
setelah satu minggu setelah sepeninggalan neneknya ellin berusaha untuk bangkit kembali...
2 hari yang lalu pihak sekolah menelpon nya bahwa ada yang menawarkan beasiswa kepadanya dan betapa terkejutnya ellin beasiswa itu adalah beasiswa luar negeri yang selama ini dia impi2kan
betapa ellin sangat bersyukur atas kabar tersebut ellin diminta untuk datang kesekolahnya untuk mengurus berkas2 yang harus segera diurus
tetapi tiba-tiba terdengar bunyi bel yang terus berbunyi dan suara ketukan yang sangat keras seolah orang yang diluar sana sudah tidak sabar untuk masuk.
dia melihat kekaca terlebih dahulu dan terkejut mengetahui orang yang di balik pintu adalah pamannya dan bibinya dan sepupunya yang bernama isabel
" ELIN BUKA PINTUNYA CEPAT" teriak bibinya dari luar
"iya bi tunggi sebentar" kata elin sambil membuka pintu rumah yang terkunci itu
saat terbuka paman, bibi dan isabel langsung masuk
"minggir kau" ucap isabel sambil mendorong bahu ellin
"langsung saja ellin tujuan paman kesini adalah ingin kamu pergi dari rumah ini"
ucap pamannya, ellin sontak terkejut bagaimana bisa setelah 3 tahun paman nya tidak muncul dia tiba-tiba datang ingin menyuruhnya pergi dari rumah ini
"paman dari mana saja kenapa pada saat pemakaman nenek paman tidak datang"
ucap ellin
" diam kau anak ingusan jangan banyak tanya itu bukan urusan kamu, sebaiknya kamu cepat pergi dari rumah ini" bibi berta dengan nada yang menggas
"keluar kau cewe gak tau diri ini sekarang rumah kami" isabel dengan tampang tak bersahabt
" bi paman ini rumah nenek bagaimna bisa kalian mau mengambilnya, dan kalau ellin pergi ellin harus tinggal dimna?" ucap ellin yang berusaha mengontrol situasi
"itu bukan urusan kami ellin kamu tidak berhak atas rumah ini" ucap paman dengan tegas
"ayo kau anak sialan ikut saya" berta menarik tangan ellin menuju kamar ellin
" cepat bereskan barang2 mu dan keluar dari rumah ini"
ellin yang diperlakukan begitu begitu terluka dan ia merasa sakit pada pergelangan tangannya dia membereskan barang-barang dengan hati yang hancur dia tidak ingin menangis pada saat ini dia tidak ingin terlihat lemah didepan mereka. dia menyelipkan buku neneknya didalam tas nya dan hati-hati agar tak ketahuan oleh mereka..
"cepat lama sekali" isabel menarik tas ellin dan langsung membwa nya keluar
sedangkan berta menarik tangan ellin untuk segera keluar
"lama sekali dasar bodoh" bentak berta
ellin diusir di depan rumah dan tas nya di lempar...
dia tak ingin melawan karena percuma mereka ber3 sedangkan dia sendiri dia tak ingin disakiti secara fisik jika melawan
lebih baik dia yang mengalah walau harus di perlakukan seperti ini
dia menuju ke sekolah dengan mengendarai motornya dan akhirnya dia sampai di sekolah tersebut
setelah beberapa jam berlalu jam sudah memasuki jam 1 siang dia memuntuskan untuk duduk di bangku yang ada di taman sekolah ...semua urusan tentang beasiswa nya sudah selesai di urus nya.
dia akan di berikan sebuah penginapan pada saat disana dan jadwal keberangkatan nya adalah besok pukul 09.00 pagi tapi dia bingung dia harus kemana.
dia tidak memiliki teman akrab yang bisa dia minta tolong dia ingin minta tolong ke ibu dewi tapi dia sedang diluar kota.
setelah berpikir panjang dia akhirnya memutuskan untuk meminta tolong ke ibu murni
dan memutuskan untuk ke cafe ibu murni
#cafe
ellin memasuki cafe yang isi nya merupakan tempat tongkorong anak2 muda itu
"bu murni" panggil ellin saat melihat ibu itu sedang berada di meja kasir
"ellin, ibu sangat merindukanmu sudah lama kamu tidk disini saat kamu memutuskan untuk berhenti dan ingin fokus pada ujianmu ayo masuk kedalam dulu" kata bu murni yang langsung membwa ellin
"resty tolong jaga kasir dulu ya"
ucap bu murni kepada seorang pegawai. lalu membwa elli kedalam sebuah ruangan
"ellin kenapa baru kesini "
"iya bu maafkan ellin karena baru mampir kesini sekarang"
"ada apa ellin...apa kamu ada masalah?" tanya bu murni seolah tau ellin yang sedang terkena masalah
"hmm ibu, begini bu hm mohon maaf sebelumnya apa boleh ellin meminta bantuan?" tanya ellin dengan ragu2
"ellin jangan sungkan seperti itu kepada ibu, apa yang ibu bisa bantu ellin, ibu akan bantu sebisanya" kata bu murni dengan lemah lembut
"begini bu apa bisa ellin tinggal disini untuk satu hari" tanya ellin sungkan
"tentu saja ellin, kenapa cuma satu hari saja kamu boleh kok untuk sementara tinggal disini dulu"
"hanya untuk satu hari kok bu...besok ellin mau berangkat bu ellin di tawarin beasiswa di luarnegeri"
"waahhh selamat ya ellin ibu ikut senang mendengarnya"
" iya bu terima kasih mohon doanya ya bu...terima kasih banyak atas bantuannya ellin gak akan melupakan kebaikan ibu"
sebenarnya bu murni ingin bertanya apa yang terjadi pada ellin tapi dia tak ingin jika nanti pertanyaannya membuat ellin merasa tidak nyaman
"iya ellin sama2 kalau begitu kamu istirahat dulu disini..ibu harus keluar"
"iya bu terima kasih"