
Sorotan sinar matahari masuk dan membuatku sedikit terganggu dan tak hanya itu ketukan keras dari sahabatku.
"Anna, cepat bangun !!" teriak Nisa dengan keras dan aku langsung bangun lalu menghampiri Nisa yang ada didepan pintu.
"Ada apa sih ?" tanyaku yang masih sedikit belum sadar.
"Kau ini, ini sudah jam 8 dan di ruang tamu ada dr Kevin dari tadi sudah menunggu" jelasnya dengan panjang lebar.
"Apa??" kataku langsung membuka mata dengan lebar.
"Kenapa bisa dia ada disini?" tanyaku pada Nisa
"Kau aneh sekali, aku juga tidak tau kenapa dr Kevin bisa kesini dan bilang ingin bertemu dengan kamu Anna !!!" jelasnya dengan panjang lebar.
"Oh ya lupa, aku mau ke rumah sakit bertemu dengan Rizal, bilang saja pada dr Kevin suruh tunggu!!" jelasnya dan langsung menutup pintu.
"Aku mau bersiap dulu" kataku pada Nisa lalu menuju kamar mandi.
Skip
Selesai aku bersiap lalu, aku menemui dr Kevin yang sedang menunggu di ruang tamu. Anehnya aku mengingat hal semalam saat aku memberi tahu akan datang ke rumah sakit di pagi hari, saat melihat kearah dr Kevin rasanya ingin sekali mengumpatnya tapi aku sadar diri bukan siapa-siapa dr Kevin dan selebihnya jika dia punya kekasih atau melakukan hal yang aneh-aneh bukan hak aku untuk marah.
"Anna, jadi berangkat?" tanyanya kepadaku tapi aku tak menjawabnya.
"Anna " panggilnya sambil menepuk pundak.
" Ah, kenapa dr Kevin?" tanyaku yang tak mendengar ucapan dr Kevin.
" Kau melamun ya?" tanyanya padaku.
"Sedikit" jawabku dengan singkat.
"Ayo, kita berangkat sekarang" ajak aku pada dr Kevin lalu keluar langsung tanpa kata apapun.
"Aneh sekali dia seperti itu, maafkan dia dr Kevin " ucap Nisa yang ada dibelakang Anna yang sejak tadi.
"Tak apa-apa kok Nisa santai saja, kita berangkat dulu" ucap dr Kevin pada Nisa dan langsung menuju mobil dimana Anna sudah duduk dengan manis dibelakang mobil.
Anna POV
Menengok ke arah dr Kevin yang masih bicara dengan sahabatnya. " Apa-apaan dr Kevin tidak tau diri sekali dan tidak merasa bersalah atas perbuatannya kemarin !!" keluh Anna padanya.
"Kalau tau dia sudah punya pacar mungkin aku tak akan menyukainya, sungguh menyesal sekali bisa terbuai oleh pesonanya !!!" keluh aku sambil membuka pintu mobil bagian belakang.
"Kenapa kau duduk dibelakang?" tanya dr Kevin
"Didepan sempit dan kakiku bisa kesemutan jadi aku memilih duduk di belakang lebih luas" jawab aku dengan santai tapi rasanya ingin memaki dr Kevin.
"Kalau kau bilang aku bisa memundurkan kursinya " katanya dengan bicara lembut padaku.
"Tak usah, aku ingin di belakang saja" ucapku lalu menutup mata agar dr Kevin tak berbicara lagi atau memaksa aku untuk duduk didepan.
"Baiklah" ucapnya dan langsung menjalankan mobilnya.
"Ini terakhir kalinya, aku bersama dr Kevin dan aku akan menjaga jarak dengannya" kataku dalam hati.
"Aku tak ingin jadi orang ketiga" ucapku dalam hati dan tak terasa air mataku menetes agar tak terlihat oleh dr Kevin, aku memiringkan tubuhku kearah jendela mobil.
Anna end
Kevin POV
"Kenapa dengan Anna, sungguh berbeda dengan hari kemarin dan tak ada senyuman lagi" kataku. Aku melihat kearah kaca ingin melihat kondisi Anna seperti apa dan terlihat dia masih menutup matanya.
"Kau kenapa? jika ada masalah tak bisakah kau ceritakan kepadaku?" tanyaku dalam hati. Ingin sekali aku bertanya tapi nyaliku masih menciut.
Sampai di rumah sakit.
"Anna, kita sudah sampai" kataku lalu menoleh kearah belakang karena tak ada suara dan rupanya Anna masih tertidur pulas.
"Kau sangat cantik Anna " ucapku sambil menatap wajah Anna yang tertidur.
5 menit kemudian Anna terbangun dan melihat dr Kevin tersenyum kearahnya.
"Kenapa tak dibangunkan? " tanyaku yang sangat gugup saat dr Kevin melihatku dengan tatapan bahwa dia menyukai aku.
"Aku tak tega" ucapnya singkat.
"Ya sudah, kita turun !!" ucapku sambil membuka pintu mobil.
Saat berjalan menuju rumah sakit aku sedikit berjalan pelan-pelan agar tak sejajar dengan dr Kevin, takut pacarnya cemburu.
"Kenapa jalanmu lambat sekali?" tanyanya padaku karena tak jalan sejajar.
" Lelah sekali, kalau berjalan sangat cepat sekali " ucapku.
"Ayo" mengulurkan tangannya.
"Untuk apa?" tanyaku.
"Aku pegang tanganmu !!" ucapnya.
"Tak usah dr Kevin, aku bisa sendiri kok" jawabku dan langsung pergi menuju ruang rawat Rizal.
Bersambung
jangan lupa like comment and vote