
Semua orang telah lama menanti hal apakah yang akan di umumkan di aula, tentu saja jika tidak ada sesuatu yang besar terjadi tidak akan sampai membuat semua berkumpul di sana.
Sesaat kemudian tommy muncul di ujung tangga panggung dan segera naik menuju tempat yang sudah di siapkan dengan membawa beberapa dokumen yang telah ia bawa sejak tadi. Ia pun langsung berbicara dengan suara santai dan hal pertama yang ia sampaikan adalah tentang jabatannya yang baru selaku wakil direktur kepada semua peserta yang datang, semua tampak biasa karena mereka sudah tahu akan hal tersebut dan tidak heran lagi.
Pengumuman selanjutnya ialah tentang pengunduran diri sony dari jabatan manager penjualan yang selama ini ia jabat, sesaat semua orang tampak saling memandang dan tidak percaya akan hal tersebut dan suasana menjadi gaduh.
"Apa itu benar?" tanya pekerja di belakang kepada rekannya.
"Apa aku tidak salah dengar?" jawab rekan satunya.
Semua semakin ramai dan gaduh sesaat setelah pengumuman soal pengunduran sony tersebut dan tommy pun menekankan kembali kalau itu adalah hal yang sebenarnya.
Tak perlu di tebak lagi kalau sebenarnya hampir semua karyawan yang ada di sana terlihat sangat senang dengan berita tersebut karena mereka menganggap kalau orang yang membuat mereka menderita akibat terlalu sering mendapat potongan yang tidak jelas setiap bulannya telah tidak ada lagi.
Wajah mereka tampak bersinar dan seakan menemukan kembali kehidupan mereka yang hilang, setelah mengumumkan pengunduran sony tadi tomny pun langsung mengumumkan kalau untuk sementara jabatan tersebut akan ia isi sampai ada orang yang pantas mengisinya kembali.
Tommy pun mencoba bertanya persetujuan hal ini kepada semua karyawan yang hadir disana agar tidak ada lagi masalah di kemudian hari "Apakah diantara kalian semua ada yang merasa keberatan?" tanya tommy ke arah para karyawan yang hadir, sesaat suasanya menjadi hening dan mereka saling menatap satu sama lain seolah mencari seseorang yang merasa keberatan. Tak mendapati ada yang menolak selanjutnya tommy pun menjelaskan kebijakan yang akan ia terapkan kepada semua karyawan dan menjelaskan pula tentang kondisi pabrik saat ini.
Ia langsung menerangkan kalau kondisi pabrik saat ini sedang berada di masa kritis karena penjualan sangat minim dan menurun, karena itu ia berencana mengubah cara untuk berjualan kedepannya. Semua karyawan yang hadir tampak antusias mendengarkan tak terkecuali chyntia yang penasaran bagaimana tommy akan melakukan perubahan terhadap kondisi pabriknya.
"Kita tahu penjualan pabrik sangat minim dan saat ini aku telah membawa beberapa dokumen penjualan yang telah tertata selama satu bulan. Ini tanpa di rekayasa dan inilah yang sebenarnya sedang terjadi" terang tommy penuh semangat kepada semuanya dan ia pun memperlihatkan data penjualan dan kesepakatan apa saja yang telah di lakukan oleh sony dulu.
Semua orang tampak tercengang setelah melihat data-data yang di tampilkan melalui layar lebar oleh tommy dan mengumpat dalam hati marah "Pantas saja kita selalu rugi dan selalu mendapat potongan yang tidak wajar" kata pekerja di samping kiri "Sialan manager tua bangka itu seenaknya saja ia membuat kita menanggung resiko dari kesepakatannya" hardik pekerja yang lain.
Semua menjadi gaduh kembali dan tidak terkontrol karena merasa di bohongi selama ini. Tommy yang melihat situasi ini mencoba menenangkan para pekerja tersebut dan menjelaskan apa yang akan ia lakukan selanjutnya agar semua orang bisa menikmati hasil dari kerja kerasnya tersebut.
Pertama ia menjelaskan kalau tommy akan mengajak seluruh karyawan pabrik untuk ikut serta berjualan produk susunya ke masyarakat dan jika mereka mampu menjual sebanyak 10 botol maka akan mendapat keuntungan 1% dari harga total 10 botol tersebut dan berlaku kelipatannya. Perkataan tommy ini langsung membuat semua orang yang ada menjadi penuh semangat dan mereka pun bertanya apakah hal tersebut benar. Tommy pun tanpa ragu menjawab dengan anggukan kepala dan menekankan kalau ia tidak sedang berbohong.
Semua tampak antusias dengan kebijakan tommy ini dan ternyata hal tersebut masih ada kelanjutan kejutan yang lainnya. Tommy dengan penuh semangat akan memberikan bonus extra kepada para karyawan yang bisa menjual paling banyak produk susu mereka setiap bulannya. Hal tersebut langsung di sambut karyawan dengan sorakan gembira dan tepuk tangan seraya mengagungkan posisi tommy yang membawa berkah bagi mereka.
