My Boyfriend is a Super Agent

My Boyfriend is a Super Agent
Identitas Yang Terungkap



Sedikit memacu kecepatan laju mobilnya agar segera sampai ke tujuan yakni kantor pusatnya, Tommy bergegas mengemudikan mobil ferarynya menyalip secara zig zag setiap mobil yang ada di depan laju jalan yang ia lalui, tak butuh lama ia telah sampai di tempat tujuan dan segera memarkir mobil di tempat biasanya.


"Captain" sapa penjaga gerbang yang sedang bertugas saat itu ketika melihat tommy datang. Tommy hanya membalas dengan anggukan ringan dan segera menuju kantor kepala chen berada.


"Tok Tok Tok" ketuk tommy ke arah pintu di depannya.


Tak butuh lama terdengar suara balasan dari dalam ruangan yang menyuruh orang yang di belakang pintu untuk masuk ke dalam "Ya..! Masuklah". balas kepala chen dari dalam.


Seketika Tommy masuk ke dalam dan langsung melapor ke hadapan kepala chen "Kepala, ada hal penting apa yang membuatmu menyuruhku datang" tanya Tommy penasaran.


Suki yang sejak tadi berdiri di samping kepala chen dan hanya diam tiba-tiba memberikan sebuah dokumen yang sedikit tebal dan di letakkan di atas meja, ia menyuruh Tommy untuk membuka dan membacanya dengan teliti.


Di dalam sana terdapat sebuah foto yang tak lain adalah si korban yang baru saja kemarin mereka temukan secara mengenaskan, terdapat beberapa tulisan yang menrangkan jika ia bernama Ghuo Luo. Seorang aktifis lokal yang sedang naik daun karena ia telah berhasil mengajak beberapa orang warga sekitar untuk berjuang memperbaiki nasib dengan cara mendirikan usaha dan banyak yang sukses.


"Jadi kepala Chen, menurut mu orang ini di bunuh karena mereka merasa terancam dengan kegiatan yang ia lakukan?" tanya Tommy meyakinkan.


Dengan berjalan mendekat ke arah Tommy, Suki berkata jika kemungkinan besar masalah utama pembunuhan ini adalah karena gerakan aktifis yang ia lakukan sudah mulai menganggu keadaan Dragon Tail di kota ini, sekalian mungkin karena mereka juga butuh orang yang ingin di uji dengan keampuhan virus tersebut.


Tommy berfikir hal itu sangat mungkin dan sangat kuat kemungkinan besarnya virus ini telah berhasil di uji coba pada manusia, maka tinggal menghitung hari saja mereka akan melancarkan aksinya.


"Tommy, setelah ini kamu dan Letnan Suki segera ke alamat rumah tempat tinggal keluarga si korban, cari tahu sebanyak mungkin informasi yang bisa kamu dapatkan dari sana" kata kepala chen memerintah.


Sebenarnya Tommy lebih suka bekerja sendiri dari pada harus bekerja dengan Suki karena mereka sangat tidak cocok dan menganggap perempuan itu sangat cerewet, tapui karena sudah menjadi perintah atasan maka ia tidak bisa membantah lagi "Baiklah" kata Tommy dan segera ia pamit untuk langsung menuju ke tempat tinggal Ghuo berada.


Tommy yang memegang kemudi dan di sebelahnya Suki duduk dengan santai, mereka berdua diam tanpa berkata sedikitpun satu sama lain untuk beberapa saat dan terlihat sangat kaku, melihat keadaan ini tak di duga ternyata Suki yang lebih dulu membuka obrolan dengan Tommy.


"Aku di tugaskan kepala chen untuk menyampaikan sesuatu kepadamu" kata Suki.


Sedikit kaget mendengar ucapan Suki tadi akhirnya Tommy butuh beberapa waktu untuk merespon kembali " Hal apa?" kata Tommy sesikit datar.


Suki menjelaskan jika kepala chen menyuruh dirinya agar bisa ikut dalam operasi saat Dragon Tail melancarkan aksinya kedepan, Jadi ia menyuruh Tommy agar bisa memasukkan dirinya ke dalam perusahaan yang akan di serang oleh organisasi tersebut.


Tempat itu tak lain adalah Pabrik Go Fresh Milk Ltd tempat Tommy bekerja saat ini. Mendengar penjelasan Suki tadi, ia sedikit tidak tenang karena bukan hal yang sulit sebenarnya memasukkan Suki ke dalam sana, namun menghadapi 2 orang wanita saja sudah merepotkan apalagi akan bertambah 1 lagi di sana. Tommy tidak bisa membahangkan hal apa yang akan terjadi nanti.


