
***
rumah neneknya tampak sudah mulai berdatangan pelayat yang ingin mendoakan
ellin duduk di depan jenazah nenek nya dengan buku yasin yang ada di tangannya sesekali terdengar suara isak tangis.
ibu dewi duduk disebelah ellin beruhasa terus memberikan kekuatan kepada ellin
para pelayat yang hadir memberikan belasungkawa dan memberikan doa kepada neneknya...mereka tampak memandang sedih dan kasian ke arah ellin
"kasian ya ellin, masih muda sudah hidup sebatang kara" ucap seorang ibu-ibu
"husst bu jangan seperti itu, mari kita doakan saja untuk almarhuman nenek merlyn...dan berdoa semoga ellin dikuatkan" ucap ibu disampingnya ibu-ibu yang lain mengiyakan apayang ibu itu katakan
hingga di arena pemekaman
jenazah nenek sudah dikuburkan dan semua pelayat telah meninggalkan pemakaman tersebut...
hanya tersisa ellin dan ibu dewi yang berada disana
"ellin mari kita pulang" ucap ibu dewi sambil memegang bahu ellin
"ibu pulanglah lebih dulu sebentar lagi aku menyusul" ibu dewi tak bisa berkata apa2
lagi dia tau kesedihan yang ellina rasakan
#rumah nenek
hari telah mulai gelap saat ellin telah sampai dikediaman neneknya rumah yang meninggalkan kenangan begitu besar
dia berdiri ditengah ruangan didalam rumah kosong itu. yang tampak hanyalah kesunyian ellin memandang setiap sudut rumah...
dia berjalan perlahan menuju kamar dimana neneknya biasanya beristirahat...dia duduk di bed dan memandang sekelilingnya tangisnya langsung pecah mengingat semua kejadian ini yang terasa mimpi baginya.
dia melelihat setiap sudut kamar neneknya itu dia berjalan ke arah rak-rak buku, neneknya memang hobi membaca jadi tak salah jika didalam kamar itu terdapat banyak buku di dalamnya namun neneknya sudah jarang membaca karena usianya yang sudah sangat tua jadi yang tersisa hanya buku pajangan saja.
saat dia melelihat buku2 yang ada di rak itu dia melihat sebuah buku yang berbeda dari buku yang lainnya...dia mengambil buku itu dan mulai membukanya...
"sepertinya ini buku yang nenek tulis"
ellin menuju bed untuk mengetahui isi buku tersebut
itu adalah foto dirinya pada saat masih kecil
orang tuanya meninggal karena kecelakaan bruntun pada saat ia berusia 6 tahun lebih hanya foto itu yang tersisa untuk kenangan orang tuanya.
ellin mengelus foto itu dan lembar kedua dia melihat sebuah tulisan tangan yang ellin yakini itu adalah tulisan neneknya. ellin mulai membaca buku itu
"ellin nenek harap setelah kamu membaca buku ini, kamu akan tetap menjadi ellin yang tegar dan kuat ya sayang...
nenek tidak tau entah kapan nenek akan dipanggil oleh tuhan
tapi nenek berharap setelah nenek tiada kamu tidak menghadapi keadaan yang sulit lagi.
nenek mengetahui apayang terjadi ellin dan apa yang dilakukan pamanmu..
nenek tau kamu menyembunyikan hal itu karena khawatir tentang keadaan nenek..
maafkan nenek ellin diusia kamu yang masih muda seharusnya tidak menerima beban seberat itu.
tapi nenek tau kamu cucu nenek yang sangat kuat dan berani, nenek berharap dikehidupan mu selanjutnya nanti kamu akan dipenuhi dengan kebahagiaan dan di kelilingi dengan kasih sayang.
dilembar selanjutkan disana ada terselib buku tabungan kamu dapat menggunakan nya untuk kehidupanmu ellin tapi nenek tau kamu akan menggunakan uang itu dengan sebaik-baiknya.
ellin adalah orang yang paling nenek cintai doa nenek selalu menyertaimu cucuku
dari nenek yang sayang ellin"
air mata ellin seolah tak mau berhenti setelah membaca tulisan neneknya
"nenek hik"
dia membuka lembar setelahnya tenyata benar disana terselib sebuah buku tabungan
dia membuka buku tabungan itu dan kaget menutup mulutnya dengan tangannya karena ia melihat nominal yang ada dibuku itu,
itu angka yang tidak kecil
neneknya bagaimana bisa meninggalkan uang sebanyak ini