my hero

my hero
Kembali



Saat yang ditunggu pun akhirnya tiba, rumah orang tua Fadlan sudah disulap menjadi sangat indah dengan dekorasi ruangan berwarna peach yang tampak elegan. Puluhan kursi telah dipersiapkan saling berhadapan, satu sisi untuk keluarga besar Fadlan dan sisi lainnya diperuntukkan pada keluarga besar Hadi yang akan datang nantinya.


Talita tampak tengah berada di kamar si pemeran utama hari ini, yaitu Dewi adik iparnya.


"Gugup?" tanyanya pada Dewi yang tampak tegang menunggu kedatangan calon tunangannya. Mendengar pertanyaan Talita, Dewi hanya menganggukkan kepalanya dengan tangan yang terus saling bertaut.


"Ini belum seberapa, saat kamu nikah nanti, baru kamu akan merasakan kegugupan maha dahsyat,Wi!" ujar Talita menggoda Dewi.


"Ih Teteh malah bikin Dewi tambah gugup,deh!" seru Dewi mengerucutkan bibirnya. Talita terkekeh dibuatnya.


" Ya abisnya muka kamu tuh lucu kalo lagi gugup gini,Wi." ucap Talita masih dengan kekehannya.


"Azrian mana,Teh? tumben gak ngintilin teteh?" tanya Dewi kemudian.


" Zrian sama ayahnya dibawah."


Tak lama kemudian rombongan pelamar pun tiba. Talita dan Dewi melihatnya dari jendela kamar Dewi yang berada di lantai 2.


Tok...Tok... pintu kamar Dewi diketuk seseorang, kemudian muncullah ibu mertua Talita dari balik pintu.


"Sayang sudah siap? turun yuk....semuanya sudah nunggu dibawah." Dewi hanya mengangguk dan segera turun didampingi mamanya juga Talita. Namun saat mereka baru akan menjejakkan kaki di tangga, mereka berpapasan dengan Fadlan tengah menggendong Azrian yang menangis mencari mamanya.


"Yang kayaknya Azrian ngantuk dari tadi rewel terus" ucap Fadlan seraya mengalihkan anaknya pada gendongan Talita. Talita segera menerimanya dan dengan cekatan ia menimang anak semata wayangnya itu.


"Yasudah, Lita gak usah turun dulu, biar tidur dulu nih si gembul,baru nanti ke bawah ya." kata ibu mertua Talita.


"Ayah mau apa?" seru Talita dengan kening yang sudah berkerut.


" Mau nunggu giliran dapet asi." jawab Fadlan usil.


"Iss... mesum, udah sana...adenya mau lamaran juga," ujar Talita memelototi Fadlan dengan menahan senyum di bibirnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah 15 menit akhirnya Azrian tidur dalam dekapan Talita. Secara perlahan Talita menjauhkan tubuhnya dari anak laki-lakinya yang sudah terlelap. Dengan segera ia memperbaiki penampilannya untuk turun mengikuti acara lamaran adik iparnya.


Betapa terkejutnya ia saat menjajaki anak tangga terakhir. Ia melihat seseorang yang selama ini ingin ia hindari, seseorang yang memutarbalikkan dunianya, seseorang yang dengan sengaja menghindarinya sesaat setelah menanamkan benih di rahimnya.


Talita tercenung sesaat, jantungnya berdebar kencang, lututnya lemas seakan tak bertulang. Tak lama kemudian ia pun limbung, semua menjadi gelap.


Semua orang yang tengah menghadiri prosesi lamaran itu pun dibuat heboh melihat Talita yang tiba-tiba pingsan. Tak terkecuali Fadlan yang langsung berlari menghampiri Talita dan langsung membopong istrinya itu ke kamarnya.


"Maafkan atas kejadian tak terduga ini, silahkan dilanjutkan acaranya, biar saya membawa istri saya untuk istirahat." ucap Fadlan kemudian berlalu menuju kamarnya.


Prosesi pun kembali dilanjutkan.


Seorang pria yang tengah duduk diantara para tamu terlihat kaget melihat keberadaan kekasih yang selama ini ia cari di tengah acara lamaran adik sepupunya. Hatinya senang bukan kepalang saat tatapan mereka bertemu tadi. Namun tanpa ia duga, kekasihnya itu tampak ketakutan bahkan hingga pingsan.