
" Wah, kau jahat sekali dan tega pergi begitu saja tanpa berbicara" keluh dr Daniel kepada dr Kevin sambil mengikuti dibelakangnya.
Ternyata dr Kevin pergi kearah ruangannya mengambil handphone yang ada di laci meja dan duduk di sofa. Dia menatap handphone sambil menghembuskan nafas panjang.
"Apakah Anna akan mengangkat telepon dariku?" tanyanya dalam hati karena sedikit ragu.
"Hei, kau kenapa?" tanya dr Daniel yang penasaran dengan sikap sahabatnya ini.
"Aku akan menelepon, kau tak boleh berbicara !!!" ucapnya dengan memberikan isyarat dengan tangannya juga.
Kring ... Kring ... kring
Bunyi suara handphone Anna saat sedang istirahat dan juga terheran dengan nomor baru.
"Siapa ya?" tanya pada diri sendiri dan juga menghentikan makannya untuk mengangkat telepon.
"Hallo, ini dengan siapa?" tanya Anna dengan sopan.
"El, ini aku Kevin!!" jawabnya.
"Oh dokter, ada apa?" jawabku sambil bertanya juga.
"Aku perlu bantu kamu, tapi" ucapnya dengan ada jeda yang membuatku sedikit penasaran.
"Tapi apa dok? selama bantuannya bisa aku lakukan aku akan membantu !!" ucapku dengan panjang lebar.
"Kau sangat penasaran sampai-sampai kau potong sebelum menyelesaikannya" ucapnya Kevin sambil sedikit tertawa.
"Hehehe, maaf dok" ucapku sedikit malu juga.
"Mungkin kita bertemu saja agar lebih jelas, bagaimana?" tanya dr Kevin padaku.
Tanpa basa-basi aku menjawab langsung setuju karena rasa penasaranku sehingga aku menjawab iya.
"Aku akan jemput kamu disekolah !!" ucapnya.
"Tak usah itu merepotkan biar aku langsung ketempat saja !!" ucapku yang sedikit tak enak dengan tawarannya.
"Tak apa-apa, kita sama-sama cari tempat yang menarik untuk mengobrol " ucapnya. Dan lagi-lagi aku setuju dengan tawarannya.
"Terserah dokter saja, aku selesai jam 2 siang kalau dokter akan jemput jam berapa?" tanyaku agar tak salah paham.
"Baiklah, aku akan jemput sekitar jam 3 selesai periksa semua pasien" ucapnya. Ku dengar ada suara wanita yang memanggil dr Kevin tapi malah membuat aku kesal dengan suara wanita itu karena terdengar mesra saat memanggil.
"Oh ya El, aku tutup dulu ya soalnya aku harus kembali bekerja" ucapnya.
"Baiklah dok" ucapku. Tapi aku masih memikirkan suara itu dan membuatku sedikit kesal dan cepat-cepat menghabiskan makanan.
Eliana POV
"Suara wanita tadi sangat manis sekali dan dokter Kevin juga buru-buru menutup teleponnya seperti takut dia cemburu !!" keluhku pada diri sendiri.
" Ya ampun, Anna kenapa kau marah sih kan dokter Kevin bukan siapa-siapa bagimu !!" ucapku menenangkan diri sendiri.
Bel berbunyi dan aku langsung pergi ke kelas untuk mengajar kembali.
Skip
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 2 dan anak-anak bersiap untuk pulang, setelah selesai aku pergi ke toilet untuk merapikan diri dan mencuci muka lalu memakai makeup agar lebih fresh. Aku duduk di bangku taman sekolah sambil memainkan handphone karena masih ada waktu menunggu dokter Kevin sekitar 30 menit. Aku sudah menunggu 1 jam tapi dokter Kevin belum datang menjemput sama sekali, dan aku bertanya-tanya " apa yang terjadi ? apakah dokter Kevin sibuk atau lupa? tanyaku pada diri sendiri tapi tak ada jawaban. Aku memutuskan untuk pulang saja tapi saat didepan gerbang terlihat ada mobil mewah terparkir didepan sekolah, tapi aku tak perdulikan itu dan berjalan dengan tenang menuju halte.
"El, maafkan aku membuatmu menunggu!!" ucapnya sambil teriak dan aku otomatis melihat kearah sumber suaranya dan menghampirinya.
"Tak apa-apa dok !! jawabku sambil tersenyum.
"Kita akan pergi kemana?" tanyaku pada dokter Kevin sebelum masuk ke dalam mobil.
"Hem, restoran !!!" jawabnya sambil keluar mobil dan membuka pintu mobil yang sebelahnya.