Sesaat chyntia memandangi tommy dari tempat duduknya dan sedikit mengagumi pembawaan tommy yang begitu luar biasa sehingga mampu membuat terobosan besar bagi pabriknya bahkan dalam sekejap saja ia mampu menjadi idola di antara semua karyawan di sana. Siapa sangka orang yang awalnya begitu ia benci dulu kini menjadi orang yang paling ia butuhkan saat ini di tempat kerjanya kini. Tanpa di sadari ia tersenyum sendiri sampai melamun dan tidak sadar jika tommy telah mendekat ke arahnya dan menegurnya.
"Direktur apa kamu sakit?" tanya tommy sesaat setelah melihat chyntia tersenyum tanpa alasan
Chyntia yang tersadar karena teguran tommy tadipun menjadi gelagapan karena tidak tau harus berkata apa. ia pun berusaha menenangkan diri dan mengalihkan topik agar tidak terlihat seperti orang bodoh "Jangan lupa nanti malam kamu harus ikut aku pulang ke rumah" kata chyntia sedikit malu dan berusaha tetap terlihat tegas sebagai atasannya
Camila yang duduk di samping chyntia pun penasaran ada perlu apa ia mengajak tommy pulang ke rumah "Direktur memang kenapa kamu mengajak tommy?" tanya camila seakan ia tidak rela kalau pujaannya di bawa ke rumah sang direktur.
Tidak ingin ada salah paham chyntia dengan cepat menjelaskan kalau ia hanyamencoba membohongi orang tuanya kalau ia sudah punya pasangan agar kedua orang tuanya tidak lagi menyuruhnya untuk pergi kencan buta dengan orang yang mereka pilihkan "Hanya sandiwara saja" ucap chyntia meyakinkan kepada camila.
Sesaat camila pun paham maksud tujuan chyntia tersebut dan merasa lega karena pujaannya tidak menjadi rebutan antara dia dengan chyntia. Ia pun menganguk dan menyuruh tommy untuk bersandiwara dengan baik nanti malam dan menggodanya "Tommy jangan membuat direktur kita menjadi kesusahan" kata camila sambil tersenyum.
Tommy seakan berada di antara dua buah persik yang matang saat mereka berdua saling berbicara tentang masalah chyntia ini, ia bingung harus bagaimana menimpali semua ucapan yang dilontarkan kepadanya saat itu dan hanya bisa menganguk tersenyum mengiyakan ucapan camila tadi "Beres" ucap tommy sambil mengacungkan kedua jempol tanda siap melakukan perintah yang camila berikan.
Mereka pun segera berjalan ke arah kantin karena sudah hampir jam makan siang tiba, belum sempat mereka berjalan jauh dari belakang terdengar suara khas andy yang memanggil tommy "Tommy...!!!" sapa andy kemudian di barengi gerakan berbalik badan dari tommy melihat siapa yang memanggilnya di ikuti oleh kedua wanita di sampingnya. Seakan sadar panggilannya tadi tidak benar akhirnya andy pun meralat kembali ucapannya tadi "ahh.. maksudku wakil direktur" ucap andy malu dan kemudian mencoba mengajak tommy berbicara sebentar karena ada hal yang perlu ia katakan.
Tommy yang tidak ingin membuat dua bidadarinya menunggu akhirnya menyuruh mereka berdua untuk menuju kantin terlebih dahulu tanpa menunggunya lagi. Mereka pun akhirnya mencari tempat duduk untuk berbicara agar lebih nyaman mengobrol " Wakil direktur apa benar manager sony mengundurkan diri?" tanya andy yang masih saja belum percaya akan hal tersebut
"Panggil saja tommy tak perlu memanggil wakil direktur jika tidak nyaman" ucap tommy kepada andy yang merasa sudah akrab dengan menyebut nama saja.
Andy pun merasa memang belum terbiasa dengan panggilan tersebut akhirnya mengganti menyebut manager saja karena baginya kejadian yang tommy lalui terbilang sangat cepat, dalam beberapa hari saja ia mampu menjadi orang penting di pabrik tersebut.
"Semua yang aku katakan tadi benar soal manager sony dan juga janji yang aku berikan kepada seluruh karyawan, aku hanya ingin membantu kondisi pabrik ini menjadi lebih baik saja" ucap tommy kepada andy dengan serius dan membuat hati andy menjadi yakin akan kejadian hari ini.
"Manager tenang saja aku adalah orang yang akan selalu mendukungmu di masa mendatang" Kata andy penuh semangat dan berkata soal taruhan yang pernah ia ucapkan tidak akan melupakannya "Jangankan sebulan makan, setahun saja aku rela mentraktirmu" ujar Andy penuh semangat karena ia benar-benar senang saat ini.
Tommy hanya menyuruh andy untuk tetap giat bekerja dan tidak perlu memikirkan taruhan kemarin yang mereka buat karena tommy sendiri yakin kalau ia pasti akan menang sejak awal. Akhirnya mereka pun berjalan bersama menuju ke arah kantin karyawan menyusul dua bidadari yang tadi sudah terlebih dahulu pergi ke sana.