My Boyfriend is a Super Agent

My Boyfriend is a Super Agent
Misi Darurat



Di bawah sinar mentari terdengar suara deburan ombak menyambut hangat setiap pengunjung pantai yang berjemur di tepi sambil menikmati kesegaran kelapa muda. Di antara mereka Tommy yang baru menyelesaikan misi dan mendapat cuti selama tiga hari berbaring santai sambil menikmati pemandangan wanita cantik berpakaian bikini berlari sambil bermain air di depannya membuat thomas sangat tidak tenang dengan kondisi adik kecilnya yang mulai bereaksi..


" Sial kenapa mereka begitu cantik dan menggoda" umpat Tommy dalam hati. ia pun merasa inilah hidup yang sesungguhnya begitu penuh dengan keindahan surgawi yang memanjakan mata.


Saat itu melintas seorang wanita cantik berjalan sendiri di depan Tommy dan membuat tommy iseng menggodanya." Hai nona apakah kita pernah bertemu? serasa wajahmu tidak asing bagiku" Goda tommy merayu ke arahnya..


Wanita tersebut yang tak memperhatikan sampingnya lalu menoleh ke arah suara itu terucap.


" Apa..? Apakah kita saling mengenal!" jawab wanita itu begitu melihat tommy yang tampan dengan pakaian pantai khas lelaki


" Ah sepertinya kita saling mengenal satu sama lain" ujar Tommy " Sepertinya kita memang di takdirkan untuk bersama" kata tommy merayu.


" tapi q tidak ingat siapa kamu" jawab wanita


tersebut heran dan mencoba mengingat apa memang benar ia kenal dengan thomas.


Melihat ada kesempatan Tommy pun mencoba mengajak wanita itu ke hotel tempat ia tinggal


" Nona di sini begitu ramai bagaimana kalau kita ke tempatku" coba Tommy menawarkan


Terlihat wanita itu sedikit ragu karena ajakan tommy yang mendadak tapi di lain sisi ia melihat pria tampan yang jarang ia temukan dan sungguh memikat


Melihat wanita di depannya bingung tommy lalu mengatakan lagi "Aku ada hotel di sekitar sini tempatnya sungguh indah dan bagus"


Seketika wanita tersebut mengiyakan ajakan Tommy dan segera beranjak ke arah hotel tempat Tommy menginap, selama perejalanan thomas yang pandai merayu dan suka bercanda membuat hati wanita itu seolah olah mereka telah akrab sangat lama.


Setibanya di hotel tommy memanjakan wanita itu dengan suguhan yang mewah. Dalam hati wanita itu pastilah ia mengira tommy pengusaha kaya yang sedang berlibur di tempat itu. " Apa kamu pemilik hotel ini" tanya wanita tersebut


Ia tau kalau wanita ini mulai tertarik padanya dan menjawab dengan sedikit berbohong " Aku hanya suka menginap di sini kalau aku sedang ada pekerjaan" ujar Tommy.


Wanita itu semakin yakin kalau tommy adalah orang kaya karena untuk menyewa hotel sekelas kamar ini setidaknya harus mengeluarkan uang minimal 10 juta semalam. Tanpa di sadari percakapan mereka menjadi semakin intim dan tak terasa keduanya telah saling berciuman.


Kondisi Tommy dan wanita itu semakin penuh dengan gairah dan bersemangat tapi tiba tiba terdengar suara getaran yang berasal dari telegram miliknya, ia tahu jika telegram itu bergetar maka hal yang penting sedang terjadi..


Seketika tommy menghentikan kegiatannya tersebut dengan sangat canggung " Maaf sebentar" kata Tommy.


Dengan kondisi serba tanggung seperti itu wanita yang dari tadi berbaring di kamar tersebut merasa ini bukanlah hal yang menyenangkan merasa di gantung di tengah tengah keadaan bergairah seperti tadi.