"Terima kasih dok" jawabku setelah masuk dan duduk di mobil. dokter Kevin hanya menjawab dengan senyuman.
Skip
Dalam mobil
Tak ada pembicaraan apa pun baik aku atau dokter Kevin, "Kenapa jadi kaku begini?" kataku dalam hati. " Ditambah jantungku berdetak kencang sekali" keluhku pada diri sendiri sambil memegang dada.
"Tak apa-apa dok, kita mau kerestoran mana?" jawabku dan langsung mengalihkan pembicaraan agar tak terlihat aku sedang canggung.
"Kau ingin makan apa?" tanyanya tanpa menjawab pertanyaanku tadi.
"Kok, dokter balik tanya ke aku, aku sih terserah dokter saja!" jawabku sambil terkekeh kecil.
"Aku tau restoran yang bagus, bagaimana?" tanyanya lagi padaku.
"Boleh saja, aku ikuti kata dokter tapi" kataku lalu berhenti karena memikirkan kata restoran bagus.
"Tapi apa? tanyanya mungkin penasaran kelanjutan aku ingin berbicara.
"Heh? oh ya, maksudnya jangan pergi ke restoran terlalu bagus toh kita hanya berbincang-bincang saja, yang penting nyaman" kataku dengan panjang lebar. Tak ada jawaban hanya anggukkan dan senyuman yang diberikan dokter Kevin.
Dalam hatiku berkata "Ya ampun, kenapa harus tersenyum seindah itu !!" Sambil melihat kearah dokter Kevin.
"El apa yang kamu pikirkan sih !!!" kataku dalam hati sambil kembali melihat kearah depan.
Skip
Sampai di restoran.
"Sudah sampai, ayo turun !!!" ajak dr Kevin padaku. Aku hanya terdiam melihat lurus kearah depan sambil terus menerus membuang nafas yang entah kenapa.
"El, kau baik-baik saja?" tanya dr Kevin sambil memegang pundakku.
"Heh? ada apa dok? sudah sampai ternyata" ucapku yang sedikit kaget karena terhanyut dalam lamunan.
"Kau melamun ya?" tanyanya lagi.
"Tidak kok, hanya saja-" ucapku lalu terhenti karena restoran ini adalah masa laluku.
"Kenapa?" tanya dr Kevin yang penasaran dengan ucapku yang terhenti.
"Tidak kok dokter, ayo kita turun !!!" ucapku sambil turun dari mobil.
Sesampainya di restoran dr Kevin mengajakku duduk didalam yang benar-benar nyaman tanpa banyak orang serta pemandangan yang indah terlihat.
"Kau suka tempatnya?" tanya dr Kevin padaku, aku hanya mengangguk kepala tanda setuju karena sangat fokus dengan pemandangan yang indah, restoran ini tak sebagus seperti dulu.
"Kau mau pesan apa? disini menu spesial spa-" ucapnya lalu dipotong langsung olehku.
"Spaghetti carbonara" ucapku sambil tersenyum.
"Baiklah" ucap dr Kevin. Selesai memesan dan kami menunggu pesanan, aku memberanikan diri untuk bertanya apa yang akan dibicarakan dr Kevin.
"dr Kevin apa yang ingin dr Kevin bicarakan padaku?" ucapku.
" Ini soal Rizal, dia masih pasienku tapi keadaannya tak seperti dulu semakin hari kondisi tak stabil" jelasnya padaku.
"Kenapa dr Kevin menceritakan hal ini padaku ?" tanyaku padanya yang dulu pernah melarangku untuk mengetahui kondisi Rizal.
"Aku tau soal itu tapi aku hanya khawatir dengan Rizal, apalagi jika dia akan pergi ke Amerika dengan kondisi yang kurang stabil akan ada resikonya" ucapnya.
"Amerika?" ucapku yang kaget dengan ucapan dr Kevin.
"Rizal membutuhkan penanganan khusus dan peralatan di rumah sakit ini tidak ada" jelas dr Kevin padaku.
"Begitu parahkah penyakit Rizal sampai-sampai tak bisa di obati disini !!" ucapku sambil sedikit sedih mendengarnya.
"Apa yang harus aku lakukan?" tanyaku.
"Aku hanya ingin kau mengunjungi Rizal untuk membuat dia semangat lagi " ucapan dr Kevin dengan ciri khas senyuman yang manis. Aku hanya mengangguk dan tersenyum tanda setuju.
"Pesanan datang kita makan dulu !!!" kata dr Kevin. Aku hanya mengangguk dan tersenyum manis entah mengapa aku bisa tersenyum bahagia seperti ini didepan dr Kevin.
Bersambung
Jangan lupa like comment and vote
Terima kasih 🙏 banyak