my hero

my hero
awal cerita



sekarang jam menunjukkan pukul 21.00


ellin sekarang sedang berada di ruangan kosong yang hanya terdapat sebuah meja tamu dan kursi...kiranya tempat ini di teruntukkan untuk menyambut tamu penting yang datang ke caffe ini.


hari ini caffe tutup lebih awal, bu murni sudah menjelaskan sebelum nya bahwa caffe akan tutup lebih awal dari biasanya mereka harus tutup pukul 17.00.


ibu murni memiliki acara penting yang tidak bisa ditinggal yaitu ia harus pulang lebih awal untuk merayakan ulang tahun anaknya yang berusia 10 tahun karena caffe ini hanyalah sebuah caffe kecil yang hanya memiliki 2 pelayan, 1 penjaga kasir dan 2 orang koki yang bekerja bergantian.


bu murni terbilang sudah memasuki usia tua umurnya hampir 50 tahunan.


tetapi ia memiliki seorang putra yang masih kecil yang bernama rehan....


rehan sering datang ke caffe, ellin cukup akrab dengan bocah itu dan anak itu sering mengajak ellin untuk bermain..


rehan bukanlah anak kandung bu murni, ia merupakan anak dari adik perempuan bu murni yang sudah meninggal..


suami ibu murni sudah meninggal cukup lama dia tidak mempunyai pikiran untuk menikah lagi karena dia begitu mencintai mendiang suaminya.


ibu murni sebenarnya sudah berusaha mengajak ellin agar ikut dengan nya pulang kerumah...


tapi ellin tidak ingin mengganggu waktu kebersamaan antara ibu murni dan anaknya itu.


jadi dia memutuskan untuk tinggal di caffe saja.


itulah sebabnya saat ini dia hanya sendiri di dalam ruangan yang terbilang kecil ini namun ellin cukup nyaman berada disana...


ellin pun mengingat kembali percakapan nya dengan gurunya di sekolah tadi


"benar ellin, kamu ingat saat ulang tahun sekolah bebarapa bulan lalu?"


"iya pak saya ingat, bukan kah saat itu saya mengikuti lomba quis antar sekolah"


"sebenarnya itu bukan lomba ellin, itu merupakan tes untuk masuk universitas" ucap pak winto berusaha menjelaskan


"saya berusaha untuk mendaftarkan kamu disana, saya tahu jika kamu mengetahui hal itu kamu pasti tidak akan mau..jadi saya berusaha untuk mendaftarkan kamu diam2, kamu pintar ellin saya tidak ingin menyia2akn murid pintar seperti kamu, saya ingin melihat kamu berhasil di masa depan" jelas bapak berumur 40an tersebut


ellin yang mendengar tersebut tidak dapat membendung air matanya


"pak bagaimana caranya saya mengucapkan terima kasih, bapak telah banyak membantu saya selama ini"


"cukup terima beasiswa ini dan buktikan pada orang-orang kamu ellin yang tak pantang menyerah" ucap pak winto menyemangati ellin, pak winto cukup mengetahui kisah hidup ellin selama ini, bagaimana sulitnya dia untuk membayar uang sekolah karena dia sering melihat ellin sering dipanggil untuk diminta segera membayar uang sekolah, pak winto juga pernah melihat ellin menjadi pelayan caffe saat itu tapi ellin tak mengetahuinya


"untuk semua data kamu sudah saya kirimkan ke email campus yang ada disana, dan ini alamat tempat tinggal kamu disana" ucap pak winto sambil menyerahkan secarik kertas bertulis sebuah alamat


"untuk tempat tinggal dan biaya kuliah semua di tanggung oleh yayasan yg memberikan kamu beasiswa, tetapi untuk tempat tinggal itu hanya untuk satu semester saja ellin untuk semester berikut2 nya kamu harus membayar nya sendiri"


"baik pak itu sudah sangat luar biasa bagi saya, saya sungguh sangat2 berterima kasih pada bapak"ucap ellin dengan penuh syukur dan masih tak menyangka


" baik itu saja yang saya sampaikan, kamu bisa pulang dan mempersiapkan barang2 dan keperluan kamu, flight nya besok pukul 09.00 dan ini berkas dan tiketnya untuk kamu berangkat semuanya sudah saya urus"


"baik pak terima kasih sekali lagi saya tidak akan melupakan kebaikan bapak, kalau begitu saya permisi pak" ucap ellin sambil bersaliman kepada pak winto