
Seorang anak laki-laki tengah berjalan tertatih berusaha meraih mainan yang tengah di pegang sang ibu.
"Ayo sayang, coba ambil sini!" ujar sang ibu antusias melihat anaknya yang sedang belajar berjalan.
Baru lima langkah saja, anak laki-laki itu kembali terjatuh. Dengan segera sang ibu meraihnya kemudian memberikan mainan yang tadi ia jadikan pancingan agar sang anak mau latihan berjalan.
"assalamualaikum" sapa seseorang masuk kedalam rumah. Serempak ibu dan anak itu pun langsung menoleh ke arah datangnya suara.
"Waalaikumsalam.... eh ayah sudah pulang,nak!"
"Yayayah..." seru sang anak seraya merentangkan kedua tangannya minta di gendong.
Mereka adalah keluarga kecil yang tengah merasakan kebahagiaan. Keluarga Fadlan,Talita dan anak laki-lakinya yang mereka beri nama Azrian Alfat Nugraha.
Saat ini Azrian berusia 13 bulan, usia yang sangat membutuhkan perhatian kedua orangtuanya.
"Anak ayah lagi ngapain?" ujar Fadlan seraya mengambil alih Azrian dari pangkuan Talita dan mencium pipi gembulnya dengan gemas.
"Mamama....ain (main sama mama)" celoteh Azrian dengan bahasa bayinya.
"Main sama mama? kok ayah gak di ajak sih...hmmm?" ujar Fadlan lagi. Anak laki-laki itu tak lagi menanggapi,fokusnya kini teralihkan pada mainan yang ada di tangannya.
"Kakak mau makan malam sekarang atau mau mandi dulu?"tanya Talita. Fadlan memang akan pulang saat makan malam dan kembali lagi ke kantor setelah jam makan malam selesai setiap harinya. Pekerjaan yang menuntutnya untuk menghabiskan setengah harinya di kantor membuat Fadlan selalu berusaha menyisihkan waktunya untuk berinteraksi bersama keluarga kecilnya.
"Boleh enggak aku makan kamu dulu aja?" jawab Fadlan dengan memainkan alis matanya untuk menggoda sang istri yang langsung menampakkan semburat merah jambu di pipinya.
"iss.. apa sih kak, jangan ngaco deh!" ucap Talita dengan senyum yang tertahan. Fadlan terkekeh dibuatnya, dengan lembut ia mendaratkan bibirnya di puncak kepala istrinya itu.
"Aku udah makan tadi, ada salah satu karyawan yang ultah terus bagi-bagi makanan gitu. Sekarang aku cuma kangen aja sama kalian,,, apalagi sama anak ayah nih, bentar lagi kan mau bobo ya?!" ujar Fadlan kemudian menciumi Azrian dengan gemas yang spontan dibalas pukulan tangan mungil anak itu karena merasa ayahnya itu sangat mengganggunya.
"mmm...syukurlah, berarti nanti kita ke rumah eyang ya sayang ya!" balas Fadlan mengarahkan pandangannya kepada Azrian.
Fokus anak itu sesaat beralih pada ayahnya, namun tak lama karena ia kemudian minta diturunkan dari gendongan ayahnya dan memainkan mobil-mobilan di atas karpet yang sengaja dihamparkan di depan televisi tepatnya di ruang tengah rumah tersebut.
"Yasudah kalo gitu aku mau kembali ke kantor, sebentar lagi jadwal pergantian kasir." kata Fadlan. Talita yang memang mengerti seluk beluk pekerjaan Fadlan langsung mengiyakan tanpa berpikir panjang. Fadlan pun kembali ke kantor setelah mencium dahi Talita dan pipi gembul Azrian bergantian.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Apa yang bisa Lita bantu,ma?" tanya Talita saat menghampiri mama mertuanya yang sedang berkutat dengan bahan masakan di dapur bersama bi inah (art mertuanya).
" Gak usah sayang,kalian kan baru nyampe, istirahat saja dulu, disini biar mama sama bi Inah yang kerjakan." jawab mama mertuanya.
"Gak papa,ma, mumpung Azrian tidur, jadi Lita bisa leluasa bantuin mama." ujar Talita.
"Ya sudah kalo gitu, kamu bantuin mama bikin kue aja, bisa kan sayang?"
"Bisa dong,ma!" seru Talita semangat.
Ya...hari ini keluarga kecil Fadlan tengah berada di rumah orang tua Fadlan,tepatnya di kota Tangerang. Di rumah itu tampak beberapa kesibukan untuk menyambut kedatangan tamu yang akan melamar Dewi, adik kesayangan Fadlan.
Fadlan sendiri harus kembali ke Bandung karena pekerjaannya yang tak bisa ia tinggalkan sebelum besok ia akan mengambil cuti selama seminggu ke depan.
"Besok rencananya jam berapa mereka akan datang,ma?" tanya Talita ditengah kesibukannya berkutat dengan adonan kue.
"Selepas dzuhur sayang.!" jawab sang mama mertua. Talita hanya membulatkan bibirnya kemudian kembali fokus pada apa yang ia kerjakan.