my hero

my hero
Bab 16



Aku mengambil dua cangkir, gula dan teh. Mengambil teko yang berisi air panas dan dituangkan ke dalam dua cangkir setelah selesai aku antar teh manis ini ke ruang tamu.


" Ini minumannya" ucapku sambil menyimpan di atas meja.


" Terimakasih El" ucap dr Kevin padaku.


Tak lama Nisa pulang.


"El, aku pulang" ucap Nisa sambil membuka pintu dan sedikit kaget melihat ada tamu, dia malah melihat ke arah aku seperti meminta penjelasan tentang adanya dr Kevin dan dr Daniel. Lalu aku menyeret Nisa untuk pergi ke dapur.


"Kevin dan Daniel tunggu sebentar" ucap Nisa pada mereka dan mereka juga sedikit aneh dengan sikap kami berdua.


"Bukankah kamu mengundang dr Kevin dan dr Daniel?" ucapku pada Nisa.


"Mana ada aku mengundang mereka, yang aku undangan itu guru baru di sekolah dan dia jago melukis seperti kamu "ucap Nisa panjang lebar padaku.


"Hanya satu orang?" tanyaku pada Nisa karena penasaran tapi dijawab dengan gelengan kepala. Aku paham dengan maksud Nisa tak lama bel berbunyi, aku dan Nisa langsung berlari menuju pintu lalu tersenyum lebar pada dr Kevin dan dr Daniel.


"Hai, pak Key dan pak Dika" ucap Nisa setelah membuka pintu dan langsung menyuruh masuk. Tapi betapa kagetnya mereka mengenal satu sama lainnya, aku dan Nisa malah saling bertatapan karena seperti membuat acara reuni.


"Ha..ha, bagaimana kalau kita makan saja" ucapku sedikit malu tapi apa boleh buat sudah terlanjur.


Meja makan.


"Wah, sepertinya makanan ini enak semua" ucap pak Key saat sampai di meja makan. Aku tersenyum karena dapat pujian dari seseorang dan sahabatku Nisa aja tak pernah memuji hanya menikmati makanan dengan lahap.


"El kata Nisa, kamu punya galery seni?" tanya pak Dika. Aku terdiam dan sedikit gemetar karena entah kenapa mendengar tentang galery seni, aku merasa takut dan mengingat kejadian yang terjadi di masa lalu. Aku harus berusaha untuk bersikap seperti biasanya, karena aku takut jika aku kambuh seperti dulu lagi.


"El" panggil pak Dika padaku. Aku hanya melihat kearah pak Dika tanpa bicara karena aku menahan gemetar yang terjadi. Lebih baik aku ke kamar dan memakan obat yang dulu di berikan dokter, tanpa mengucapkan kata aku bergegas menuju ruang kamar.


Kevin POV


"Sebenarnya apa yang kita lakukan di rumah Nisa dan Eliana?" tanya Kevin pada Daniel yang mengajakku tanpa tujuan.


"Daniel, kita pulang saja!!" perintahku agar tak membunyikan bel dan juga aku gak ada alasan untuk datang kesini.


"Tenang saja, kamu diam saja nanti ikuti alurnya" ucap Daniel yang bener tak pernah aku tau isi dari pemikiran dia. Bel berbunyi karena Daniel langsung memencetnya tak selang lama ada seseorang akan membuka pintu. Eliana yang membuka pintu dan aku melambaikan tangan tapi anehnya dengan cepat dia menyuruh kami masuk dan tanpa menanyakan kenapa kami datang, selain itu dia menyuruh kami untuk duduk dan menanyakan kami ingin minum apa?, dia tanpa curiga sedikitpun apa maksud dari kami datang ke rumahnya.


Eliana langsung pergi kedalam mengambil dua cangkir, gula dan teh. Mengambil teko yang berisi air panas dan dituangkan ke dalam dua cangkir setelah selesai Eliana mengantarkan teh manis ini ke ruang tamu.


