my hero

my hero
BAB 13



Ruang rawat Rizal


"Rizal" panggilku pelan saat masuk keruangan sambil menghampiri Rizal yang duduk di atas ranjang.


"Ibu guru?" teriaknya dan langsung memelukku saat aku mendekati ranjang sebelah kanan. Aku hanya tersenyum merasakan pelukan yang sangat erat dari Rizal.


"Kau merindukan ibu Anna?" tanyaku pelan tapi masih terdengar semua orang. Rizal hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dan masih memelukku dengan erat.


"Ibu Anna juga sangat merindukan Rizal" ucapku sambil mengusap kepala Rizal.


"Berarti ibu akan menengok Rizal setiap hari? tanyanya sambil melepaskan pelukannya yang erat tadi. Aku terdiam tak berkata apapun karena dari awal aku sama sekali tidak dapat ijin dari dr Kevin dan baru sekarang dia memberikan aku ijin, aku juga tidak tahu detail tentang penyakitnya Rizal dan aku juga langsung menatap wajah dr Kevin agar dia yang memberikan jawabannya.


"Rizal, jika ibu gurumu menengok Rizal setiap maka Rizal harus janji bakalan nurut sama dokter?" jelas dr Kevin dengan lembut.


"Baik dokter, jika ada ibu guru Rizal akan menurut" ucapnya dengan semangat.


"Anak pintar" puji dr Kevin pada Rizal. Aku hanya tersenyum melihatnya.


Sudah pukul 2 siang aku harus pulang dan berpamitan pada Rizal dan orang tuanya serta aku berjanji akan menjenguk Rizal pulang mengajar besok. Tak hanya itu dr Kevin memaksa untuk mengantarkan sampai halte bus, saat kami melintasi resepsionis ada seorang perawat yang memanggil dr Kevin.


"dr Kevin" teriaknya.


Dia menengok kearah sumber suara.


"Kau tunggu disini dulu" ucapnya padaku lalu berlari ke arah perawat wanita itu.


"Suara wanita itu, seperti?" kataku dalam hati sambil mengingat suara yg ternyata yang waktu itu saat aku menelepon dr Kevin, " Sepertinya perawatan itu selalu memanggil dr Kevin" ucapku dalam hati.


"Ah bener sekali, wanita itu pasti orangnya" ucapku dalam hati.


"Ternyata dia cantik juga pasti dr Kevin malu jalan denganku tapi wanita itu sangat serasi dengan dr Kevin" ucapku lagi dalam hati sambil berjalan menuju pintu keluar. Saat jalan juga aku hanya menghembuskan nafas terus menerus, "Ah kenapa dadaku sakit sekali ?" ucapku sambil memukul-mukul dada dengan pelan.


Kevin POV


"Ini dokter?" ucap perawat itu kepada dr. Kevin dan memberikan map data pasien.


"Itu pacar dr Kevin ya?" tanyanya dengan ekspresi wajah yang penasaran.


"Kau seorang perawat atau wartawan?" jawab dr Kevin.


"Maaf dok" jawabnya karena dr Kevin selalu memberikan ekspresi wajah yang datar, meskipun begitu tetap saja para perawat selalu kagum dengannya.


"Oke" jawab dr Kevin lalu pergi kembali tapi Anna tidak ada lalu dr Kevin mencarinya dan terlihat Anna berdiri didepan pintu sambil menepuk dada.


"Kenapa dia seperti itu?" tanyanya dalam diri sambil berlari menuju Anna berlari.


Memegang tangan Anna " Kau kenapa memukul dada?" tanyanya.


"Kau ini, aku tanya malah balik nanya !!" jawab dr Kevin dan aku hanya tersenyum.


"Apa dada kamu sakit? bagaimana kalau kita periksa dulu ?" tanyanya padaku dan terlihat khawatir sambil menarik tangan untuk masuk lagi.


"Tunggu dr Kevin, aku tidak apa-apa !!" jawabku.


"Tapi" ucap dr Kevin tidak selesai karena aku langsung menjawab.


"Aku sedikit sesak saja tapi tidak apa-apa, hanya perlu istirahat saja " ucapku.


"Meskipun begitu ini kesehatanmu jadi biar pasti!!" jelasnya padaku.


"Aku hanya ingin istirahat, kondisi tubuhku yang tau hanya aku, Jika sakit aku akan pergi ke rumah sakit tapi aku hanya ingin pulang dan istirahat " jelas aku.


"Baiklah tapi aku yang antar kamu" ucapnya dan aku hanya menganggukkan kepala tanda setuju.


" Tak perlu dr Kevin, aku sudah memesan taksi" ucapku dan masih menepuk dada. Entahlah dada masih terasa sakit.


"Baiklah, aku menemanimu menunggu taksi " ucap dr Kevin. Aku melihat sekilas kearah dr Kevin dan berbicara dalam hati " Apakah rasa sakit ini karena dr Kevin? aku menyukainya? kenapa harus seperti ini? tanyaku dalam hati yang sama sekali tidak dapat jawaban yang pasti.


"Ada apa?" tanya dr Kevin padaku. Aku hanya menggelengkan kepalaku tanda tak ada apa-apa.


" Yakin? kenapa kau terdiam sambil menatapku?" jelas dr Kevin.


"Kenapa dr Kevin baik padaku? bukankah awal bertemu dr Kevin seperti membenciku?" tanyaku.


"Sebenarnya" jawabannya tapi terhenti karena taksi sudah datang.


"Taksi sudah ada jadi aku pamit dr Kevin, terimakasih" ucapku sambil sedikit membungkuk badan.


"Baiklah, hati-hati" ucapnya. Aku pun masuk tapi sebelum berangkat dr Kevin mengetuk jendela dan ku buka.


"Ada apa dr Kevin?" tanyaku. Tapi dia malah mendekat wajahnya ke wajahku dan jaraknya sangat dekat, aku merasakan hembusan nafasnya tak hanya itu detak jantungku berdegup dengan kencang sekali.


"Bisakah setelah sampai kau menghubungiku? tanyanya. Aku hanya menganggukkan kepala tanda setuju. Tiba-tiba saja dr Kevin mendekat dan mencium keningku " Hati-hati" ucapnya saat sudah melepaskan ciumannya di keningku. entahlah apa yang terjadi aku hanya terdiam sangat kaget dengan tingkah dr Kevin, "bukankah dr Kevin punya pacar? kenapa dia seperti itu padaku? tanyaku dalam hati.


"Ah" teriakku. Saat itu supir taksi bertanya padaku karena kaget aku berteriak, sungguh memalukan aku seperti itu.


Skip


Bersambung


Jangan lupa like comment and vote


terimakasih banyak 🙏