my hero

my hero
BAB 15



Daniel Langsung menuju tempat parkir dan menghampiri mobil Kevin lalu menekan tombol dikuncinya langsung membuka bagasi untuk menyimpan koper yang dibawanya.


" Rapi sekali meskipun banyak barang di bagasi" ucap Daniel saat membuka bagasi banyak barang Kevin tapi untuk satu koper masih cukup. Daniel langsung menyimpan kopernya di bagasi dan menutup kembali lalu masuk ke dalam mobil.


30 Menit kemudian Kevin datang dengan memakai kemeja berwarna biru dan celana bahan berwarna putih dan sedikit terlihat rambut yang agak acak-acakan karena basah tapi terlihat sangat seksi.


"Lama sekali kau mandi?" tanya Daniel saat Kevin masuk ke dalam mobil.


"Ya" jawabku dengan singkat. Seperti biasa Daniel hanya menghela nafas panjang yang tak pernah sedikitpun untuk melawannya karena itu kebiasaan Kevin.


Sampai di apartemen Kevin


"Aku tidur di kamar mana" tanya Daniel pada Kevin saat sampai di apartemen. Kevin hanya menunjukkan ruangan sebelah kiri, setelah itu Daniel langsung masuk ke dalam kamar yang akan Daniel kira kamarnya akan besar seperti kamar yang ada di apartemennya.


"Ya, ini seperti kamar mandi di apartemen aku" gerutu Daniel saat masuk ke kamar yang ditunjukkan oleh Kevin tadi, dia hanya pasrah karena Daniel hanya menumpang sedikit sadar diri.


Esok hari.


"Kevin, aku ikut nebeng sampai rumah sakit" ucap Daniel pada Kevin.


"Baiklah" ucap Kevin datar dan sambil memakan sarapannya yang sudah dibuat. Selesai sarapan aku dan Daniel bersiap menuju parkiran mobil untuk berangkat ke rumah sakit.


Di dalam mobil


" Kevin !!, apa kau pernah bertemu dengan Nisa lagi?" tanya Daniel pada Kevin.


"Tidak, tapi semalam aku meneleponnya!!" ucap Kevin sambil menyetir.


"Apa?" ucap Daniel kaget dengan ucapan Kevin.


"Kevin, Lo ini benar-benar ya !!!" ucap Daniel lagi.


"Memangnya kenapa?" ucap Kevin dengan nada datar dan masih fokus menyetir.


"Bukankah kau menyukai Eliana?" tanya Daniel pada Kevin tapi tak ada jawaban dari Kevin hanya fokus menyetir.


Membuat sedikit kesal Daniel berinisiatif untuk membuat Kevin kesal juga, "Bagaimana kalau aku dekati Eliana?" ucap Daniel sambil tersenyum puas dan membuat Kevin kaget lalu berhenti dengan mendadak.


"Kau ini kenapa berhenti mendadak sih? bagaimana kalau kita celaka? ucap Daniel dengan ekspresi wajah marah.


Tak menghiraukan ucapan Daniel, Kevin langsung melaju lagi dengan wajah yang begitu dingin dan Daniel menoleh ke arah Kevin, Daniel tau ini ekspresi wajah Kevin yang tak biasa seperti dia sedang menahan amarahnya. Mungkin karena ucapan Daniel tadi, Daniel terlihat kebingungan dengan sikap Kevin tapi bagaimana agar Kevin tak seperti ini hanya membiarkan dia seperti itu dan setelah berhenti Kevin akan kembali seperti semula.


Terdengar suara handphone berdering..


Kevin mengambil earphone " Hallo" ucap Kevin.


"dr Kevin ini, aku Eliana" ucapku.


"El, ada apa" jawab Kevin sedikit tersenyum.


" dr Kevin, sedang menyetir?" tanyaku lagi.


"Ya, aku mau berangkat ke rumah sakit" ucap dr Kevin panjang lebar.


"Aku tutup saja, nanti aku tunggu dr Kevin di kantin rumah sakit" ucapku dan langsung mematikan telepon.


"Hallo El" ucap Kevin tapi tak ada jawaban.


"Senang sekali" ucap Daniel yang lagi ada disampingnya.


"Kau cemburu?" ucap Kevin pada Daniel.


Tak ada sama sekali perbincangan sesampai di tempat parkir rumah sakit.


