my hero

my hero
Kenyataan pahit



Di rumah sakit tampak Talita tengah mengemas semua barang dan keperluan Azrian kedalam tas. Hari ini balita gembul itu akan pulang setelah seminggu di rawat. Sedangkan Fadlan tengah mengurus administrasi kepulangan anaknya ditemani ayah mertua beserta Arga.


"Mama..." rengek Azrian yang baru bangun.


"Hai sayang, mbul mama udah bangun ya, tunggu sampai ayah datang ya, nanti kita pulang." ucap Talita sambil menggendong Azrian.


"Cucu enin udah bangun?! sini enin gendong, enin kangen sama si ganteng nih." ujar ibu Talita saat kembali dari toilet dan langsung mengambil alih Azrian dari gendongan Talita.


Tak lama kemudian Fadlan, ayah Talita dan Arga kembali ke dalam kamar inap.


"Bagaimana sayang, udah beres? apa kita sudah bisa pulang?"tanya Talita sumringah sembari mendekati Fadlan. Mendengar semua itu Arga sangat merasa mendadak gerah, entah karena kata-kata Talita atau memang AC di ruangan ini sengaja dimatikan.


"Iya, udah bisa. yuk sekarang kita siap-siap!" jawab Fadlan. Dengan semangat Talita dan juga kedua orang tuanya membereskan segala sesuatu yang akan dibawa pulang.


" Mmm... kalo gitu saya pamit pulang duluan, soalnya masih ada giat yang harus saya kerjakan hari ini." ujar Agra.


"Lho...mas gak ikut ke apartemen kami dulu?" ucap Fadlan yang berhasil membuat dirinya dipelototi sang istri.


"Lain kali pasti saya akan main kesana." jawab Arga dengan senyum dan tatapan yang diarahkan pada Talita.


"Baik kalo gitu, terima kasih bingkisannya ya mas, anak saya senang sekali menerimanya." ucap Fadlan lagi.


"Sama-sama,, mmm saya pamit, assalamualaikum." ucap Arga kemudian berlalu pergi keluar kamar rawat Azrian.


"Ya udah, kita pulang sekarang?" tanya ibu Talita yang kini tengah menggendong Azrian. Semua mengangguk dan kemudian pergi meninggalkan ruangan yang selama seminggu ini jadi tempat mereka berkumpul.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah menempuh waktu setengah jam akhirnya mereka sampai di parkiran apartemen Fadlan. Kemudian mereka masuk ke dalam lift menuju lantai 9 dimana apartemen Fadlan berada.


Kedatangan mereka disambut suka cita oleh kedua orang tua Fadlan. Azrian yang baru saja bangun dari tidurnya dibuat kaget hingga menangis saat eyang uti nya mengambil alih dirinya dari gendongan sang enin.


"Mungkin zrian haus ma, biar Lita kasih asi dulu di kamar ya!" akhirnya Talita mencoba menenangkan suasana.


"Yasudah... siapa tahu dia juga masih ngantuk." Talita pun pergi membawa Azrian masuk ke kamarnya.


"Fadlan, duduk!! ada yang harus ayah bicarakan sama kamu."Ucap ayah Fadlan dingin. Fadlan duduk namun sambil mengernyitkan keningnya.


"Ada apa yah?" tanya Fadlan.


"Ayah minta penjelasan dari kamu soal ini." ayah Fadlan melemparkan kertas yang ia temukan di lemari anaknya saat tadi ia mencari pakaian ganti.


"Apa ini yah?" tanya Fadlan sambil mengambil kertas yang ayahnya berikan. Matanya membola seketika saat ia membuka lipatan kertas ini.


"A..ayah dapat darimana kertas ini?"tanya Fadlan gugup.


"Tidak penting ayah dapat darimana, yang pasti ayah minta kamu jelaskan sejelas-jelasnya apa maksud dari isi kertas itu." jawab ayah Fadlan tegas. Bapak Talita yang sedari tadi hanya duduk memperhatikan besan dan menantunya jadi terusik untuk melihat isi dari kertas yang Fadlan pegang.


"Nak Fadlan, hasil pemeriksaan siapa ini? dan apa maksud dari hasil POSITIF INFERTIL....punya siapa ini?" tanya Bapak Talita. Fadlan yang merasa tersudutkan akhirnya hanya tertunduk dengan air mata yang sudah siap turun.


"Kak,, ada apa ini? coba jelaskan kak, supaya kami tidak suudzon." ucap mama Fadlan lembut.


"Itu...itu hasil pemeriksaan...saya pak, yah." jawabnya dengan terisak.


kedua orang tua dan mertua Fadlan sontak terbelalak kaget mendengar pengakuan sang anak. Bahkan mamanya kini sudah terisak sambil menutup mulutnya.


"Kamu pasti bohong kak, tolong jangan bikin mama panik... kalau memang itu hasil pemeriksaanmu, lalu siapa Azrian?" tanya mama Fadlan sambil menangis. Fadlan bungkam, hanya isakan yang keluar dari mulutnya.


"Azrian anak saya ,Tante!" ucap seseorang dari arah pintu masuk.