
"ada apa nona, ada yang bisa saya bantu?" tiba2 pintu dibuka oleh perempuan yang sudah terlihat lumayan tua
" saya mahasiswi dari indonesia saya di suruh ke alamat ini, apa benar ini alamat ..x..
?" ucap ellin dengan hati2
.
.
.
"benar ini alamatnya, apa kamu nona wiharjo?"
"oh iya benar bu saya ellina putri wiharjo ibu bisa panggil saya ellin"
"saya vivian oswald panggil saja vian silahkan masuk dulu kalau begitu"ucap perempuan tua itu
ellin masuk dengan menyeret coper dan tas kecilnya kedalam rumah yang besar ini, di seoanjang jalan ini semua bangunan terlihat sama yaitu dengan dinding yang saling menempel...
ellin melihat ruangan disana, ellin merasa ini bangunan yang sangat luar biasa untuk di tinggali orang seperti dirinya
"nona nona " panggil ibu vian
" eh iya bu maaf saya melamun"
" oh iya tak apa, baik saya akan menjelaskan terlebih dahulu disini terdapat 5 kamar, 3 kamar sudah terisi tinggal 2 kamar yang belum" ucap ibu vian menjelaskan sambil berjalan
"dan ini kamar kamu" ucap ibu vian yang berhenti pada salah satu kamar dan membuka pintu tersebut
"kamu tenang saja di setiap kamar ada dapur dan kamar mandi masing2 untuk menjaga privasi setiap penghuni, silahkan kamu bisa menempati kamar ini dan kamu bisa merapikan barang2 mu "
"hm mohon maaf bu saya ingin bertanya" ucap ellin hati2
"iya silahkan"
"katanya saya disini bebas tinggal selama 6 bulan, setelah selesai 6 bulan kira2 nanti setiap bulannya yang saya harus bayar berapa bu"
" ini kamu bisa mentransfer lewat rekening ini jika waktunya nanti kamu harus membayar! disini juga ada nominal yg harus kamu bayar untuk perbulan nya. untuk 6 bulan kedepan kamu tenang saja kamu benar kamu di bebaskan untuk tinggal disini, dan ini kunci nya" ucap ibu vian sambil menyodorkan sebuah kertas yang seperti sebuah rincian dan sebuah kunci
"baik bu terima kasih sekali lagi"
ucap ellin
ibu vian berlalu dari hadapan ellin
ellin menutup pintu tersebut dan mengedarkan pandangannya pada ruangan tersebut
dia pun menuju kasur minimalis yang terlihat pas untuk dirinya
dia merebahkan tubuhnya pada kasur tersebut
dan memandangi kertas yang d berikan ibu vian tadi
"ternyata memang besar biaya nya, tak salah jika tempat nya sebagus ini, aku harus mencari pekerjaan paruh waktu nanti..
aku tidak harus selalu menggunakan uang peninggalan nenek, uang itu aku simpan saja sebagai simpanan takutnya aku akan memerlukan uang itu mendadak nantinya"
ellin pun memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. jam sudah menujukkan pukul 20.00 saat dia keluar dari kamar mandi dengan pakaian tidur yang sudah melekat ditubuhnya.
dia sangat letih karena perjalanan ini begitu menguras tenaga nya dari tadi.
dia pun memutuskan untuk mengistirahatkam tubuhnya dan memilih tidur
karena besok pagi dia harus pergi ke kampus yang tentunya akan membwa perubahan pada kehidupan nya
# dilain tempat
" tuan mobil anda sudah siap" ucap seorang laki2 kepada seorang laki2 yang sedang berada duduk di kursi kebesarannya
"ya 5 menit" ucap laki2 tampan itu sambil menutup berkas yang ada di depannya
dia adalah
kenward adney allison Mountbatten
dia merupakan anak dari keluarga konglomerat dan bangsawan dari inggris
dia memang bukan anggota kerajaan tetapi dia memiliki hubungan kekeluargaan yang cukup dekat dengan anggota kerajaan
sehingga pengaruhnya pun begitu besar di inggris, bukan hanya di negara inggris saja dia pun sangat terkenal di bagian erofa dan asia sebagai pengusaha muda, tampan. sehingga tak ada seorang pun yang tidak mengenal dirinya bahkan pejabat negara sekalipun
saat ini dia baru berusia 28 tahun seorang lelaki sukses tampan muda tidak ada seorang perempuan pun yang tidak bertekuklutut dan terpesona kepadanya, bahkan tak jarang model dan artis ternama mendekatinya dan merayunya namun ken tak sedikit pun melirik bahkan tertarik kepada mereka