Mobil melaju dengan sedikit cepat karena jalanan saat itu sedikit renggang, mereka melaju ke arah selatan menuju southern bay ke arah distrik gomey berada, letak rumah keluarga Ghuo ternyata tidak jauh dari distrik gomey berada hanya berjarak 5 gang saja sebelah utara distrik.


Setelah sampai di depan gang, Tommy memarkirkan mobilnya di pinggir jalan karena tidak bisa membawa masuk mobil tersebut. Mereka berjalan masuk ke dalam gang sempit dan menemukan alamat yang di tulis pada selembar kertas yang Suki bawa.


Terdapat sebuah rumah sederhana yang berdiri di sana dengan tembok yang terlihat sedikit tua dan tidak terawat, menunjukkan jika orang yang menghuni rumah tersebut adalah orang biasa dan sederhana, mereka memastikan lagi alamat yang di bawa dan mengecek lagi agar tidak salah rumah.


Setelah semua tidak ada masalah maka Tommy langsung mengetuk pintu rumah tersebut beberapa kali, menunggu sedikit lama terlihat lubang pintu tempat orang melihat dari dalam terbuka, lubang ini di tujukan untuk melihat terlebih dahulu siapa orang yang datang sebelum sang pemilik rumah membukakan pintu "Siapa" tanya seseorang yang berada di dalam yang merupakan sosok perempuan paruh baya.


"Kami dari pihak asuransi ingin berbicara dengan pihak keluarga korban atas nama Ghuo Luo" kata Tommy berbohong.


Setelah mendengar ucapan Tommy tadi akhirnya sang pemilik membukakan pintu rumahnya dan mempersilahkan mereka masuk ke dalam.


Di dalam rumah sederhana tersebut terlihat banyak foto terpajang, memperlihatkan potret keluarga tersebut dan terlihat pula foto sang korban saat ia masih hidup dan tersenyum lebar.


"Silahkan, maaf rumah kami tidak nyaman" kata perempuan tersebut yang tak lain adalah istrinya.


Tommy dan Suki akhirnya duduk dan segera menanyakan beberapa pertanyaan untuk melengkapi berkas yang ia bawa, tentu saja berkas tersebut hanyalah dokumen palsu yang mengatasnamakan pihak asuransi agar tidak di curigai. Untuk keluarga seperti mereka jika di hadapkan dengan petugas keamanan malah akan menjadi sangat ketakutan dan malah akan menutup diri.


Istri Ghuo menceritakan asal mula kejadian yang di alami suaminya seminggu yang lalu, semua berawal dari kegiatannya yang telah di jalankan dengan sepenuh hati agar masyarakat sekitar dapat memeperbaiki hidup mereka.


Semua berjalan baik karena memang usaha mereka berjalan dengan lancar dan dapat di bilang memperbaiki nasib jika hanya untuk sekedar makan dari hasil berjualan mandiri. Tapi malam itu ia di datangi beberapa orang yang mengaku sebagai orang yang ingin meniru jejak Ghuo, cara berpakaian mereka pun lusuh dan biasa saja terlihat seperti pengangguran khas dari distrik gomey.


Mendengar niat mereka yang ingin merubah nasib tentu saja suaminya tak curiga dan langsung menyetujui maksud mereka, mereka langsung mengajak suminya ke tempat yang di katakan akan menjadi temoat usaha mereka dan naas sampai sekarang suaminya tidak kembali bahkan malah mendapat kabar jika suaminya telah meninggal menggenaskan, ucap istrinya saat itu yang mulai menangis tersedu-sedu.


Mendengar suara tangisan dari ibunya, seorang anak yang berumur 10 tahun keluar dari dalam dan langsung memeluk ibunya dan ikut sedih, ibunya segera menenangkan anaknya dan berhenti menangis agar anaknya tidak ikut menangis, Tommy dan Suki sebenarnya juga ikut tersentuh dengan adegan tersebut namun mereka berusaha tenang.


Setelah semua informasi yang di dapat telah terkumpul akhirnya mereka pamit dan akan berjanji mencairkan asuransi secepatnya agar bisa mereka gunakan untuk hidup kedepan, setelah berpamitan mereka berdua akhirnya segera kembali ke arah mobil mereka di parkir.


Dalam perjalanan kembali tiba-tiba Tommy memberikan isyarat kepada Suki jika mereka sedang di ikuti oleh beberapa orang, bahkan di lantai 2 rumah sisi kanan dan kiri pun banyak orang yang duduk santai tapi tanpa di teliti pun terlihat jika mereka adalah sekelompok orang jahat dari distrik gomey.


Dengan memberi aba-aba Tommy menyuruh Suki berjalan santai saja ke depan dan jika memang mereka berniat menyerang maka Tommy mengatakan tidak usah sungkan untuk menghajar mereka di tempat.