"Kau duluan, aku mau ke kantin dulu" ucap Kevin pada Daniel.


"Baiklah, aku paham" ucap Daniel dan berjalan menuju lift.


Sampai di kantin rumah sakit.


Aku lihat Kevin tersenyum manis padaku dan dalam hati aku senang sekali tapi aku tak boleh berpikir bahwa aku ingin selalu dengan dr Kevin tapi aku disini hanya untuk Rizal.


"El, apakah menunggu lama?" ucap dr Kevin padaku.


"Tidak kok dok" ucapku lalu memberikan tas yang berisi makanan.


"Apa ini?" tanya dr Kevin.


"Ini sarapan buat dr Kevin dan hari ini aku mau bertemu dengan Rizal, bolehkah aku bertemu Rizal?" tanyaku pada dr Kevin. dr Kevin menganggukkan kepalanya tanda setuju dan sambil tersenyum.


"Terimakasih dr Kevin, aku hanya sebentar saja kok tidak akan lama" ucapku.


"Aku antar keruangan Rizal" ucap dr Kevin. Aku mengangguk kepala tanda setuju dan langsung pergi menuju ruang Rizal tapi sebelum sampai ruangan ada perawat menghampiri dr Kevin dan berkata " dr Kevin, pasien ruangan VIP" tidak menyebutkan secara jelas dr Kevin langsung melaju pergi dengan berlari.


"Apa yang terjadi?" ucapku dalam hati sambil berjalan menuju ruang Rizal. Terlihat ibu dan ayah Rizal sedang membereskan barang-barang dan aku langsung masuk ruangan.


"Bunda" ucap Rizal dengan senang sambil berlari memelukku dan aku langsung tersenyum sambil mengusap kepala Rizal.


"Miss El, Rizal akan bawa kami untuk pengobatan di Amerika!!" ucap ibu Rizal padaku. Aku mengangguk tanda sudah mengetahui soal itu dan aku berjongkok seperti sejajar dengan Rizal.


"Rizal, bolehkah bunda mengantarkan Rizal ke bandara besok?" tanyaku pada Rizal dan dijawab dengan anggukan.


"Di sana Rizal harus nurut sama ibu dan ayah Rizal, jika Rizal kangen bunda Rizal bisa menelepon bunda" ucapku lagi dan dijawab dengan anggukan kepala. Dan aku tersenyum lalu membantu mengantikan baju Rizal lalu mengantar sampai lobby rumah sakit.


"Miss El, mari bareng kami" ucap ibu Rizal.


"Terimakasih ibu Rizal, saya masih ada urusan di rumah sakit" ucapku sebenarnya sedikit malu jika di antar pulang.


"Baiklah, Miss hati - hati" ucap ibu Rizal dan Rizal melambaikan tangan ✋ dan aku balas dengan lambaian tangan ✋.


Aku mengambil handphone untuk memesan ojek online dan langsung pulang menuju rumah sedikit beristirahat agar besok bangun pagi untuk mengantarkan Rizal ke bandara. setelah menunggu 15 menit ojek online datang dan langsung pergi.


Sesampainya di rumah aku langsung menuju kamar untuk membersihkan diri lalu menuju dapur untuk menyiapkan makanan, karena Nisa menyuruhku untuk masak banyak yang alasannya temannya akan makan malam dirumahnya. Selesai aku menyiapkan makanan di atas meja makan tak selang lama bunyi bel.


"Siapa yang bertamu jam segini?" tanyaku dalam hati sambil berjalan menuju pintu.


"dr Kevin dan dr Daniel?" ucapku saat membuka pintu. Mereka hanya tersenyum dan aku langsung menyuruh mereka untuk duduk di ruang tamu.


" Sepertinya Nisa belum pulang, tunggu sebentar" ucapku tanpa berpikir apapun karena memang mereka teman SMA Nisa.


" Oh ya, dr Kevin dan dr Daniel mau minum apa?" ucapku lagi sebelum mereka menjawab.


"Bebas apa saja" ucap dr Kevin.


"Baiklah, kalau dr Daniel?" tanyaku pada dr Daniel yang belum menjawab.


"Samakan saja dengan dr Kevin" jawabannya dan di jawab dengan anggukan lalu aku langsung pergi menuju dapur.


Bersambung


Jangan lupa like comment and vote.