sakit " ucapku pada dr Kevin. Aku terus menghela nafas berat karena khawatir dengan Eliana, kenapa dengan dia dan tidak pernah seperti ini. Hal apa yang tidak aku ketahui tentang Eliana. Ucap Nissa sambil duduk dan termenung.


" Tenanglah Eliana akan baik-baik saja, kamu tak usah khawatir" ucap dr Daniel..


" Bagaimana kita ke kantin dulu,, kamu perlu mengisi perut" ajak dr Daniel.


"Aku sedang tidak ada selera makan " jawabku.


"Jika kamu seperti ini,, Eliana akan marah " ucap dr Daniel.


"Bagaimana bisa aku makan lahap sedangkan sahabatku terbaring lemas di ranjang " ucapku.


" Aku paham, tapi kalau kamu juga sakit siapa yang akan merawat Eliana???" tanya dr Daniel.


Aku berpikir tentang perkataan dr Daniel, jika aku sama-sama sakit Eliana siapa yang menjaga dan aku tidak ingin sama setidaknya harus ada yang sehat.


"Baiklah, kita ke kantin" ucapku pada dr Daniel lali berdiri.


Bersambung


Jangan lupa like comment and vote 🙏