" Ini minumannya" ucap Eliana sambil menyimpan di atas meja dan duduk di depanku


" Terimakasih El" ucapku sedikit canggung saat melihatnya, entah mengapa hari ini dengan sikapku yang tak bisa tenang.


Selang beberapa menit kemudian Nisa datang yang aku rasa dia akan kaget dengan kedatangan kami berdua dan itu sangat benar terlihat dari ekspresi wajahnya.


"Kamu ini !!! " ucapku dengan nada kesal dan pelan pada Daniel.


"Sorry, aku juga gak paham !!" ucapnya dengan ekspresi wajah cengengesan.


Saat aku sedang asik memarahi sahabatku terdengar bunyi bel dan terlihat Nisa muncul dari dalam dan sedikit berlari untuk membuka pintu, lalu disusul Eliana yang berjalan. Aku menatapnya seperti wajah yang begitu lelah tapi kecantikannya masih terpancar dan aku sedikit menyunggingkan senyuman dan tanpa sadar sahabatku melihatnya.


"Sudah tak usah dilihat lagi" ucapnya di telingaku dan aku langsung memukul lengannya. Dia hanya tertawa bahagia dan puas dengan meledekku.Tapi betapa kagetnya yang datang pada Nisa adalah teman kelasku saat di SMP, aku dan Daniel malah saling bertatapan karena seperti membuat acara reuni yang tak sengaja.


"Key dan Dika??" ucapku saat mereka tepat di ruang tamu.


"Kevin dan Daniel bukan??" ucap pria yang berkemeja kotak-kotak kecil warna merah hitam.


"Benar, aku Kevin Dan ini Daniel!! ucapku sambil menunjuk kearah sahabatku yang ada disebelah.


" Lama tak jumpa" ucap pria yang bernama Key itu sambil menghampiri aku dan Daniel. Tapi saat itu pun suasana tiba-tiba hening dan entah apa yang terjadi. Terdengar suara wanita yang mengajakku dan yang lain untuk makan.


" Ha..ha, bagaimana kalau kita makan saja" ucap Eliana yang terlihat canggung dan sedikit malu-malu.


Saat di meja makan


" Wah, sepertinya makanan ini enak semua" ucap Key saat sampai di meja makan. Tapi benar juga dan aku hanya berandai-andai saja, jika punya keberanian seperti Key bakalan aku puji makanan Eliana.


"El kata Nisa, kamu punya galery seni?" tanya temanku yang bernama Dika. Aku melihat Eliana hanya terdiam dan sedikit gemetar, apa yang terjadi dengan sikap Eliana??? tanyaku dalam hati. Heran dengan sikapnya saat ditanya galery, dan aku tak tau banyak tentang Eliana.


"El" panggil temanku Dika. Dia hanya melihat kearah Dika tanpa bicara dan terlihat sedang menahan gemetar yang terjadi. Lalu tanpa mengucapkan kata Eliana bergegas menuju ruang kamarnya. Kami semua binggung dengan sikapnya termasuk Nisa dan langsung menyusul menuju kamar Eliana.


" Kenapa dengan Eliana?, ya kau Dika" ucap Daniel yang menyalahkan Dika yang tadi sedang bertanya tapi aku satu pikiran dengan Daniel dari pertanyaan Dika yang membuat Eliana pergi begitu saja. "Apa yang disembunyikan Eliana?" tanyaku dalam hati.


Kevin End'


Tok ... tok ... tok


"El, kau baik-baik saja?" tanya Nisa sambil mengetuk pintu kamar.


" El tolong buka pintunya!!" ucap Nisa lagi tapi aku tak bisa menggapai pintu atau meja.


"Ya ampun, aku harus bagaimana ini?" ucapku yang sambil melangkah sedikit demi sedikit ke arah meja.


Mau tau kelanjutannya??


Like comment and vote 🙏 dulu.


Terimakasih banyak