Seketika Tommy membuka telegram miliknya dan sedikit mengumpat. " Sial.. Kepala chen kamu sungguh tidak tau kondisiku saat ini" ujar tommy dalam hati.


Tertulis pesan yang singkat tapi penuh dengan perintah tak terbantahkan tertulis di sana.


- Kondisi Darurat. cepat kembali-


Tanpa berfikir panjang tommy pun memakai pakaiannya dan merapikan barang yang ia bawa dengan cepat dan ingin beranjak pergi. Tapi dari arah ranjang wanita yang sedari tadi merasa bingung langsung bicara " Hei mau kemana...!!!" ujar wanita itu kesal seakan ia merasa di gantung dengan kondisi seperti itu


Tommy yang dari tadi tidak memperhatikan seketika ia ingat ada seorang wanita yang bersamanya..


Seketika tommy langsung keluar kamar dan segera menancap mobil sport Ferrary 488 Spider warna merah miliknya yang terparkir ditempat parkir hotel menuju kantor dinasnya.


Di dalam kamar wanita yang dari tadi bingung segera mengambil kartu nama yang di berikan oleh Tommy dan membacanya


" Hendri Wang ~ Sales Area "


Tertulis di kartu nama dengan jelas pekerejaan sebagai sales area dari perusahaan yang sangat tidak keren dengan nama terang palsu yang sudah di setting oleh Tommy. Tentu saja sebagai agen rahasia ia tak boleh sembarangan membocorkan identitasnya.


Melihat tulisan itu wanita tersebut seketika wajahnya berubah memerah padam seakan ia ingin meledak hebat dan mengumpat " Brengsek...!!! Pria tak tau malu berani beraninya menipuku" hardik wanita itu lantang.


Tak puas hanya mengumpat ia pun mengucap kata serapah kepada tommy " Aku sumpahi kamu tersambar petir mengenaskan" hardik wanita itu


" DuaRRRRR""


Di tengah jalan tommy yang mengendarai mobilnya melaju cepat ke arah kantor pusat tiba tiba muncul suara petir menyambar di siang bolong membuat tommy kaget " Sial siapa yang berani mengumpat kepada q siang bolong begini"


Tanpa pikir panjang tommy semakin menambah kecepatan mobilnya berharap segera cepat sampai kantor dan bertanya situasi darurat macam apa yang tega menghancurkan kesempatannya untuk bersenang senang tadi..


Sesampainya di kantor Tommy langsung menghadap kepala chen dan memberi hormat


" Siap komandan. aku sudah datang" ujar Tommy serius


Kepala Chen yang sedari tadi membaca laporan yang di terimanya segera melihat ke arah Tommy


"Oh tommy kamu sudah datang" sapa kepala chen


"Situasi darurat seperti apa kepala sehingga membuat kamu memanggilku di tengah cutiku hari ini" tanya Tommy penasaran


Mendengar ucapan Tommy ia pun segera sadar kalau hari ini tommy mendapat jatah cuti karena berhasil di misi sebelumnya " hahahahahhaa....!! maafkan aku tommy aku lupa kamu sedang cuti saat ini" ujar kepala chen tertawa


Tapi seketika ekspresi kepala chen segera berubah serius dan meletakkan laporan itu ke depan tommy


" Bacalah..!!" perintah kepala chen


Tanpa menunggu lagi tommy pun membaca laporan yang ia terima dan mulai membukanya.. dalam sekejap mata tommy pun menjadi serius dan sedikit marah..


" Apa ini sungguh benar..?" tanya tommy


Sambil menyalakan rokok komandan chen menjawab serius " Ya.. tak diragukan lagi"


" Sungguh Biadap dan tercela" Umpat Tommy setelah ia mendengar jawaban kepala chen serius


Setelah itu komandan chen menjelaskan misi apa yang akan ia jalankan kepada tommy dengan seksama dan persiapan yang di butuhkan. Tommy pun menganguk paham tanpa sepatah katapun hanya bisa mendengar sengan seksama.