my hero

my hero
Ellin yang tegar



*


*.*


*


*


Ellin sekarang sudah lulus SMA semenjak kejadian 3 tahun lalu tidak ada habar apa2 lagi dari pamannya.


semuanya seolah menghilang keputusan nya untuk tidak menceritakan hal itu kepada nenek adalah hal yang tepat.


selama ini ellin berusaha menutup-nutupi hal itu dengan membantu keuangan mereka dengan bekerja sebagai pelayan mulai sore saat dia pulang sekolah sampai malam hari.


untunglah dia mendapatkan boss yang baik seorang wanita dewasa keibuan yang telah banyak membantunya selama dia bekerja disana dia adalah ibu murni begitulah ellin memanggilnya.


saat dia bekerja dia berusaha menjelaskan pada nenek nya bahwa dia bekerja untuk menambah pengalaman nya.


dia memberitahu nenek nya saat ia ingin bekerja agar nenek nya tidak khawatir saat dia pulang terlambat...


neneknya berusaha menerimanya padahal awalnya nenek melarang ellin untuk bekerja tetapi ellin berusaha meyakinkan neneknya semua ini dilakukannya agar dia bisa mandiri, padahal kenyataan nya keadaanlah yang mengharuskan dia melakukan itu.


hari kelulusan tiba ellin hanya sendiri tak ada keluarga yang menemani nya pada saat-saat seperti ini.


sebenarnya neneknya ingin mendampingi cucunya pada saat kelulusan.


tetapi kesehatan nenek sekarang sedang tidak dalam begitu baik ellin mencoba memberi pengertian kepada nenek dia tak apa2 berangkat sendiri ini demi kesehatan neneknya.


neneknya pun berusaha mengerti hal itu nenek juga tidak ingin nanti nya menyusahkan ellin pada saat disana kerena kondisi kesehatannya ini.


"Ellina putri wiharjo... " nama elina dipanggil pada saat pengukuhan ellina berhasil menjadi juara umun sekolah karena kepintarannya...


walau ellina bekerja dia tak melupakan untuk belajar saat pulang bekerja atau pada saat jam istirahat dan jam kosong dia akan menggunakan nya untuk belajar...dimana dia ada waktu kosong dia akan menghabiskan waktunya untuk belajar


semua acara telah selesai dengan baik...semua orang tampak meninggalkan gedung acara itu.


semuanya sekarang berbeda dia sekarang sudah lulus entah bagaimana kehidupannya dimasa depan nanti ellin mencoba memikirkan apa yang harus dia lakukan.


tiba-tiba teleponnya berbunyi dari dalam tas nya. terlihat dari layar hp nya panggilan dengan nama ibu dewi yang merupakan tetangga sebelah rumah nya.


" hallo"ellin mengangkat teleponnya


" ellin nenek merlyn dalam perjalanan menuju rumah sakit...tadi pada saat saya kerumah kalian saya menemukan nenekmu pingsan di ruang tamu, sebaiknya kamu segera kerumah sakit x kami sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit" ucap ibu dewi


ellin cemas seketika tubuhnya tampak kaku tetapi dia berusaha mengontrol semuanya


" baik bu tunggu ellin disana..ellin minta tolong jaga nenek dulu bu" kata ellin dengan nada cemas


ellin langsung keparkiran untuk menuju motornya


'tenang ellin semuanya akan baik-baik saja' ellin berusaha menenagkan pikiran dan perasaannya


' nenek bertahanlah ellin mohon '


dengan mata berkaca-kaca tetapi tangis nya tetap pecah walau dia saat ini sedang berada diatas motor membawakan motor metiknya untuk menuju rumah sakit


saat sudah sampai rumah sakit tangis ellin kembali pecah saat melihat ibu dewi yang sedang duduk juga tampak menangis


ellin berjalan dengan perlahan menuju kursi tempat ibu dewi duduk.


ibu dewi yang melihat ellin langsung menghampiri ellin dan memeluknya dan melepaskan pelukan nya dan membawa ellin untuk duduk terlebih dahulu


"ellin. ne nek!" dengan susah payah ingin menjelaskan apa yang terjadi


"hik nenek kenapa bu beritahu ellin bagaimana nenek" dengan wajah khawatir dan penuh dengan air mata


" nenek sudah tidak ada ellin, maafkan ibu jika saja ibu menemukan nenek mu lebih cepat"


"nenek hik nenek..ibu nenek bu bagaimana hidup ellin bu ellin gak punya siapa2 lagi...nenek kenapa ninggalin ellin hik" dia tidak dapat lagi menahan nya saat mendegar hal itu ibu dewi langsung memeluk ellin dan berusaha menenangkannya


" sabar ya ellin nenek sekarang sudah tenang mari ikhlaskan kepergian nenek dengan hati yang lapang" ibu dewi berusaha menenangkan ellin suara hnya isak tangis yang tampak memenuhi lorong rumah sakit itu